
Setelah menyaksikan pertujukan singkat itu, kini Leon pergi melangkahkan kakinya mengikuti arah Gisel. Tampaknya Gisel benar-benar sudah berhasil menarik perhatian seorang tuan muda yang terkenal sangat dingin itu.
****
Gisel rupanya pergi menuju parkiran, ternyata tempat seperti itu sangat tidak cocok dengannya, mengingat selama ini Gisel juga merupakan orang yang anti sosial.
Gisel melangkah dengan santai hingga akhirnya langkahnya terhenti.
"Sial, aku lupa jika aku tidak memegang kunci mobilnya." batin Gisel sambil menarik nafas panjangnya. Gisel melihat sekeliling, suasana parkiran ini sangat tenang, bahkan suara angin pun dapat terdengar, sangat berbeda sekali dengan suasana didalam tadi yang hampir membuatnya frustasi, ditambah lagi dengan perempuan-perempuan penggosip itu.
Gisel mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecil yang tadi ia bawa, dia mencari nomer telfon Leon. Tapi belum sempat dia menelfon Leon sudah berdiri didepannya.
"Hendak menelfon ku?" tanya Leon. Yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Gisel.
Leon langsung memberikan Gisel isyarat untuk segera masuk ke mobil, dan mereka berduapun pergi meninggalkan rempat itu.
Malam yang membosankan itu pun berakhir untuk Gisel, akhirnya dia kembali tenang tanpa mendengar ocehan dan hujatan orang-orang itu.
****
Suasana di Singapura sangat terik saat ini, mungkin karena peruban cuaca yang terjadi secara mendakak.
__ADS_1
Bryan nampak memasuki salah satu cafe di dekat tempatnya tinggal. tapi saat hendak memesan menu ada seseorang yang memanggilnya.
"Bryan?" panggil orang itu yang sepertinya terlihat sedikit ragu apakah itu orang yang dia kenal atau tidak.
"Kak Putri?" tanya Bryan balik kepada perempuan yang tadi memanggilnya.
"Ternyata benar, kamu astaga." ucap seorang yang diketahui bernama putri.
"Maaf, apakah kamu jadi memesan?" tanya pelayan yang ada di cafe itu. Mereka berdua pun mengangguk dan langsung saja memesan menu yang biasanya mereka pilih.
Kini Bryan dan Putri sudah duduk berdua disalah satu meja dan terlihat berbincang bersama.
"Bagaimana kabar mu?" tanya putri kepada Bryan,
"Kakak baik, iya sudah hampir 10 tahun ya, kakak tidak menyangka kakak masih bisa mengenali mu." ucap putri yang terlihat bangga dengan dirinya.
"Ternyata kakak tidak berubah sedikit pun ya, malah terlihat semakin cantik." puji Bryan pada putri.
"Kamu ini bisa saja, tapi memang banyak yang bilang seperti itu." lanjut putri.
Mereka terlihat sangat akrab walaupun baru bertemu kembali setelah sekian lama.
__ADS_1
"Oh iya, bagaimana kabar Leon?" tanya putri tiba-tiba.
"Ah dia baik-baik saja." jawab Bryan.
"Apakah dia masih sendiri?" tanya Putri lagi.
Bryan sedikit terdiam, pasalnya dia juga tidak tau soal status kakaknya saat ini, tapi terakhir kali yang dia tau kakaknya masih sangat susah melupakan mantannya ini.
"Mungkin masih sama seperti dulu, kakak sendiri tau kan bahwa dia sangat mencintai kakak." jawab Bryan.
"Kakak sangat menyesal atas itu, waktu itu kakak benar-benar tidak punya pilihan selain pergi dan memperbaiki diri." jawab Putri dengan raut waja menyesal.
"Sudahlah kak, semuanya sudah terjadi, dan tidak ada yang bisa disesali lagi." ucap Bryan mencoba menenangkan Putri.
Putri Clarisa, adalah seseorang yang pernah mengisi hari-hari Leon dan Bryan dulu, Putri adalah seseorang yang sangat Leon sayangi dan cintai, bahkan Leon akan melakukan apapun demi Putri. Dan Bryan sendiri sudah menganggap Putri sebagai kakaknya, karena Putri adalah sosok perempuan yang sangat perhatian kepadanya dan kakaknya.
Mereka sangat dekat, hingga suatu hari hal yang tidak pernah mereka bayangkan pun terjadi, Putri menghilang secara tiba-tiba dari kehidupan mereka, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, benar-benar hilang seperti dia tidak pernah ada sebelumnya.
Leon sudah mencoba memcari keberadaan Putri, namun hasilnya nihil, dia tidak menemukan Putri dimana pun, dia sangat sedih pada saat itu, bahkan dia terlihat sangat frustasi, bagaimana bisa dia bertahan disaat orang yang sangat dia cintai dan sayangi pergi begitu saja dari hidupnya.
Dunia Leon benar-benar hancur pada saat itu, ditambah lagi sang nenek juga pergi meninggalkannya, dia dipaksa kuat oleh keadaan yang selama ini juga telah membuatnya menjadi orang lain, dia harus kuat di depan Bryan yang juga terpuruk karena kepergian nenek yang sangat mereka sayangi.
__ADS_1
Hanya didepan Putri lah Leon bisa menjadi dirinya, dan menunjukan sifat aslinya.
******