
Hari ini adalah hari Minggu arti nya sila libur sekolah. dan hari ini ia akan menikmati kebersamaan bersama Bu Dhe dan bibi nya, ntah kenapa belakangan diri nya begitu ingin selalu dekat dengan Bu Dhe nya, bahkan sila sudah tidak ingin Bu Dhe nya membuat kue lagi, dengan alasan tidak ingin Bu dhe nya terlalu lelah.
mereka saat ini sedang berada di pasar untuk membeli bahan-bahan kebutuhan mereka.
"Bu Dhe hari ini kita masak apa ya. tanya sila pada bu dhe, pasal nya mereka sedang memilih sayur".
"Bagaimana kalau bikin sayur lodeh saja mbak yu. usul bibi".
"boleh, sama bikin ayam crispy aja gimana? ujar Bu Dhe".
"wah seperti nya enak bu Dhe, nanti kita bikin puding ya. semangat sila".
"Boleh dong. jawab nya".
"sila pas besar nanti pasti pinter masak. ujar bibi".
"kata Bu Dhe anak perempuan harus bisa memasak, buat Masakin suami. ujar sila dengan polos yang di sambut ketawa kecil dari Bu Dhe dan bibi".
kemudian mereka melanjutkan blanja nya, dari kebutuhan dapur,isi kulkas,sabun dan lain nya.
setelah semua nya terbeli mereka pun langsung pulang ke rumah.
sesampainya di rumah ,sila langsung mencuci sayuran dan menata nya ke dalam kulkas, sedang kan bahan yang akan di masak ia bersihkan dan di potong sesuai kebutuhan.
setengah jam setelah beristirahat Bu Dhe dan bibi masuk ke dapur dan memulai masak nya.
__ADS_1
satu jam berlalu makanan sudah siap di meja makan, begitu juga dengan puding. mereka pun makan siang bersama ada juga pak Dhe yang lebih sering ikut bergabung.
"enak banget masakan nya sila yang masak ya. canda pak Dhe".
"hehehe yang masak Bu Dhe sama bibi kok pak Dhe, sila cuma bantuin potong-potong sayur. jawab sila".
"oh ya gak papa, besok-besok pasti pinter masak. ujar pak Dhe dengan tersenyum".
usai makan siang sila membereskan piring kotor lalu mencuci nya.
selesai sholat sila belajar di kamar nya, kemudian bibi masuk dengan membawa handphone seperti nya sedang bicara dengan seseorang di sebrang.
"nah kakak brian kenalin ini sila dan sila kenalin ini anak Bibi. ujar Bibi yang mengarahkan handphone nya ke wajah sila".
"hai dek sila. sapa kak Brian".
"harus nya sila sebagai kakak, tapi karena sila lebih muda dan cewek jadi gak papa ya, nanti kan kak Brian yang jagain sila. ujar Bibi".
"gak papa Bun, sila lagi apa nih. tanya kak Brian".
"lagi belajar kak, kakak sendiri lagi apa? jawab sila".
"lagi nyantai aja nih, kapan kmu mau main ke Bandung dek? tanya kakak".
"Belum tahu kak mungkin nanti kalau liburan, atau kakak main ke sini. ujar sila".
__ADS_1
"Boleh nanti kapan-kapan aku main ke sana, tapi apa kmu gak kepikiran buat sekolah dan tinggal di sini aja dek, kita ini keluarga loh buka orang lain. Ujar kakak.
"nanti ya kak, kemarin paman dan bibi sudah menawari sila, tapi sila pikir-pikir dulu ya kak. Jawab sila".
"iya gak papa".
setelah ngobrol cukup lama, sila merebahkan diri di kasur nya dan mulai memikirkan tawarkan keluarga bibi nya.
banyak hal yang berkecamuk di fikiran sila bagaimana dengan Bu dhe jika sila ikut keluarga nya, bagaimana diri nya harus jauh dari makam orang tua nya, bagaimana diri nya membentang kan jarak pada sahabat yang menemani nya dari kecil.
ada rasa takut tersendiri di hati sila sungguh berat.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...selamat membaca terimakasih yang sudah berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote nya beri semangat terus author ya 🤗...