
Setelah kemarin cukup berbincang lama dengan Tasya, nampaknya Gisel sudah bisa sedikit berteman dengan Tasya. Contohnya saja saat ini, saat ini Tasya mengajak Gisel ke cafe tempat dia bekerja sebagai barista. Gisel yang tidak ada jam kuliah pun akhirnya mengiyakan ajakan Tasya.
Dan kebetulan sekali, hari ini Tasya masuk Shift siang, jadi dia bekerja dari jam 2 sampai jam 10 malam.
"Ayo," ajak Tasya pada Gisel yang saat ini sudah terlihat rapih, mereka berdua berjalan menuju ke cafe dimana Tasya bekerja. Tempatnya tidak jauh dari daerah mereka tinggal, jadi tidak membutuhkan waktu yang cukup lama.
Cafe tempat Tasya bekerja itu sangat ramai pengunjung baik itu remaja sampai ke orang dewasa. Wajar saja jika demikian, karena tempat yang tersedia di cafe itu juga bernuansa sangat bagus.
Saat diperjalanan menuju ke cafe, Gisel dan Tasya saling mengobrol dan bahkan menjadi satu sama lain. Jika ada orang yang mengetahui sifat asli Gisel dulunya, mungkin mereka tidak akan menyangka jika Gisel bisa bersikap seramah ini sekarang, bahkan tertawa lepas.
Gisel memang sudah berjanji pada dirinya dan Alm neneknya, jika dia akan berubah, dia akan merubah semua kebiasaan buruknya, dan menjadi orang baru ditempat baru ini. Dan Gisel akan perlahan membuka hatinya untuk berteman dengan orang baru.
Tidak lama mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di cafe tempat Tasya bekerja. Mereka berdua pun langsung masuk, Gisel berdiri menunggu Tasya, karena Tasya akan menaruh tas dan mengambil baju kerjanya terlebih dahulu.
Saat Gisel menunggu Tasya, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakny. Sontak hal itu membuat Gisel terkejut.
"Gis." ucap orang itu, Gisel langsung menolehkan kepalanya, dan ternyata orang itu adalah Bryan.
"Bryan, aku kira siapa." ucap Gisel sambil mengelus dadanya yang tadi sempat terkejut.
"Maaf, aku tidak bermaksud mengejutkan mu, oh iya, sedang apa kamu disini?" tanya Bryan kepada Gisel, karena tidak biasanya Gisel berjalan-jalan keluar kecuali pada hari minggu.
"Aku disini untuk mencoba beberapa menu, aku kesini dengan teman ku." ucap Gisel memberitahukan kepada Bryan jika dia kesini tidak seorang diri.
"Teman? Kamu punya teman?" tanya Bryan tidak percaya pada apa yang Gisel bicarakan. Mendengar ucapan Bryan, sontak saja Gisel memelototinya.
__ADS_1
"Apa maksud mu! Aku punya ya teman." ucap Gisel sedikit kesal pada Bryan. Melihat tingkah Gisel yang jarang sekali seperti itu membuat Bryan tertawa lepas, bahkan tidak pernah selama ini dia tertawa selepas itu.
Tasya yang mendengar keributan dari arah Gisel pun segera menghampiri nya.
"Ada apa ini?" tanya Tasya yang penasaran, karena pemandangan yang ada di hadapannya kini sangat jarang sekali dilihat.
Yups benar sekali. Bryan sebelumnya sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan perempuan sampai tertawa lepas begini.
"Jadi kamu temannya Gisel Sya?" tanya Bryan sambil terus tertawa.
"Ha? Iya, kenapa memangnya?" tanya Tasya balik kepada Bryan.
"Tidak, aku hanya terkejut saja melihat Gisel mempunyai teman akrab. Pasalnya selama ini dia selalu terlihat sendiri." ucap Bryan polos, yang tanpa sadar membuat semua orang mencerna kata-katanya lebih dalam lagi.
"Woah, sepertinya kamu cukup memperhatikan ku iya Bryan. Aku sangat bangga akan hal itu." ucap Gisel dengan spontan.
