Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian
Bab 42


__ADS_3

Saat ini Gisel dan Leon terlihat sedang bersiap-sip untuk berangkat menuju bandara.


***


"Tidak ada yang tertinggal?" Tanya sangat kakek pada Gisel. Gisel pun sontak menoleh ke arah sangat kakek.


"Tidak ada Kek, semuanya sudah siap, tinggal berangkat saja." jawab Gisel.


"Ya sudah, ayo masuk ke dalam mobil." Ajak sangat kakek. Semua barang dan Koper yang Gisel dan Leon akan bawa sudah tersusun di bagasi mobil, mereka pun langsung pergi menuju bandara, karena penerbangan yang mereka pesan pagi ini pukul 7:00 WIB.


***


Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di bandara. Gisel dan Leon pun langsung bergegas masuk ke dalam bandara setelah berpamitan dengan sang Kakek.


"Senang bisa bebas lagi?" Tanya Leon saat mereka sudah duduk di dalam pesawat. Gisel sama sekali tidak menoleh kepada Leon.


"Tidak ada kata bebas selama masih ada kamu disini." Jawab Gisel yang membuat Leon sontak terdiam.


Mendengar itu Leon hanya bisa menghela nafasnya, kemudian dia melanjutkan aktifitasnya bermain ponsel. Sementara Gisel, dia memilih untuk memejamkan matanya sebentar.


****

__ADS_1


Setelah beberapa lama akhirnya pesawat yang mereka naikin pun mendarat dengan selamat. Setibanya di bandara mereka langsung di jemput okeh supir pribadi yang kebetulan orang Indonesia juga.


"Antar ke alamat ini ya pak." ucap Gisel pada pak supir, Leon yang mendengar itu pun langsung angkat bicara.


"Kakek menyuruh mu untuk tinggal di apartemen ku." ucap Leon pada Gisel.


"Aku bukan anak kecil lagi, aku bisa menjaga diri ku sendiri." bantah Gisel yang memang sejak awal dia sama sekali tidak ada niat untuk tinggal di apartemen Leon, dia bilang iya hanya karna merasa tidak enak pada Kakek.


Leon yang sepertinya tidak ingin berdebat dengan Gisel pun akhirnya hanya menghela nafas dan memberi isyarat kepada pak supir. Pak supir yang paham akan isyarat itu pun akhirnya kembali melakukan mobilnya menuju ke alamat yang telah Gisel berikan tadi.


****


"Sudah sampai?" ucap Gisel yang membaca pesan dari Bryan tersebut. Gisel langsung membalasnya.


"Sudah, aku sedang beristirahat, ayo bertemu nanti malam." balas Gisel.


Setelah membalas pesan dari Bryan, Gisel pun langsung tidur dia merasa tubuhnya sangat lelah dan butuh istirahat.


****


Sementara itu Leon terlihat sedang sibuk menelfon seseorang.

__ADS_1


"Aku baru saja tiba dan kamu sudah mengganggu ku." bentak Leon pada orang tersebut.


"Sudahlah, jika ada yang perlu kamu tanyakan, tanyakan saja nanti, aku lelah." ucap Leon lagi, dan selanjutnya telfon pun di putuskan secara sepihak oleh Leon.


Leon terlihat menarik nafasnya dalam.


"Apa yang sedang dia lakukan saat ini." gumam Leon yang sepertinya sedang memikirkan Gisel.


"Aih terserah lah, jika terjadi sesuatu dia tanggung sendiri." ucap Leon lagi.


****


Bryan yang baru saja pulang kerja langsung buru-buru menuju apartemen nya, karena dia sangat merindukan Gisel dan ingin segera bertemu dengan Gisel.


"Gisel.." teriak Bryan yang baru saja keluar dari lift. Gisel yang mendengar namanya di panggil pun segera saja menoleh kearah sumber suara, dan terlihat Bryan seperti berlari kecil kearahnya, dan pada saat itu Bryan langsung memeluk Gisel.


"Aku sangat merindukanmu." gumam Bryan sangat pelan, dan mungkin sana Gisel tidak mendengar itu.


Lama mereka berpelukan hingga akhirnya Gisel memulai percakapan.


"Ekhm.. kamu terlalu lama memeluk ku, aku sampai kehabisan nafas." protes Gisel pada Leon.

__ADS_1


__ADS_2