
...Hai Hai Hai para readers setia...
...Gimana nih kabar kalian?...
...Semoga baik-baik saja ya...
...Maafin mawar ya karena belum bisa update kemarin-kemarin, karena kondisi mawar yang lagi drop dan tugas pada numpuk....
...Maafin sekali lagi ya!!!...
...Ya udah yuk langsung lanjut aja...
...Happy Reading 😳...
###
"Dan, apa Davia benar bukan anak kandungmu? Tak mungkin kan golongan darah Arabella A sedangkan kau AB. Lalu Davia O?" tanya Bu Amor yang kedua kalinya.
"Davia dan Audie bukan anak kandungku Mom" balas Arthur sembari menunduk.
DEG~
Audie yang berdiri di balik dinding itu nampak tertegun dengan ucapan sang Daddy.
"Dia bukan anak kandung Daddy nya?" rasanya begitu tersekat dengan pemikiran-pemikiran.
"Maksud Daddy bicara seperti itu apa?" batin Audie.
Audie pun memusatkan penglihatannya kembali pada seluruh keluarga besarnya.
\=\=\=
"Lalu jika bukan anak kandungmu, lalu anak siapa?" tanya Mommy Amor.
"Mommy sudah berjanji untuk menanyakan 2 hak saja. Setelah itu kita sepakat bahwa nanti jika waktunya tiba rahasia ini akan terbongkar" jelas Arthur frustasi.
Arthur sungguh bingung dan panik melihat anak dan istrinya.
Para keluarga sibuk mencari donor darah tapi tak ada yang memenuhi kriteria yang diberikan oleh dokter. Keluarga Arthur mau membayar berapa pun asal Fira dan Davia bisa lekas sembuh.
Di tengah kesibukan mereka masing-masing, suster yang menangani Fira keluar.
"Operasi akan segera dimulai sebentar lagi. Mohon doanya" ucap suster lalu masuk kembali.
Tak berselang lama, Fira pun dibawa ke ruang khusus operasi.
Sementara Fira sedang dioperasi, dokter sedang kebingungan mencari darah untuk Davia. Pasalnya hanya tersisa 1 kantong saja di rumah sakit itu.
"Apa sudah ada yang ingin mendonor Tuan? Stok darah semakin menipis" ucap Dokter.
"Saya usahakan secepatnya dokter, tolong tangani Davia sebaik mungkin" balas Arthur.
"Tapi, kita tak bisa berlama-lama Tuan. Nona Davia membutuhkan banyak darah karena lukanya di bagian perut yang mengharuskan kita menjahitnya. Jadi, untuk saat ini Nona Davia butuh 1 kantong darah lagi" jelas dokter.
__ADS_1
"Tolong secepat mungkin mendapatkannya Tuan" ucap dokter itu dan langsung pamit pergi.
Keluarga sedang berdoa agar operasi Fira lancar dan Davia bisa segera mendapat donor darah.
Dokter keluar dari ruangan operasi.
"Operasi berjalan lancar" kabar gembira bagi semuanya. Tapi di sisi lain mereka juga khawatir dengan kondisi Davia.
Tak berselang lama, Dokter yang menanagani Davia menghampiri Arthur dan keluarganya itu.
"Saya sudah mendapatkan pendonor untuk Nona Davia" ucap dokter.
"Saya permisi dulu" ucap dokter.
•••
***Flashback***~
Fira yang setelah operasi sadar. Sayup-sayup dia mendengar dokter dan suster membicarakan seseorang.
"Dokter, tolong kau ambil darahku saja!!" ucap Fira dengan nada lemah.
"Tidak bisa Nona!! Nona habis menjalani operasi. Fisik Anda masih terlalu lemah dan itu akan membahayakan kesehatan Anda sendiri" jelas dokter.
"Dokter! aku benar-benar sudah tidak apa-apa. Davia membutuhkan nya. Maka aku harus membantunya" ucap Fira.
__ADS_1
"Membantu bukan berarti membahayakan diri sendiri Nona!!" balas seorang suster.
"Tolong dokter, suster!!! Davia anakku. Tidak salah kan jika ibu membantu anaknya?" ucap Fira lagi.
"Anak?" tanya dokter dan suster bingung.
"Kalian tak mengerti, ceritanya panjang" balas Fira.
"Jadi, tolong ambil darahku saja" ucap Fira lirih.
Dokter dan suster pun dengan terpaksa menyetujuinya. Karena Fira yang terlalu keras kepala.
Sebenarnya dokter khawatir dengan kondisi Fira yang baru saja menjalani operasi. Tapi Fira jauh lebih khawatir dengan Davia, anaknya.
\#\#\#
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
...***See You Soon***!!...
__ADS_1
...***Bye Bye! Bye***...