Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kesepian
Bab 26


__ADS_3

Alina pun menunggu apa yang akan diucapkan oleh ayah nya. Jujur selama ini dia sangat penasaran, kenapa kedua orang tuanya sangat tidak berperasaan memperlakukan Gisel seperti itu, bahkan setidaknya jika Gisel anak tiri, dia tidak harus mendapatkan perlakuan yang sangat buruk seperti itu, terlebih lagi selama ini keluarga mereka hidup dengan sangat berkecukupan.


"Dia adalah dalang dibalik semua kehancuran dirumah ini." ucap Devan pada anak kesayangannya itu.


Alina diam, dia bukan tidak mengerti, hanya saja masih banyak pertanyaan yang tersimpan di kepalanya. Dia ingin sang ayah menjelaskan dengan jelas semuanya secara detail.


"Dia anak haram yang tidak diinginkan di rumah ini, dia juga yang menyebabkan nenek mu meninggal, dia itu adalah pembawa sial. Dan sampai kapan pun, papa tidak akan pernah menganggapnya ada di rumah ini. Dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun." jelas Devan yang kemudian hendak beranjak menuju kamarnya setelah sebelumnya dia melihat ekspresi wajah dari putrinya itu.


Tapi, belum sempat dia melangkahkan kakinya, Alina mengeluarkan suara. .

__ADS_1


"Karna itu kah kalian berdua memperlakukannya seperti itu?"


"Alina, sudahlah sayang."


"Apa menurut kalian Gisel pernah memilih untuk terlahir seperti itu? Apa kalian pikir Gisel menginginkan semua itu terjadi?"


"Kalian, , apakah selama ini Gisel pernah marah pada kalian? Apakah selama ini dia pernah protes tentang semua perlakuan yang kalian berikan padanya? bahkan pada saat kalian menjualnya, apakah dia pernah menolak ha! tidak, dia tidak pernah menolak semua keinginan kalian."


"Lantas kalian, orang tuanya, apakah menurut kalian dia pantas menjual hidupnya demi kalian padahal selama ini kalian juga tidak pernah memperlakukannya layaknya anak kandung!"

__ADS_1


Devan dan Melinda nampak terdiam, sepertinya kata-kata dari Alina saat ini benar-benar menampar mereka, tapi biar bagaimana pun mereka tetap beranggapan bahwa semua masalah yang terjadi di rumah ini adalah salah Gisel.


"Woah, Gisel benar-benar hebat, setelah semua perlakuan yang dia Terima selama ini, dia tetap membiarkan dirinya dijadikan pion dirumah ini, jika aku menjadi Gisel, setelah aku menikah dengan orang kaya itu, maka aku akan membuat kalian berdua bangkrut lagi." ucap Alina dengan nada dinginnya.


Alina selama ini diam, bukan berarti dia tidak ingin membela Gisel, hanya saja dia tidak ingin menjadi anak durhaka, tapi kali ini perlakuan yang Gisel Terima memang sangat keterlaluan.


"Kalian harus ingat, semua perbuatan yang kita lakukan didunia ini akan ada balasan, entah itu balasan yang baik, atau pun balasan yang buruk. Dan lagi, apakah menurut kalian almarhum nenek akan senang dengan apa yang kalian lakukan terhadap Gisel. Bayangkan saja, cucu yang dia perjuangkan dengan nyawanya ternyata hanya dianggap barang atau bahkan sampah yang bisa diperjual belikan dan diperlakukan semenah-menah. Lucu ya kalian, meraup keuntungan, dari orang yang selama ini kalian rugikan."


"Kalian dengar, aku tidak akan membiarkan semua ini terus terjadi pada Gisel, aku akan menghancurkan pernikahan itu apapun caranya, Gisel yang selama ini sudah menderita berhak mendapatkan kebahagiannya. Dan maaf, untuk kali ini, aku tidak berada di pihak kalian." ucap Alina tegas tanpa rasa getar atau pun takut, kemudian dengan langkah anggunnya dia pergi berjalan melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamarnya. Meninggalkan kedua orang tuanya yang termenung menatap pundak Alina.

__ADS_1


__ADS_2