
Setalh semalem sempat menyetujui surat perjanjian yang diberikan oleh Leon, pagi ini nampaknya hubungan mereka sudah menjadi seperti awal dan tampak seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara keduanya.
Suasana sarapan pagi ini nampak sangat tenang bahkan sampai mereka selesai sarapan, saat Leon menuju ke ruang kerjanya Gisel mengikutinya.
"Leon." ucap Gisel memanggilnya.
"Mm." jawab Leon. Sangat dingin, tapi Gisel tidak mempermasalahkan nya, karena dia juga sudah biasa seperti itu.
"Aku ingin kembali berkuliah." ucap Gisel.
"Lalu?" tanya Leon yang entah karena tidak mengerti atau berpura-pura tidak mengerti.
Ucapan Leon hanya dibalas dengan tatapan oleh Gisel.
"Jika kamu ingin berkuliah, ya kuliah saja, lagi pula yang memberi izin kakek bukan aku, dan yang menahan mu juga kakek bukan aku." lanjut Leon.
"Baiklah, aku akan bilang pada kakek." ucap Gisel yang kemudian pergi meninggalkan Leon.
Leon yang mendengar perkataan Gisel tadi terlihat memikirkan sesuatu, entah apa yang ada dipikiran tuan muda itu saat ini. Tapi setelah itu dia langsung bergegas mengambil tas kerjanya dan pergi menuju kantor.
****
Malam hari..
__ADS_1
Terlihat Kakek, Leon dan juga Gisel sedang makan malam bersama, dan disela makan malam itu Gisel memberanikan diri untuk membuka suara.
"Kakek." ucap Gisel.
"Iya, ada apa? Ada yang ingin kamu sampaikan kah?" balas sang kakek.
"Ah itu Gisel ingin berkuliah lagi." ucap Gisel pada sang kakek.
"Oh nanti kakek minta orang kakek untuk mengurus kepindahan kamu." balas sang kakek yang membuat Gisel cukup terkejut.
"Biasalah aku tidak pindah kek, maksudnya aku ingin tetap melanjutkan kuliah ku seperti dulu kek." lanjut Gisel.
"Ah jadi kamu meminta izin untuk tetap melanjutkan kuliah di Singapura?" tanya sang kakek mencoba memastikan.
"Iya kek." jawab Gisel.
"Tidak perlu kek, Gisel bisa sendiri, dan lagi Gisel punya apartemen disana kek, jadi Gisel tidak memerlukan tempat tinggal lagi kek." ucap Gisel pada sang kakek.
Mendengar itu pun sang kakek hanya pasrah karena dia tau Gisel akan tetap pada pendiriannya dan Leon akan tetap pada harga dirinya.
"Kalian berdua itu sudah menikah, jadi kakek harap kalian berperilaku layaknya orang yang sudah menikah." lanjut sang kakek.
"Leon antar Gisel nanti kalau dia mau berangkat, besok kakek ada acara di luar kota, jadi tidak bisa mengantar." ucap sang kakek lagi.
__ADS_1
"Terimakasih kek." balas Gisel, kemudian mereka melanjutkan makan malamnya dengan tenang.
****
"Kamu mau berangkat kapan?" tanya Leon pada Gisel, mereka saat ini sedang berada di taman, awalnya hanya Gisel saja, tapi sepertinya Leon bertanya kepada pelayannya dimana keberadaan istrinya tersebut.
Gisel tampak terkejut, pasalnya sedari tadi perhatiannya terpusat pada buku yang dia baca.
"Kapan kamu datang." ucap Gisel kaget.
"Tadi." jawab Leon singkat.
"Mungkin akhir pekan." balas Gisel dengan pertanyaan Leon tadi. Mendengar itu Leon hanya mengangguk tanda mengerti.
"Oh iya, nanti malam siap-siap, ikut aku ke acara kantor." ucap Leon.
"Kenapa aku harus ikut?" tanya Gisel yang lebih tepatnya seperti kenapa harus aku.
"Jangan lupakan posisi mu, dan ingat kamu barang ku, aku tuan mu, jadi kamu harus menuruti perintah ku." jelas Leon pada Gisel.
"Terserah." balas Gisel yang kemudian beranjak dari duduknya dan berniat untuk pergi. Tapi kemudian ada tangan yang mencegat tangannya sehingga membuat tubuhnya berbalik menghadap kearah Leon.
"Siapa yang menyuruh mu untuk pergi." ucap Leon. saat ini Gisel seperti berada dalam pelukannya. mereka sangat dekat saat ini, dan ini untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Kamu, apa yang kamu lakukan." ucap Gisel yang mencoba melepaskan tangannya yang dicekam oleh Leon tapi tidak berhasil karena tenaga pria itu lebih kuat darinya.
"Menurut mu apa yang ingin aku lakukan." ucap Leon dengan senyum khasnya yang membuat siapapun bisa terpikat dan sekaligus merasa terintimidasi .