Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
1. Tangis pilu


__ADS_3

suara sirene ambulance begitu mengema di setiap sudut desa,menghantarkan dua orang jenazah korban kecelakaan.


"Bu de hanifah ini ada apa? kenapa ibu dan ayah, tidak ibu ayah jangan tinggalkan sila. tanya sila yang baru pulang belajar bersama teman-teman nya, di usia sila yang masih kecil dia cukup faham dengan situasi."


tangisan sila seolah menjadi belati di hati ibu Hanifah yang tak lain tetangga arsila.


diri nya tak mampu menjawab hanya tangis dan berusaha menenangkan sila.


arsila yang terlalu lama menangis sempat mengalami sesak nafas, sontak hal itu membuat ibu Hanifah sempat panik.


para tetangga pun merasa pilu dengan apa yang terjadi pada sila, pasal nya diri nya hanya sebatang kara, bahkan tetangga nya tidak ada yang tahu saudara dari keluarga sila.


mereka tidak ada yang pernah melihat saudara sila berkunjung.


di sisi lain para warga menyiapkan tempat pemakaman untuk kedua jenazah.


sementara sila di tenangkan oleh ibu-ibu, ada juga yang memandikan dan mengkafani jenazah.

__ADS_1


setelah di rasa arsila tenang mereka membawa jenazah ke masjid untuk di sholat kan kemudian di hantarkan ke pemakaman.


sepanjang pemakaman arsila tidak berhenti untuk menangis di rangkulan ibu Hanifah, seolah dia menguatkan arsila.


perlahan tanah menutupi ke dua orang tua arsila dan semua nya gelap.


arsila membuka mata menerawang langit kamar, mencoba mengingat kejadian sebelum nya berharap semua cuma mimpi.


"eeh sila sudah sadar, minum dulu teh nya. ujar Bu Hanifah yang baru saja masuk kamar sila."


arsila terdiam tak lama dia terisak.


"sila jangan nangis terus ya, ikhlas kedua orang tua kmu nanti mereka sedih melihat kmu menangis, kan masih ada Bu Dhe, Bu Dhe sayang sama sila. sekuat tenaga bu dhe menguat kan sila bagaimana pun ini takdir sila, diraih nya tubuh kecil itu ke dalam pelukan nya."


hari pun mulai gelap, setelah acara tahlilan perlahan para warga meninggal kan kediaman sila hanya menyisakan beberapa ibu-ibu yang masih berberes.


"sila makan dulu yuk, Bu Dhe suapin. ujar Bu Dhe pasal nya dari pagi sila belum mau makan."

__ADS_1


"sila belum lapar Bu Dhe. jawab sila"


"Kalau sila gak mau makan sila minum susu ya, nanti Bu Dhe sedih kalau sila sakit.ucap Bu Dhe sambil menangis rasa nya gak sanggup dengan derita sila".


sila pun meminum susu yang di buat kan Bu Dhe, tak ingin membuat orang yang peduli pada nya ikut merasakan kesedihan sila.


"Bu Dhe janji akan sayang sama sila seperti anak Bu Dhe sendiri. ucap Bu Dhe sambil mencium kening sila."


sila yang masih engan untuk bicara pun memeluk Bu Dhe nya, tentu sila merasa bahagia masih ada yang menyayangi nya.


ntah sila benar-benar tidak tau harus bagaimana ke depan nya.


orang tua nya tempat ia mengadu tempat ia bermanja orang yang selalu ada untuk sila sudah tiada, mereka sudah pulang.


pulang ke rumah yang seharus nya.


"Sila harus kuat Bu Dhe selalu ada buat sila sekarang sila bobo ya, Bu Dhe temenin sila di sini. ujar nya sambil membaringkan sila di ranjang dan memeluk sila mereka berdua terlelap dalam keheningan malam dan suasana yang berbeda."

__ADS_1


selamat membaca ini karya ke dua author


mohon kritik saran dan tinggalkan jejak kalian di sini ya terimakasih 🤗


__ADS_2