Tasya yang melihat perubahan sikap Bryan itu sontak menoleh kearah Gisel, dia menatap lama Gisel, entah itu tataan yang seperti apa jika diartikan, tapi tatapan itu sangatlah dalam.
"Iya sudah Sya, karena kamu pegawai disini, kamu saja yang rekomendasikan menunya ya, soalnya aku tidak tau apa saja yang enak." ucap Gisel pada Tasya.
Tasya yang sedari tadi menatap Gisel pun terkejut dan sedikit tersendak.
"Ah iya, ayo duduk disana dulu, Spotnya cukup bagus disana." ucap Tasya.
"Tunggu sebentar disini, aku akan mengambilkan pesanan mu." ucap Tasya, yang kemudian pergi meninggalkan Gisel sendirian.
__ADS_1
Tasya turun, dan membuatkan pesanan untuk Gisel. Tasya menghampiri Bryan, Dan menyuruh Bryan untuk membuatkan minuman yang populer di cafe ini. Setelah itu dia kemudian membuatkan makanan yang biasanya banyak peminatnya. Ada beberapa menu yang Tasya berikan untuk Gisel. Saat menyiapkan menu untuk diberikan kepada Gisel, Tasya sama sekali tidak memikirkan harga yang akan Gisel keluarkan, seperti sengaja.
Setelah selesai dengan semuanya, Tasya mengantarkan pesanan itu kemeja Gisel.
Gisel yang melihat Tasya datang dengan banyak menu pun sedikit terkejut, Banyak sekali. Batin Gisel saat melihat pesanan yang dibawa oleh Tasya.
"Ini pesanannya. Silahkan dicoba." ucap Tasya, sambil menyusun pesanan yang tadi dia bawa,
"Kamu yakin ini semua untuk ku?" tanya Gisel pada Tasya, setelah semua pesanan yang tadi dia bawa tersusun rapih di meja.
"Iyups, tentu saja, Kenapa? Kamu tidak membawa cukup uang?" tanya Tasya yang seperti hinaan secara halus.
"Bukan seperti itu, hanya saja ini sangat banyak, sangat sayang jika tidak habis." ucap Gisel.
"Tidak apa, ini semua enak, coba saja dlu, iya sudah aku tinggal dulu ya." ucap Tasya yang kemudian pergi meninggalkan Gisel sendiri dengan makanan yang sangat banyak di mejanya.
"Oh iya, semangat." ucap Gisel menyemangati Tasya.
Setelah Tasya pergi, Gisel mencoba mencicipi semua makanan dan minuman yang ada di mejanya satu persatu.
"Enak." ucap Gisel sambil tersenyum. Gisel memang suka dengan makanan yang seperti ini, jadi wajar saja jika dia bisa sedikit berubah jika sudah berhadapan dengan makanan.
Gisel terus mencicipi makanannya. Walaupun dia suka makan makanan yang manis, tubuh Gisel tetap saja kurus, berat badannya tetap saja tidak bertambah. Bahkan sang kakak saja sampai heran dengan porsi tubuh adiknya, bagaimana bisa dia makan banyak tapi berat badannya tetap segitu tidak bertambah sama sekali.
Cafe itu cukup ramai hari ini, jadi semua karyawan cafe cukup sibuk dengan pembeli yang memesan berbagai macam makanan.
__ADS_1
Cafe ini, merupakan salah satu cafe ternama didaerah sini, menunya juga banyak varian dan soal rasa bisa dijamin sangat enak. Walaupun Cafe ini jika dilihat cukup kecil, tapi didalamnya sangat bagus, dengan nuansa khusus yang tercipta disana. Membuat siapapun yang berada disana merasa nyaman, bukan hanya soal pelayanan, soal ramah tamah pun cafe ini juaranya, bahkan tidak sering cafe ini memanjakan setiap pelanggan yang datang, misalnya saja dengan penampilan musik yang dibawakan langsung oleh pegawai yang bekerja di cafe ini, sehingga selain bisa menikmati makanan yang lezat, pelanggan juga bisa bersantai ria ditempat ini.