Terpaksa Menikahi Daddy Temanku

Terpaksa Menikahi Daddy Temanku
Episode 41


__ADS_3

...Hai para readers...


...Udah pada nungguin kelanjutan Om Arthur sama Fira kah?...


...Yang udah nungguin, Mawar ucapin terima kasih ya...


...Semoga kalian sehat selalu...


...Happy Reading 😊...


###


"Aaaaaa" teriak Fira membuat Arthur terkejut.


"Om!!! pakai bajunya ih..." ucap Fira membelakangi Arthur dengan menutup kedua matanya menggunakan tangan.


"Apaan sih kamu" dengus Arthur kesal.


"Disuruh Mama panggil om buat sarapan" ucap Fira jujur.


"Bisa pasang dasi kan kamu?" tanya Arthur.


"Bisa dong!! Fira kan cerdas hehe" balas Fira dengan diselingi candaan.


"Om ke kantor?" tanya Fira lagi.


"Hm. Kamu kuliah kan nanti siang?" tanya Arthur balik.


"Kok om tau kalau Fira kuliah siang?" tanya Fira lagi.


"Ada deh" balas Arthur singkat.


"Sini!! biar Fira bantu. Pakai yang mana dasinya?" tanya Fira mendekati Arthur.


"Di atas ranjang" balas Arthur sambil menunjuk sebuah dasi yang sudah disiapkannya tadi di atas ranjang.


Akhirnya Fira pun mengambil dasi itu dan kembali mendekat ke arah Arthur.


Fira dengan perlahan memasangkan dasi pada Arthur karena tangannya terasa perih.


Nanti saja ku obati~ pikir Fira dalam hati.


\=\=\=


Arthur yang tak sengaja melihat luka yang dibalutnya malam kemarin merembes berdarah lagi pun langsung menanyakan pada sang pemilik tangan.


"Tanganmu kenapa lagi?" tanya Arthur dingin.


"Em... ini tadi ke...bentur, ya kebentur meja" balas Fira gugup.

__ADS_1


"Beneran?" tanya Arthur tak percaya.


"Ya" balas Fira singkat sambil menundukkan kepalanya.


"Ceroboh" satu kata yang keluar dari mulut Arthur.


"Sini!!!" ucap Arthur sambil menarik tangan Fira duduk di ranjang.


"Sebentar"


°°°


Arthur pun kembali dengan kotak obat di tangannya.


"Biar Fira aja! Fira bisa sendiri kok" ucap Fira merasa tak enak hati.


"Nurut sama suami!!!" balas Arthur dingin.


Ucapan Arthur itu membuat Fira diam tak berani berkata apa pun.


"Sadar Fir!! Jangan sampai jatuh terlalu dalam karena itu hanya sebuah hayalan yang tak akan menjadi kenyataan" batin Fira membatasi kala hatinya berdebar tak karuan.


"Perhatikan langkah mu, karena aku akan terus memperhatikan setiap gerak-gerik mu. Jangan sombong karena sudah menjadi nyonya Ellington, sadarlah bahwa kau hanya sementara di sini! jangan semena-mena pada pelayan di rumah ini karena kau tak jauh berbeda dengannya"


DEG


HATI FIRA SAKIT, kala mendengar ucapan Arthur yang mengatakan bahwa dirinya sama-sama rendah seperti pelayan.


Sudah cukup, Fira sudah tak tahan. Fira pun menarik tangannya yang belum selesai dibalut itu dengan kasar hingga darahnya semakin genjar untuk keluar.


"Ternyata hanya formalitas. Aku terlalu banyak berharap" batin Fira tersenyum kecut.


"Terima kasih Om!! Fira bisa lanjut sendiri!" ucap Fira lalu meninggalkan Arthur menuju ke lantai bawah dengan membawa tas nya.


"Oh ya!! Fira juga ingat kok perjanjian itu. Fira gak akan lupa" ucap Fira sambil menoleh ke belakang berusaha tetap tenang dan tegar.




"Pagi Ma!!! Mi!!! Bu!!! Mom!!!" sapa Arthur ramah.



"Pagi!!" balas mereka.



Tak lama kemudian, Davia dan Audie pun turun.

__ADS_1



"Di mana bocah itu?" batin Arthur bertanya.



"Cari Fira Thur?" tanya Bu Amor.



"Fira mana?" tanya Arthur balik.



"Dia tadi izin ada urusan" balas Bu Amor.



"Kok gak bilang sama Arthur?" lirih Arthur tapi masih terdengar oleh Mama Callista.



"Mungkin ada keperluan mendadak makanya tak sempat memberitahumu" balas Mama Callista.



\#\#\#



...***Jangan lupa tinggalin jejak***...


...***Like***...


...***Komen***...


...***Vote***...


...***Share***...


...***Hadiah***...



...***Semoga kalian suka***...


...***Happy Reading***...


...***See You Soon***!!...

__ADS_1


...***Bye Bye***...


__ADS_2