Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian
bab 28


__ADS_3

Gisel kembali ke rumah utama mereka setelah tadi berbincang singkat dengan Leon. Dia langsung menuju ke kamarnya untuk mandi.


****


Selesai mandi Gisel mengecek ponselnya, ternyata ada pesan dari Bryan.


Apa ini, dia sedang spam atau khawatir batin Gisel.


Gisel pun langsung membalas pesan itu.


"Maaf, tadi ponsel ku tertinggal di kamar." balas Gisel. Tidak butuh waktu lama, pesannya tadi langsung di balas oleh Bryan.


"Astaga, aku mengirim mu pesan tadi pagi, dan liat sekarang jam berapa nona." membaca pesan tersebut membuat Gisel sedikit tertawa.


"Ayolah, aku sudah minta maaf." balas Gisel dengan emot tertawa.


"Iya sudah, tidak apa-apa. ah iya apa yang kamu lakukan hari ini?"


"Tidak ada, hanya kegiatan biasa seperti biasanya."


"Benarkah, tidak ada yang spesial?"


"Tidak ada, semua terlihat biasa saja."


Mereka berdua tampak larut dalam berbalas pesan singkat, hingga Gisel pun merasa mengantuk dan dia berinisiatif untuk mengakhiri chat mereka malam ini. Bryan pun juga mengucapkan selamat tidur pada Gisel.

__ADS_1


Ditempat Bryan


"Ciee yang habis chatan. uhuk uhuk." ucap Candra teman dekat Bryan.


"Apaan, cuma chat biasa, tidak perlu melebih-lebihkan." balas Bryan.


"Iya biasa, tapi menunggu balasannya yang tidak biasa iya kan." ledek Candra lagi.


"Apaan sih."


"Dari pagi lu kagak fokus kerja pasti karna nungguin chat dari Gisel kn, ngaku deh." ucap Candra yang semakin menjadi meledek Bryan.


"Bisa diam tidak." balas Bryan yang mulai risih dengan sahabatnya itu.


"Suka?"


"Iya suka, kamu bukan lah orang yang akan menunggu balasan dari chat orang lain sampai berkali-kali melihat ponsel. Dan tadi kamu seperti itu, orang itu Gisel, terlihat benar-benar seperti orang penting untuk mu." jelas Candra pada Bryan.


"Masa sih seperti itu." ucap Bryan tidak percaya. Dan hanya mendapat anggukan sebagai balasan atas pertanyaannya.


"Ah sudah lah, aku mau masuk." ucap Bryan yang kemudian masuk kedalam apartement mereka.


"Benarkah dia sedang jatuh cinta. woah, padahal selama ini dia terlihat sangat dingin pada semua perempuan. Gisel benar-benar hebat. Jika mereka benar-benar jadian, aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi semua orang yang mengejar Bryan, pasti jadi hari patah hati untuk fans nya." ucap Candra berdialog dengan angin sambil tertawa. Kemudian sejenak dia terdiam dan berpikir.


Tapi siapa Gisel. Kami belum terlalu mengenalnya, bagaimana jika nanti malah Bryan yang terluka karena mencintai Gisel. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Bryan akan hancur jika benar karena mencintai Gisel dia akan terluka. batin Candra.

__ADS_1


"Aih sudahlah, biarkan saja waktu yang mengatur semuanya." ucap Candra yang kemudian juga masuk ke dalam apartement mereka.


****


Leon yang sudah selesai mandi pun langsung ke ruang kerjanya, karena seharusnya barang yang dia pinta sudah ada sekarang.


Dan benar saja, sesampainya diruang kerja, barang yang ia minta carikan sudah tersedia rapi diatas meja kerjanya. Leon duduk di kursinya dan mengambil kertas tumpukan tersebut. Dia membaca semuanya dengan sangat teliti tanpa ada satupun yang ia lewatkan.


Anak ini, batin Leon yang kemudian termenung. Dia tidak menyangka jika Gisel melalui semua ini seperti itu, Tapi perempuan itu masih bisa bersikap seolah selama ini hidupnya bahagia,


Setelah membaca keseluruhan data tentang Gisel, Leon sedikit merasa bersalah, benar sekali, hanya sedikit, karena dia adalah tuan muda Leon, yang sangat enggan mengatakan isi hatinya yang sejujurnya.


"Oh, dia berkuliah di Singapore, apakah mereka berada di kampus yang sama."


"Ah sudah lama sekali aku tidak mengobrol dengan anak itu. Bagaimana sekarang kabarnya, apakah hidupnya baik-baik saja." ucap Leon yang terlihat mengkhawatirkan seseorang yang sudah lama tidak ia tau kabarnya.


Leon keluar kamar untuk makan malam.


"Selamat malam tuan." sapa semua pelayan dirumah itu saat melihat Leon menuju ruang makan.


"Dimana Gisel?" tanya Leon.


"Nona Gisel tidak ikut makan malam tuan, dia bilang ingin langsng beristirahat." jawab salah seorang pelayan yang ada didekatnya.


Mendengar jawaban itu, Leon pun hanya mengangguk saja, kemudian dia langsung makan. Selesai makan dia langsung kembali ke ruang kerjanya, ada beberapa berkas yang belum dia selesaikan tadi.

__ADS_1


__ADS_2