Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 7


__ADS_3

...Hai Hai Hai...


...Gimana nih kabarnya?...


...Semoga selalu sehat ya...


...Langsung aja baca, yang gak suka tolong menyingkir saja...


...Happy Reading 😊...


###


"Jangan mengancam saya dengan ancaman Anda itu lagi. Karena saya tak merasa takut dengan hal itu. Dan satu lagi, jangan lupa Anda harus mengambil pelajaran tentang tata krama, tentang kesopanan dan kesantunan terhadap orang lain setelah ini. Jika ada masalah, saya bisa mencarikan guru untuk Anda belajar" tegas Fira dengan nada penuh mengejek.


Akhirnya Fira pun keluar dari restoran dengan perasaan kesalnya dan berniat mengunjungi ayahnya di rumah sakit.




"SI\*L" umpat Arthur.



"Kau lihat kan bagaimana gadis yang dipilih istriku itu? tidak punya sopan santun" ucap Arthur kesal.



"Bukan Nona Fira yang tidak punya sopan santu. Tapi Anda Tuan" batin sekretaris Arthur.



"Jika bicara, bicara langsung kepada saya. Jangan membatin" ucap Arthur sambil melirik tajam ke arah sekretaris nya.



"Kau memang tahu apa yang aku pikirkan Tuan" batin sekretaris Arthur.



"Kau lihat kan bagaimana tadi sikapnya? aku bahkan belum berbicara mengenai hal itu, tapi dia sudah pergi terlebih dahulu" ucap Arthur lagi.



"Selanjutnya apa yang akan dilakukan Tuan?" tanya sekretaris Arthur.



"Kau buat dia keluar dari kampus dan dipecat dari pekerjaannya itu. Bagaimana caranya, kau harus bisa" perintah Arthur pada sekretaris nya.



"Baik Tuan!!!" balas sekretaris Arthur sopan.



"Kita ke rumah sakit sekarang"



°°°



***Di perjalanan menuju rumah sakit***



"Dia pikir dia siapa menghina keluarga ku seperti itu. Dasar sombong!!! Dasar orang gila!!!" umpat Fira dalam hati. Karena saat ini dirinya naik bus, jadi dia tak ingin ada orang yang tau apa yang dia ucapkan.



"Tapi, apa tadi? dia mengatakan menikah? maksudnya apa?" tanya Fira dalam hati degan rasa penasaran yang tinggi.



"Apa ancaman yang dikatakannya benar? bagaimana jika beasiswa ku dicabut? dan... dan bagaimana jika aku dipecat dari tempat les? Aish... dasar pria gila. Bagaimana bisa Davia memiliki ayah seperti itu?? sungguh membuat orang jengkel saja" ucap Fira pada dirinya sendiri dengan was-was.



***Tiba-tiba***



*Tring*


Suara notifikasi masuk



^^^Halo Nona Fira, saya asisten Bu Amor. Beliau ingin menanyakan kepada Anda. Apakah besok Anda bisa ke kantor untuk perkenalan?^^^



Tentu Pak, saya bisa



^^^Baiklah!!! akan saya sampaikan nanti kepada Bu Amor^^^



Iya



*Pesan selesai*



"Semoga besok lancar perkenalannya" ucap Fira berharap.


__ADS_1


\*\*\*



Sampai di rumah sakit, Fira langsung bergegas menuju ke ruang rawat ayahnya. Tapi hal tak terduga, Fira bertemu dengan Bu Amor.



"Loh Fira" sapa Bu Amor ramah.



"Bu Amor!!" sapa Fira balik.



"Hey, kau lupa nama panggilan ku. Panggil aku sekali lagi" ucap Bu Amor.



"Aah... Maaf Bun-da" ucap Fira gagap.



"Tak usah gagap seperti itu. Oh ya, apakah ayahmu dirawat di rumah sakit ini?" tanya Bu Amor.



"Iya. Ayah saya dirawat di sini. Emm, Bunda sendiri kenapa di sini?" tanya Fira balik.



"Aku mengunjungi menantuku yang dirawat di sini" balas Bu Amor.



"Oh iya, apa kau sudah dihubungi asisten ku mengenai jadwal perkenalan besok??" tanya Bu Amor lagi.



"Sudah Bun... tadi beliau menghubungi saya" balas Fira.



"Apakah aku juga boleh mengunjungi ayahmu?" tanya Bu Amor sekali lagi.



