Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian
Bab 36


__ADS_3

Leon dan Gisel berangkat menuju pesta, Leon menyetir mobilnya sendiri. Jalanan pada malam hari ini terlihat sangat indah dengan lampu-lampu yang menghiasi di setiap jalan yang mereka lalui.


Mereka berdua sama-sama diam, Leon hanya menatap lurus kejalan didepan, sedangkan Gisel hanya menikmati pemandangan jalan dari balik kaca mobil itu. Terlihat sangat sunyi dan bahkan benar-benar sunyi hanya terdengar suara mesin mobil, padahal jika dipikirkan mobil yang mereka naiki memiliki spek yang sangat bagus tapi karena keheningan yang tercipta suara mobil itu bisa terdengar.


kurang dari satu jam mobil yang mereka naiki akhirnya sampai ditempat yang mereka tuju, sebuah hotel yang sepertinya memang disewa untuk pesta kantor kali ini.


Leon pun mematikan mobilnya dan membuka sabuk pengaman nya,


"Ayo turun." ucap Leon pada Gisel. Mendengar kalimat ajakan dari Leon, Gisel pun langsung menoleh kearah nya.


"Tidak bisakah aku disini saja?" tanya Gisel pada Leon.


Mendengar perkataan Gisel, Leon langsung menatapnya dengan tajam.


"Aku tidak mengajak mu kesini untuk menjaga mobil ku." ucap Leon yang kemudian langsung keluar dari mobilnya. Gisel yang tidak memiliki pilihan pun mau tidak mau harus menuruti perintah tuan muda yang saat ini sudah menjadi suaminya itu.


Setelah mereka berdua turun, Leon mendekati Gisel dan menyuruh Gisel untuk menggandeng lengannya.


"Ayo masuk." ajak Leon lagi. Gisel hanya menurut. Mereka nampak seperti pasangan yang sangat serasi dan saling melengkapi. Leon bahkan tidak membiarkan Gisel melepaskan gandengan tangan mereka.


Mereka berdua melangkah masuk, saat mereka sudah berada didalam aula, terlihat disana sudah sangat ramai, bahkan banyak orang penting dan pengusaha asing yang datang ke acara kantor kali ini.


Semua orang terlihat sibuk dengan obrolan mereka masing-masing, hingga mereka melihat Leon dan Gisel berjalan kearah mereka. Semua mata itu kini tertuju pada mereka berdua. Semua orang terpesona dengan ketampanan dan kecantikan Leon dan Gisel. Dan lagi ini adalah kali pertama Leon mengajak Gisel ke acara seperti ini. Walaupun ada beberapa orang yang sudah tau kalau mereka telah menikah.


"Benar-benar pasangan yang serasi." mungkin begitulah arti tatapan orang-orang itu.


Leon dan Gisel pun berjalan ketengah aula, dimana disana sudah ada orang-orang yang terlibat andil dalam acara pada malam ini.


"Leon."

__ADS_1


"Selamat atas kesuksesan proyek kita kali ini Dimas." ucap Leon memberi selamat pada temannya itu.


"Senang bekerja sama dengan mu, semoga ada lain kali." ucap Dimas kepada Leon.


Keduanya adalah teman semasa SMA, keduanya sering sekali memperebutkan peringkat pertama di kelas. Bahkan sampai sekarang pun mereka juga bersaing dalam dunia bisnis, tapi persaingan secara sehat.


"Ah ini siapa?" tanya Dimas pada Leon. Gisel yang merasa ditanya pun segera mengalihkan pandangannya kepada teman Leon itu.


"Dia istri ku." jawab Leon singkat.


"Istri? Woah kenapa sangat cepat." ucap Dimas diikuti dengan tawa candaannya.


"Ku rasa itu bukan urusan mu." balas Leon dengan nada dingin. Mendengar jawaban dengan nada dingin itu membuat Dimas terdiam dan tidak ingin bertanya lagi.


Setelah bertegur sapa dengan Dimas, Leon pun menarik Gisel untuk menjumpai pengusaha lainnya, layaknya orang yang sangat dihormati, Leon benar-benar terlihat seperti penguasa. Semua orang yang ada disekitarnya menyalaminya ada yang memang benar-benar tulus memandang Leon, dan ada juga yang hanya ingin memanfaatkan Leon berharap dapat proyek besar.


