Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 23


__ADS_3

...Hello Everyone...


...Welcome back to my novel....


...(Sekali-kali bahasa Inggris)...


...Gimana nih kabar kalian semua?...


...Semoga baik-baik aja ya!!!...


...Bosan kah sama cerita aku ini?...


...Maaf banget, aku gak pinter buat cerita...


...Langsung aja...


...Happy Reading!!❣️😗...


###


"Dokter nih apa-apa an sih. Aku kan gak papa. Kenapa malah ngomong gitu? dia kan udah aku bilangi kalau aku hanya datang bulan. Aish..." batin Fira sambil melototi dokter itu.


"Akan saya lakukan!" ucap Arthur tegas.


"Om mau ngelakuin apa?" tanya Fira heran.


"Jagain kamu lah" balas Arthur lagi.


"Dih... emang om siapanya Fira?" tanya Fira lagi terkesan mengejek.


°°°


Setelah keluar dari ruangan dokter, Arthur dan Fira pun menebus obat. Entah itu obat apa, Fira kan gak sakit apa-apa. Mungkin dokter itu meresepkan obat untuk mengurangi rasa nyeri Fira itu.


"Om!! STOP!!!" Ucap Fira menghentikan langkah jenjang Arthur.


Arthur pun berhenti dan menghadap Fira.

__ADS_1


"Om!!! perut Fira sakit" ucap Fira dibalas Arthur dengan ekspresi khawatir.


"Sakit lagi?" tanya Arthur sambil memegang perut Fira.


"Ih... apaan sih om. Main pegang-pegang aja" ucap Fira ketus.


"Fira mau ke toilet bentar. Fira titip tas sama handphone Fira. Tungguin bentar ya om! Panggilan alam" ucap Fira tak tahan.


"Aish" umpat Arthur kesal.


Kenapa dirinya harus dibuat menunggu seperti ini?? Dia tak suka menunggu tapi suka ditunggu.


***


Saat Arthur memilih duduk untuk menunggu Fira, handphone Fira bergetar. Arthur yang sedang memegang handphone tersebut melihat pesan masuk melalui WhatsApp.


WhatsApp


"Fir, ini Kak Brian! Simpan nomor ku ya!!"


\=\=\=


"Kenapa Brian mengirim pesan ke Fira? apa Brian akan mendekati Fira? tak bisa dibiarkan" ucap Arthur dengan dirinya sendiri.


"Semoga saja tak dikunci" ucap Arthur sambil membuka handphone Fira.


"Untung saja tak dikunci" ucapnya lagi.


Ternyata handphone Fira tak dikunci, jadi Arthur bebas menyalakan handphone itu.


"Akan ku hapus pesan dari Brian agar Fira tak tahu" siasat Arthur sambil tersenyum mencurigakan.


Arthur pun menghapus pesan dari Bria termasuk nomor telepon Brian dari handphone Fira.


•••


"Om ngapain handphone Fira???" tegur Fira yang berjalan menuju Arthur dengan cepat lalu mencabut handphonenya dari tangan Arthur.

__ADS_1


"Gak sopan!!" ucap Arthur dingin.


"Om itu yang gak sopan! handphone Fira kok dipakai. Om kan punya handphone sendiri. Lagian handphone Fira murah, jadi cepet rusak. Kalau handphone Fira rusak, om akan Fira suruh ganti rugi" ucap Fira ketus.


"Saya gak ngapa-ngapain handphone kamu. Handphone kamu aja yang goda saya buat liat dia" ucap Arthur ngelantur.


"Mana ada handphone goda orang? Handphone kan gak bisa ngomong" balas Fira bingung.


"Ya pokoknya tadi dia ngomong" ucap Arthur lagi mengada-ada.


"Bodo amat lah. Sekarang Fira mau pulang dulu. Terus Fira mau ke rumah om buat ngajarin Audie" jelas Fira.


"Kamu kan lagi sakit. Jadi libur dulu aja les nya" balas Arthur.


"Ya gak boleh gitu lah... Nanti kalau Fira gak ngajar, gaji Fira akan dipotong. Dan Fira gak mau hal itu sampai terjadi" balas Fira.


"Dasar mata duitan!!" ucap Arthur yang menyakiti hati Fira.


"Iya. Emang kenapa kalau Fira mata duitan?? om keberatan? Fira butuh uang untuk pengobatan ayah. Om gak tahu susah nya Fira. Jadi Om diam aja" ucap Fira merasa tersinggung dan berlalu pergi meninggalkan Arthur dengan mata berkaca-kaca.


###


...Sampai sini dulu ya......


...Jangan lupa tinggalin jejak...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Share...


...Hadiah...


...Semoga kalian suka...

__ADS_1


...Happy Reading...


...See You Soon!!...


__ADS_2