
...Hai Hai Hai sahabat mawar!!!...
...Balik lagi sama mawar yang gak jelas ini....
...Maafin mawar ya kalau ceritanya gak sesuai sama ekspektasi kalian....
...Apalah daya mawar yang hanya seperti ini....
...Tapi mawar seneng kok karena kalian mensupport mawar wkwk....
...Yuk, langsung aja lanjut ke ceritanya....
...Happy Reading 😃...
###
Air mataku luruh kala menatap Davia dan Audie secara bergantian. Aku mengingat ucapan Mami Arthur yang bilang jika Davia dan Audie bukan anak kandung suamiku itu. Apa mungkin ini rahasia yang disembunyikan oleh Almh. Kak Arabella tentang permintaan maafnya yang sebesar-besarnya kepada Arthur dan keluarganya.
Apalagi melihat sikap Mami yang tidak menerima kenyataan bahwa mereka bukan cucu kandungnya.
°°°
"Mommy kenapa menangis lagi?" tanya Audie mengelus pelan tangan Fira yang bergetar.
"Mommy gak papa" balas Fira pelan. Sementara itu, Arthur menghela nafas dan mengelus dadanya tanpa lega bahwa istrinya mau berbicara.
"Mommy kenapa kesini? seharusnya kan Davia yang ke sana menjenguk mommy" cicit Davia tak enak hati.
"Mommy hanya ingin melihat mu baik-baik saja" balas Fira canggung.
"Davia sudah baik-baik saja sekarang" ucap Davia tersenyum.
Akhirnya keluarga itu saling menerima masing-masing dan seperti keluarga yang lengkap. Tapi berbeda dengan diri Fira dan Audie. Karena mereka menyimpan banyak kegundahan dihati mereka.
^^^
"Fira!!! Mama cari kamu ke tempat ruang inap gak ada, ternyata kamu di sini" ucap Mama Callista yang datang langsung heboh. Sedangkan ayah dan ibu kandung Fira tersenyum bahagia melihat anaknya sudah sadar dari tidur panjangnya. Sekaligus mereka bahagia melihat Mama Callista yang sangat menyayangi anaknya itu.
"Kamu baik-baik saja kan Nak?" tanya Ibu Fira tersenyum lebar.
"Fira gak papa kok" balas Fira.
"Syukurlah kalau begitu!" ucap Mama Callista.
__ADS_1
"Untung saja kamu sudah sadar sayang! atau kalau tidak, suamimu pasti akan menjadi gila" ucap Mama Callista lagi menggoda Arthur.
"Ma!!!" tegur Arthur tersenyum malu.
Ternyata Om-om ini bisa malu juga. ternyata.
•••
"Kenapa kau melamun?" tanya Arthur melihat istri bocahnya yang seolah berfikir keras.
"Tidak apa" balas Fira singkat.
"Katakan saja!" ucap Arthur lagi.
"Em... aku hanya memikirkan nasib kuliahku karena sudah tak masuk sangat lama. Apalagi aku hanya mahasiswa yang dapat beasiswa. Aku takut beasiswa ku akan dicabut" dusta Fira.
Sebenarnya dia masih memikirkan tentang Davia dan Audie. Tapi sebenarnya juga dia memikirkan kampusnya.
POV Fira~
Lagi pula, Arabella kan perempuan baik-baik, bagaimana bisa dia mengkhianati suaminya itu sehingga memperoleh dua anak yang tak tahu mereka anak siapa.
Fira pun berfikir, lalu Davia dan Audie itu anak siapa?
Lalu apa Arabella mengkhianati Arthur begitu lama? mengingat Audie dan Davia terpaut jarak usia 3-4 tahun. Itu begitu lama bukan?
Lalu dimana Arthur pada saat itu?
Dan bagaimana perasaan Arthur ketika mengetahui bahwa Davia dan Audie bukan anak kandungnya? mengingat watak Arthur yang temperamental itu.
Masih banyak lagi pertanyaan yang berkelana dipikiran Fira.
__ADS_1
POV Fira berakhir~
°°°
"Hei!! kau kenapa melamun lagi? kau tenang saja! kampusmu tidak akan mengeluarkan mu. Aku bisa menjamin itu" ucap Arthur bangga.
"Benarkah? bagaimana bisa?" tanya Fira heran.
"Aku kan memang hebat dan...
\#\#\#
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
__ADS_1
...***See You Soon***!!...
...***Bye Bye Bye***!...