"Emm... tentu, kenapa tidak" balas Fira menyetujui ucapan Bu Amor.



"Baiklah ayo!!!" ucap Bu Amor.



"Em... Bun!!" panggil Fira ragu.




"Bisakah nanti jika ditanya Bunda bohong sedikit kalau bunda boss nya Fira?"



"Fira tak mau jika ayah dan ibu tahu kalau Fira cari kerjaan lagi. Karena Fira tahu kalau ayah dan ibu gak mau Fira kecapean karena kerja" tambah Fira cepat tak ingin membuat boss nya itu salah paham akan ucapannya.



"Sungguh baik hatimu Nak... Kenapa di dekatnya membuatku nyaman??" batin Bu Amor menatap Fira lekat.



"Baiklah!!! ayo!!" setelah Bu Amor menghela nafas panjang nya, beliau mengikuti arahan Fira menuju ruang rawat ayahnya.



•••



***Di perjalanan menuju ruang rawat ayah Fira***



"Fir!!!"



"Apa kau tidak ingin mempertimbangkan pertanyaan bunda kemarin?" tanya Bu Amor.



"Pertanyaan yang mana ya Bun?" tanya Fira balik.



"Pertanyaan apa kamu jadi menantunya bunda?" tanya Bu Amor lagi.



"Fira gak kepikiran sampai situ Bun... Fira masih kuliah dan masih ingin kerja juga. Lagian Fira masih punya tanggung jawab membahagiakan kedua orang tua Fira" balas Fira bijak.



"Orang tua kamu pasti bangga sekali punya anak seperti kamu" ucap Bu Amor sambil mengelus rambut Fira.



"Bunda bisa saja" balas Fira terkekeh.


__ADS_1


"Kapan-kapan Bunda kenalin sama anak terakhir Bunda. Dia mapan loh Fir. Ganteng pula" ucap Bu Amor menceritakan anak terakhirnya.



"Emang iya bund?" tanya Fira tersenyum geli mendengarnya.



"Sebenarnya bunda punya 3 anak laki-laki. Yang pertama di China. Yang kedua di sini dan yang terakhir masih di Thailand" jelas Bu Amor lagi



"Yang pertama dan kedua udah nikah. Tinggal yang terakhir aja" sambung Bu Amor lagi.



"Lalu menantu ibu yang sakit di sini itu yang nomor 2 ya bun?" tanya Fira.



"Iya betul banget" balas Bu Amor dengan tertawa gembira.



"Semoga cepat sembuh ya Bun menantu bunda" do'a Fira.



"Kayaknya sulit deh Fir" lirih Bu Amor.



"Ini Bun ruang rawat ayah. Maaf ya Bun tempat nya kecil. Karena Fira gak bisa bayar biaya nya kalau mau ruang yang lebih luas lagi" jujur Fira sendu.



"Tak apa sayang. Yang terpenting ayah kamu bisa pulih kembali seperti semula" bijak Bu Amor.



"Bunda benar" Fira menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Bu Amor.



•••



"Ibu!!" panggil Fira pada ibunya.



"Kamu baru ke sini Fir??" tanya ibu Fira pada anak pertamanya itu.



"Iya Bu..." balas Fira singkat.



"Loh... ini siapa Fir??" tanya ibu Fira penasaran sambil memandang Bu Amor.



"Ini Bu Amor Bu.." balas Fira.



"Saya Amor" ucap Bu Amor pada ibu Fira seraya mengulurkan tangannya.



"Saya ibunya Fira" ibu Fira membalas uluran tangan Bu Amor dengan tangan terbuka.



"Ibu bertemu dengan Fira di mana?" tanya ibu Fira penasaran.



"Saya bertemu dengan Fira di..." Bu Amor memandang Fira. Sedangkan Fira yang dipandang begitu gugup.



"Di tepi jalan Bu. Fira membantu saya karena barang saya terjatuh" ucap Bu Amor berbohong. Fira pun bernafas lega.



"Oh gitu ternyata" ucap ibu Fira paham.



"Keadaan Anda bagaimana Pak?" tanya Bu Amor pada ayah Fira.



"Semakin membaik Bu" ucap ayah Fira dengan perlahan.



Bu Amor dan keluarga Fira pun tampak akrab berbicara dan bercanda gurau.



°°°


...***Happy Reading teman-teman***...


...***Maaf ya bila ceritanya tak memuaskan***...



...***See You Soon***...

__ADS_1


__ADS_2