
...Hai Hai Hai...
...Gimana nih kabarnya?...
...Semoga sehat selalu ya...
...Yuk, langsung lanjut baca cerita aku yang gak jelas ini...
...Yang gak suka gak usah baca...
...Happy Reading ❤️...
###
"Gak usah kak. Mending kakak pulang. Nanti dicariin ibunya kakak. Lain kali aja deh Fira mau dianterin kakak" ucap Fira lagi.
"Bener ya lain kali mau?" tanya Nathan lagi
"Iya" balas Fira dengan senyuman.
"Ya udah. Kita bareng deh ke depannya" ucap Nathan lagi dan dibalas anggukan kepala oleh Fira tanda setuju.
***
Tapi tiba-tiba....
"Ikut dengan saya!!!" tangan Fira dicengkeram kuat oleh Arthur dengan sangat erat.
"Loh loh. Om!! Ini apa-apaan sih?" Fira tak terima tangannya dicengkeram dengan begitu erat hingga tangannya memerah.
Nathan yang melihat pun berusaha melepaskan cengkraman tangan itu dari tangan Fira.
"Tolong lepaskan tangan Fira!!! Anda ini siapa?" ucap Nathan dengan masih berusaha melepaskan tangan Fira.
"Kamu jangan ikut campur urusan saya" tegas Arthur pada Nathan.
"Lepas Om!!" sentak Fira dengan kuat dan akhirnya cengkeraman tangannya terlepas.
"Ikut dengan saya sekarang!! Ada yang ingin saya bicarakan" ucap Arthur lagi.
"Kalau mau bicara ya dengan baik-baik dong. Gak usah pakek narik-narik. Dikira kambing apa" ucap Nathan ketus.
"Sudah saya bilang. Kamu jangan ikut campur urusan saya" balas Arthur dengan tatapan mata tajam.
"Ya udah deh!! Om mau ngomong apa?" tanya Fira heran.
__ADS_1
"Kenapa Daddy nya Davia mencari aku? apa aku melakukan suatu kesalahan?" batin Fira bingung.
"Tidak disini bicaranya. Ikut saja dengan saya" ucap Arthur lalu berjalan pergi meninggalkan Fira dan Nathan.
"Kak, kakak pulang dulu aja!!" suruh Fira dengan nada lembut.
"Tapi kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" tanya Nathan.
"Fira gak akan kenapa-kenapa, Fira bisa kok jaga diri. Kakak pulang aja duluan" ujar Fira meyakinkan pada Nathan.
"CEPAT!!!" teriak Arthur dari dalam mobilnya. Fira dan Nathan pun menoleh ke arahnya.
"Kamu kenal sama dia?" tanya Nathan lagi.
"Kenal kok. Kakak langsung pulang ya!!! Aku pergi dulu" ujar Fira meninggalkan Nathan yang masih berdiri menatapnya berlalu pergi menuju mobil Arthur yang tak jauh dari situ.
•••
Di mobil
"Om ini ada urusan apa ya nemuin saya?" tanya Fira to the point.
"Apa yang kamu lakukan kepada keluarga saya??" tanya Arthur balik membuat Fira semakin bingung dibuatnya.
"Maksud Om apa ya?" tanya Fira heran dengan pria yang berada di sebelahnya itu.
"Sihir apa yang kamu berikan kepada keluarga saya sehingga istri dan anak saya menyukai kamu?" ucap Arthur dingin.
"Sihir? saya tidak mengerti maksud Om. Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Fira lagi. Dirinya begitu tidak mengerti maksud yang dikatakan oleh Daddy temannya itu.
"Sihir yang membuat istriku meminta diriku menikahi mu? dan juga jangan lupakan anakku juga yang ingin diajar olehmu" teriak Arthur karena kesabarannya habis telah menghadapi gadis ingusan di depannya ini.
Kenapa harus disebut dengan gadis ingusan? padahal kan Fira sudah berumur 19 tahun. Pantaskah umur segitu dibilang masih gadis ingusan?
***
"Menikah?? maksudnya apa??" tanya Fira semakin bingung.
"Istriku memintaku menikahimu" balas Arthur.
