Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian
Bab 29


__ADS_3

Pagi ini Gisel bangun dengan suasana hati dan kondisi tubuh yang sangat segar. Dia bergegas untuk mandi setelah selesai mandi dia pun langsung siap-siap dan turun kebawah , sesampainya dilantai bawah, dia langsung saja menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan, dan kebetulan hari masih sangat pagi, sehingga dia mempunyai banyak waktu membuat sarapan untuk suami dan kakeknya.


"Baiklah, mari kita lihat apa saja bahan yang ada didapur ini." ucap Gisel.


"Roti tawar, telur, mari kita lihat apakah ada bahan lain, ahh keju, sayur, sayur, dimana sayurnya." ucap Gisel lagi.


"Ah nona." ucap salah seorang pelayan yang tampak terkejut melihat kehadiran nonanya itu di dapur.


"Ah, kamu ini mengagetkan ku saja." ucap Gisel setelah tau bahwa itu salah satu pelayan yang bertugas membuat makanan dirumah ini. Walaupun begitu, dia tetap fokus mencari sayur yang akan ditambahkan di menu sarapannya kali ini.


"Maaf nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan ragu, karena melihat Gisel yang sangat sibuk sedari tadi."


"Dimana kalian meletakan sayuran?" tanya Gisel.


"Oh sayuran disebelah sini nona." tunjuk pelayan itu.

__ADS_1


Gisel pun melihat kearah sana, dan benar saja, cukup banyak sayuran yang tersimpan disana. Gisel mengambil selada, dan tomat untuk bahan pelengkap Sandwichnya.


Gisel nampak telaten menyiapkan menu sarapannya, Gisel melakukan semuanya sendiri, dia tidak mau meminta bantuan pelayan, karena dia merasa itu memang tugasnya.


Gisel mulai memasak telur yang telah ia kocok sebelumnya menggunakan teflon, dia membuat telur dadar, lalu setelah agak matang, dia meletakan roti tawar yang sebelumnya telah ia iris diatasnya dengan 2 sisi kiri dan kanan. Setelah dirasa cukup matang, dia membalik roti dan telurnya, setelah itu baru lah ia taruh keju slice dan potongan tomat serta selati, Gisel sengaja tidak menaruh saus, karena dia takut jika Leon dan kakek tidak terbiasa makan makanan pedas. setelah tersusun rapih di satu sisi, kemudian dia menutup dengan roti yang disisi lainnya, sehingga terbentuklah sandwich yang sangat cantik dan simple. Gisel membuat sandwich untuk mereka bertiga, setelah selesai dia meletakan nya di meja makan, lalu dia mengambil susu instan di lemari penyimpanan dan menuangkannya ke dalam gelas. Setelah semuanya selesai Gisel pergi ke kebun bunga yang ada dirumah itu, dia berniat untuk menyiram bunga-bunga yang terlihat sangat cantik itu.


Setelah sampai, Gisel terdiam sebentar melihat bunga yang ada di taman ini,


Sangat cantik , puji nya dalam hati.


"Kakek, bangun sudah jam 7." teriak Gisel dari depan pintu kamar kakeknya.


"Iya kakek sudah siap-siap." jawab sang kakek dari dalam kamar itu.


"Baiklah, sarapannya sudah siap dibawah kek." ucap Gisel yang dijawab iya oleh kakeknya itu.

__ADS_1


"Ah Gisel, tolong kamu bangunkan Leon, sepertinya dia masih tidur." pinta kakeknya pada Gisel. Gisel yang mendengar itu pun mau tidak mau menuruti permintaan kakeknya.


"Tuan muda bangun sudah siang." ucap Gisel sembari menggedur pintu kamar Leon yang terlihat masih tertutup.


"Aih, apakah dia belum bangun, jam berapa sekarang ini." gerutu Gisel yang berdiri didepan pintu kamar Leon.


"Leon, Hei bangunlah sudah siang." teriak Gisel lagi, tapi masih saja tidak ada jawaban. Sepertinya Leon masih berada di alam mimpinya.


Bosan karena tidak ada jawaban, Gisel pun mencoba membuka pintu kamar leon yang ternyata tidak di kunci. Dan benar saja, saat masuk kedalam, Leon masih tertidur.


Gisel berjalan menuju ke dekat tempat tidur Leon. Gisel yang awalnya berniat untuk membangunkannya malah terdiam karena melihat wajah tampan Leon saat tertidur.


"Bagaimana bisa kamu memiliki wajah setampan itu dengan sikap yang sangat buruk." ucap Gisel.


"Tuan muda, ayo bangun, sudah siang." ucap Gisel setengah berteriak ditelinga Leon yang membuatnya sedikit terganggu, tapi tetap tidak mau membuka matanya. Kesal karena Leon masih tidak mau bangun juga, akhirnya Gisel melakukan cara terakhir untuk membangunkan Leon. Dengan senyum yang mulai terlihat disudut bibirnya itu, Gisel pun menyeringai.

__ADS_1


*****


__ADS_2