Wajar saja jika banyak orang yang mendekati Leon hanya untuk kepentingan diri sendiri, mengingat seberapa suksesnya Leon di usianya yang masih muda. Tapi walaupun begitu Leon tetap tau dan bahkan sadar, mana orang yang hanya memanfaatkannya dan mana orang yang hanya ingin mengambil keuntungan darinya.


Gisel terlihat mulai bosan dengan perbincangan itu, pasalnya tidak ada yang dia mengerti.


"Benar-benar membosankan, berapa lama lagi ini akan selesai." batin Gisel sambil menghela nafas pelan.


Tampaknya ada yang memperhatikan gerak Gisel yang terlihat bosan itu.


"Leon, kenapa kamu tidak mengenalkan istri mu saja, kasihan dia dari tadi hanya diam saja." ucap salah seorang itu. Mendengar ucapan itu, sontak Gisel menoleh kearah mereka dengan senyuman canggungnya.


Gisel menoleh kearah Leon, dan Leon pun hanya mengangguk.


"Perkenalkan saya Gisel." ucap Gisel sambil tersenyum.

__ADS_1


"Selain pandai dibidang bisnis, ternyata kamu juga pandai memilih calon istri iya." puji seseorang rekan Leon. Leon hanya membalasnya dengan senyuman.


"Kalau kamu bosan pergilah ambil makanan dan tunggu aku di meja luar." ucap Leon.


Mendengar perkataan Leon Gisel sangat senang,


"Kenapa tidak dari tadi saja kamu bilang seperti itu." batin Gisel sambil tersenyum kearah leon.


Setelah itu Gisel pun langsung berjalan kearah meja hidangan yang ada diruangan itu, sangat banyak makanan yang dihidangkan disana.


"Makanan disini terlihat enak, tapi kenapa aku tidak selera melihatnya." batin Gisel.


Lalu Gisel pun hanya mengambil minuman dan langsung berjalan kearah luar, dan duduk di salah satu kursi yang ada disana, pemandangan disini sangat bagus, karena tempat ini bisa dibilang cukup jauh dari pusat kota, sehingga suasananya terlihat sangat tenang. Gisel merasa sangat tenang saat ini, walaupun dinginnya udara malam ini menerpa kulit mulusnya itu.


Tiba-tiba dari dalam ruangan terdengar alunan musik yang sangat merdu. Dan tidak alam terdengar suara sorakan orang-orang disana. Awalnya Gisel tidak ingin tau, dan bahkan mengacuhkan suara riuh itu, karena dia pikir sebentar lagi mereka akan berhenti, tapi ternyata tidak, suara itu masih tetap ada, entah apa yang membuat mereka bersorak seperti itu.


Karena rasa penasarannya Gisel pun melihat kearah kerumunan itu. Rupanya didalam aula mereka semua sedang berdansa, Gisel pun lalu mencari sumber suara yang membuat semua orang heboh itu.


Gisel mengalihkan pandangannya dan mencoba memfokuskan matanya, ternyata orang yang disoraki itu adalah Leon suaminya. Leon sedang berdansa dengan seorang perempuan yang Gisel tau itu adalah siapa, tapi Gisel tidak ingat namanya, karena mereka pernah bertemu saat acara pernikahan dirinya dan Leon.


Gisel hanya melihat orang-orang itu dengan tatapan dingin dan bosannya, memang begitulah Gisel, hanya orang-orang tertentu saja yang tau seperti apa Gisel. sementara orang yang baru mengenalnya pasti menilainya sangat judes, ditambah dengan tatapannya itu. Gisel tampak menikmati pertunjukan menari itu.


Sementara itu Leon sepertinya sadar jika Gisel saat ini melihatnya, tapi dia tidak mencoba untuk menghentikan dansanya itu. Sampai diakhir musik pasangan dansanya itu memberi ciuman manis dipipi Leon. Semua yang menyaksikan itu tambah bersorak, sementara Leon, dia langsung melihat kearah Gisel yang ternyata tetap tidak berkutik dan hanya diam saja menatap kearahnya.


"Perempuan itu bahkan hanya diam melihat suaminya dicium oleh perempuan lain." batin Leon.


Merasa pertunjukannya sudah selesai, Gisel pun kembali berpaling dan melangkah menuju kursinya tadi dan melanjutkan acara minumnya yang tertunda karena menyaksikan pertunjukan barusan.


*****

__ADS_1


Makasih yang udh mau ngsh sarannya, jangan lupa like dan vota yak, makasih🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️


__ADS_2