"Hah? menikah untuk apa?" Fira masih terlalu bingung untuk mengartikan tentang kata yang diucapkan Daddy Davia tersebut.
"Kau akan tau nanti" balas Arthur ketus.
Selama di perjalanan, tak ada siapa pun yang berbicara. Sekretaris Arthur pun hanya diam mengetahui Tuannya sedang dalam mode kesal. Dirinya bahkan mendengar teriakan Tuannya pada gadis yang ada di sampingnya. Tapi dirinya tak berani untuk berkata apa pun. Jadi dia hanya bisa terdiam.
__ADS_1
Begitu pun supir yang mengemudikan mobil itu. Dia hanya diam dan fokus menyetir tanpa berani melihat Tuannya meskipun lewat kaca spion mobil. Dia hanya mampu melirik sekretaris Tuannya yang juga diam yang berada di sebelahnya.
###
Sampai di restoran mewah
"Langsung saja ke intinya Om, saya gak punya banyak waktu untuk tetap berada disini" ucap Fira ketus.
Sekretaris Arthur pun melongo menatap Fira dengan bingung. Dirinya baru saja melihat Tuannya yang selalu dipuja oleh semua wanita bahkan semua gadis karena ketampanan dan kesuksesannya. Tapi gadis yang berada di hadapan Tuannya ini sungguh berbeda dari yang lain.
Dirinya bahkan berani berbicara dengan Tuannya dengan nada tinggi. Bahkan dirinya saja sungguh tak berani.
"Apa yang kau lakukan sehingga dirimu tak memiliki banyak waktu?? Kau hanya gadis miskin yang tak punya pekerjaan bukan?? Oh... aku tahu, kau pasti bersusah payah kan mendapat uang untuk biaya ayahmu yang sakit-sakitan itu di rumah sakit?" ucapan Arthur membuat Fira mengeratkan rahangnya keras.
"Jaga bicara Anda!!! Anda siapa berani menghina keluarga saya?. Baik jika Anda hanya menghina saya, saya bisa terima. Tapi jika Anda menghina keluarga saya, bahkan berbicara yang tidak pantas mengenai ayah saya, saya tidak akan tinggal diam" emosi Fira meluap ketika keluarga direndahkan bahkan dihina seperti itu.
"Oh... Kamu berani sama saya? saya bisa saja mengeluarkan kamu dari kampusmu itu. Bahkan kau bisa dipecat dari pekerjaan mu sebagai guru les itu" ancam Arthur pada Fira. Fira yang diancam pun hanya tersenyum dan berdecak kesal karena kesombongan Daddy temannya yang berada di hadapannya ini.
"Memangnya Anda siapa? Anda bukan Tuhan yang bisa mengancam saya dengan hal itu. Bahkan Tuhan pun selalu melindungi hambanya. Anda itu hanya orang kaya yang tidak punya tata krama. Seharusnya Anda sekolah terlebih dahulu, bagaimana sopan santun Anda yang langsung menarik-narik saya dan bahkan mengancam saya sekarang?" teriak Fira dengan begitu keras.
Untung saja Restoran itu sudah dibooking sepenuhnya oleh Arthur. Jadi, bisa dipastikan Restoran itu sepi. Bahkan tak ada siapa pun di sana. Kecuali beberapa pekerja yang berada di sana.
Tetapi, bisa dilihat bahwa pekerja di sana seperti menulikan telinga mereka agar tidak mendengar suara apa pun yang ada di restoran tersebut.
###
"Jangan mengancam saya dengan ancaman Anda itu lagi. Karena saya tak merasa takut dengan hal itu. Dan satu lagi, jangan lupa Anda harus mengambil pelajaran tentang tata krama tentang kesopanan dan kesantunan terhadap orang lain setelah ini. Jika ada masalah, saya bisa mencarikan guru untuk Anda belajar" tegas Fira dengan nada penuh mengejek.
Akhirnya Fira pun keluar dari restoran dengan perasaan kesalnya dan berniat mengunjungi ayahnya di rumah sakit.
"SI\*L" umpat Arthur.
°°°
...***Happy Reading teman-teman***...
...***Maaf ya bila ceritanya tak memuaskan***...
__ADS_1
...***See You***...