Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 64


__ADS_3

...Hai Hai Hai sahabat mawar...


...Hari ini mawar lagi gak enak badan. Tapi ya untuk membuat kalian bahagia, mawar update deh. Ya meskipun dipaksakan tapi mawar tetep seneng kok....


...Oleh sebab itu, tolong kalian like, komen, dan tambahkan ke favorit dan jangan lupa beri mawar surprise ya!!!...


...Oke, langsung lanjut aja...


...Happy Reading 😐...


###


Fira yang mengikuti Davia pun berlari menyetarakan langkah kaki Davia yang super lebar. Fira menahan sakit ketika Davia berlari terlalu cepat. Kaki Fira nampak lemas.


Tapi, tekadnya untuk mengejar Davia yang sangat mencurigakan membuatnya tetap semangat.


"Kamu bisa!" serunya menyemangati diri sendiri.


Akhirnya Fira pun kehilangan jejak Davia.


"Kemana Davia?" tanya Fira.


Tiba-tiba dia mendengar ada 2 orang tengah berbicara di gang sempit.


Fira pun dengan perlahan menguping karena jelas-jelas dia tahu bahwa salah satu orang tersebut adalah anak tirinya.


Fira yang melihat Davia terus menangis dan mengusap air matanya itu nampak bingung. Sebenarnya apa yang terjadi?


"Kita putus!" itu kalimat terakhir yang diucapkan seorang pria yang ada di hadapan Davia.


"Tolong jangan seperti ini!!" balas Davia terus menangis.


"Aku sudah bosan kepadamu. Oh iya, aku juga sudah mendapat kekasih baru. Dan dia jauh menyenangkan dari pada dirimu yang monoton itu" jelas pria itu dengan tersenyum meremeh.


"Nikmatilah hidupmu sendiri dan aku akan menikmati hidupku haha" pria itu tertawa kencang.


Pria itu pun meninggalkan Davia yang masih menangis.


Setelah beberapa saat, Davia pun kembali berlari menyusuri jalan raya. Dan ketika dia menyebrang, dia tak tahu jika ada truk yang ingin menghantam tubuhnya.


"Davia, awas!!!" teriak Fira.


BRUUKKK...

__ADS_1


Suara yang begitu nyaring terdengar jelas. Darah merembes di mana-mana.


Mereka berdua tertabrak. Karena Fira yang ingin menyelamatkan Davia mengalami keram pada kakinya hingga mereka berdua menghantam keras truk itu.


Kaki Fira yang sakit itu terbentur kembali dengan suatu yang keras, hingga membuatnya tak bisa berdiri lagi. Sedangkan Davia, darah bercucuran pada perutnya. Karena perut Davia menghantam depan mobil yang ada bagian lancip itu.


β€’β€’β€’


Davia yang sudah mengeluarkan banyak darah pun terkulai lemas. Sedangkan Fira, dia berusaha menghampiri Davia dengan menguatkan segala rasa sakit yang ada di kakinya.


Fira rela mengesot demi menghampiri anak tirinya itu. Kemudian dia meminta tolong pada orang sekitar.


"Tolong!!!! tolong!!!" dengan suara parau dan nada panik.


Pengemudi truk pun kaget dan juga panik. Dia juga membantu Fira dan Davia. Tapi tak memungkinkan bila membawa dua orang itu ke truk kan?


Kebetulan Nathan lewat dan menghampiri kecelakaan yang memusatkan perhatiannya menuju kampus tersebut.


"Fira!!!" panggil Nathan tak percaya. Orang yang selama ini dikaguminya berdarah hebat di kakinya.


"Nathan!! tolong bantu Davia!!! tolong antarkan kami ke rumah sakit" ucap Fira memohon.


Nathan pun dengan sigap langsung menggendong Fira terlebih dahulu ke mobilnya. Setelah itu, dia memindahkan Davia juga.


"Ku mohon lebih cepat!!" ucap Fira khawatir.


Akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit itu. Di sana sudah ada Mommy dan Daddy-nya, Ibu dan ayahnya, Mama dan papanya, serta mami dan papinya.


"Apa yang terjadi? cucuku!" ucap Mami Arthur melihat cucunya.


"Kau baik-baik saja sayang? kakimu? dokter cepat tangani anak dan cucuku" teriak Mommy Amor yang heboh kepada seisi rumah sakit ini.


Akhirnya Fira dan Davia dibawa ke ruang ICU untuk langsung diberikan penanganan.


β€’β€’β€’


"Dimana istri dan putriku?" tanya Arthur panik dengan wajahnya yang berantakan.


"Kemana saja kau hah? istri dan anakmu dalam kondisi kritis sekarang. Kau sebagai suami berbuat apa?" ucap Mama Callista marah.


"Aku tak ingin kehilangan anakku lagi. Jika anakku sampai kenapa-kenapa, aku akan segera memisahkan kalian berdua" jelas mana callista penuh ancaman.


Ibu dan ayah kandung Fira begitu syok mendengar bahwa anak pertamanya mengalami kecelakaan. Mereka pun ikut panik dan terus mengeluarkan air mata mereka.

__ADS_1


"Ibu kecewa padamu, Nak!" ucap Ibu Fura dengan lelehan air mata.


Arthur pun hanya bisa terdiam~


β€’β€’β€’


"Keluarga pasien?" tanya dokter.


"Kami keluarga pasien dok" ucap papi Arthur menimpali ucapan dokter.


"Kita membutuhkan donor darah yang sangat banyak Tuan! Sedangkan di rumah sakit ini kebetulan tidak ada stok darah itu" jelas dokter.


Arthur membatu seketika


"Golongan darahnya apa dok?" tanya mommy Amor.


"Golongan yang dibutuhkan untuk Nona Davia O" balas dokter.


"O? Arabella golangan darahnya A? lalu kau pasti O kan Thur?" tanya Mama Callista.


"Golongan darahku AB, Ma!" balas Arthur tertunduk.


"Maksudmu apa?" tanya Mami Arthur lagi dengan nada tinggi. Sedangkan semua orang masih syok dengan pernyataan yang disampaikan oleh Arthur.


###


...Jangan lupa tinggalin jejak...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Share...


...Hadiah...


...Semoga kalian suka...


...Happy Reading...


...See You Soon!!...

__ADS_1


...Bye Bye! Bye...


__ADS_2