
...Hallo para readers yang baik......
...Gimana nih kabar kalian?...
...Semoga kalian baik-baik aja dan sehat selalu ya!!!...
...Khusus nih mawar mau update buat kalian, jadi tetap dukung mawar ya!!!...
...Oke, Happy Reading 💓...
###
"Kenapa kalian bisa gagal dan saya yang kena getahnya gini?" ucap Davia marah.
"Maaf nona! kami sudah menjalankan perintah nona kok" balas orang itu.
"Pergi!!" bentak Davia keras.
Orang itu pun pergi
"Aku harus meminta bantuan pada Nindi dan Cece" batin Davia menelfon temannya itu.
°°°
"Selamat menempuh hidup sengsara adikku!! semoga kamu cepat-cepat jadi janda ya!!!" ucap Brian menggoda Fira.
"Kak!! doa nya yang bagus dong!! masa doanya jelek gitu sih" balas Fira cemberut.
"Ya kan emang itu keinginan kakak. Yaudah deh kalau gitu doanya biar kakak ganti" ucap Brian lagi.
"Semoga suamimu gak jahat dan nyakitin kamu!! kalau sampai begitu, kakak gak akan pernah diam dan akan bawa kamu pergi jauh" seringai Brian ke arah Arthur. Arthur yang dilirik tajam pun membalasnya tak kalah kejam.
"Udah udah kak!! kakak makan aja!! mumpung GRATIS" balas Fira mengalihkan pembicaraan.
"Kasih pelukan dulu sama kakak!!" ucap Brian sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Fira ke dalam pelukannya.
Namun, belum sempat hal itu terjadi, Arthur langsung bereaksi
"Awh..." ringis Brian ketika tulang keringnya ditendang oleh kaki Arthur.
"UPS!! sorry!! gak sengaja" balas Arthur datar.
"S*Al" umpat Brian dalam hati.
Flashback On~
"Kita harus gagalin rencana Davia untuk mempermalukan Fira!!" ucap Amira pada Sarah.
"Ya!! kasihan Fira punya anak laknat seperti Davia. Dari SMP pun dia sungguh membuat ku muak. Saatnya kita membalas dia karena pernah mengejek kita dulu" desis Sarah kesal.
__ADS_1
Akhirnya, mereka pun mengubah posisi gaun Fira dan Davia. Oleh sebab itu, yang merasakan gatal bukanlah Fira melainkan Davia sendiri.
Untung saja warna gaun dan modelnya hampir sama. Jadi, tak akan ada yang curiga jika gaun itu tergantikan.
Setelah suruhan Davia menaburkan obat seperti serbuk itu, Sarah dan Amira pun merubah tempat gaun itu seperti semula.
•••
"Aku akan ke toilet sebentar!!" ucap Fira datar.
Fira pun berjalan menuju toilet sendiri.
Tiba-tiba dia mendengar tangisan seseorang. Dia melihat anak perempuan sedang menangis meringkuk dipojok ruangan.
Fira yang penasaran pun langsung menghampiri anak perempuan itu.
"Audie!!" ucap Fira lirih.
"Kenapa kau di sini?" tanya Audie ketus.
"A-Aku..." ucapan Fira tercekat.
"Kenapa kau datang ke dalam keluargaku?" tanya Audie dengan dinginnya.
"Sekarang, aku tak memiliki mommy lagi!!" lirih Audie sambil terisak kembali.
"Sekarang kau memiliki mommy. Aku mommy mu" ucap Fira tulus menatap anak perempuan itu alias anak tirinya.
__ADS_1
"Aku tak ingin memiliki mommy jahat seperti mu. Pergi dari sini!!!" teriak Audie membuat hati Fira sakit.
Aku salah apa? aku tak mengerti~ batin Fira bertanya-tanya.
"Audie... Aku mommy mu, dan kau anakku" ucap Fira lagi sambil mendekati Audie dengan lembut. Tapi, Audie mendorong Fira dengan kencang membuat Fira terjungkal ke belakang.
Hal itu membuat tangan Fira tergores lantai dan keseleo pada kakinya.
Audie pun lari.
•••
"Om!!! pelan dong!!! Awh..."
"Diam!!! jangan teriak"
\#\#\#
...***Sampai sini dulu ya***......
...***Jangan lupa tinggalin jejak***...
...***Like***...
...***Komen***...
...***Vote***...
...***Share***...
...***Hadiah***...
...***Semoga kalian suka***...
...***Happy Reading***...
__ADS_1
...***See You Soon***!!...
...***Bye Bye***...