Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
25.Nano-nano


__ADS_3

Sila terdiam beberapa saat, ntah nervous atau apa lah setelah beberapa pekan tidak bertemu kini seseorang itu berada di depan nya.


Hem,,,


"eeh, waallaikumsalam kak" jawab sila yang agak gugup.


ternyata kegugupan sila di lihat Rasya yang membuat nya tersenyum kecil.


"eeh rasya" sapa kak Brian. "Ade ada kak Rasya kok gak di suruh masuk, sini biar kakak aja yang bawain barang nya bunda" ujar kak Brian.


"iya kak, kak Rasya mari masuk" ajak sila.


Rasya hanya diam diri nya malah ngobrol bersama Brian seraya berjalan masuk ke toko, sontak hal tersebut membuat sila kesel, karena di abaikan Rasya.


Bunda yang baru saja keluar dari ruangan nya langsung bertemu dengan Rasya.


"eeh ada nak Rasya, assalamualaikum" ucap nya.


"waalaikumsalam warahmatullah, iya Tante saya ke sini mau ambil kue nya umi yang ketinggalan" jelas nya.


"ouh iya, ini kue nya tadi nya kalau gak di ambil Tante sendiri yang akan antar ke dalem saya" ucap bunda.


"jadi ngerepotin Tante" ujar nya.


"gak repot kok, ini kue nya sekalian ini ada puding buat umi salam juga buat umi dan Abah" ucap bunda.


"baik tan, terimakasih puding nya nanti Rasya sampaikan salam nya, kalau gitu Rasya langsung pamit ya Tan assalamualaikum" ucap nya.


"iya hati-hati di jalan, waalaikum salam warahmatullah".


"aku pulang dulu bi" pamit nya pada Brian.


"iya hati-hati di jalan sya" ujar nya.

__ADS_1


tak lama setelah kak Rasya pulang, sila bunda dan kak Brian pun juga pulang.


🌱🌱🌱


ke esokan hari nya.


pagi ini sila sedang di make up oleh salah seorang mua yang di panggil bunda ke rumah khusus untuk sila dan bunda.


"masyaallah cantik nya putri bunda" puji bunda.


"ah bunda sila kan jadi malu, di hapus aja ya make up nya" ujar sila yang serasa tak nyaman dengan makeup tersebut padahal makeup nya sudah yang paling natural.


"eeh jangan dong, nanti temen kmu semua pasti banyak yang lebih heboh dari kmu,tapi cantik banget dek" ujar bunda.


"sudah pada siap ya, sila maafin ayah ya ayah gak bisa datang mendadak harus ke luar kota" jelas ayah.


"gak papa yah, kan ada bunda sama kak Brian ya kan kak" ujar sila.


"iya yah, ayah tenang aja" ujar nya.


"ya sudah yuk kita berangkat, nanti bisa telat kalau kelamaan" ajak bunda.


setelah dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sekolah sila.


"Duh Bun sila malu deh apa lagi dandan gini" ujar sila yang celingak-celinguk karena sekolah sudah ramai.


"kenapa mesti malu kmu cantik kok" jawab nya.


"Dah yuk masuk" ajak kak Brian.


mereka memasuki gedung aula tempat perpisahan siswa di adakan.


"hai sila" sapa Tika.

__ADS_1


"hai tik, kamu udah dari tadi ya?" tanya sila.


"gak kok baru aja, sila kmu bikin pangling tau cantik banget kaya boneka aaa gemes" Ujar Tika.


"apaan si tik Malu iih" ujar nya.


"malu kenapa ya ada-ada aja kmu orang cantik gini" ujar Tika.


mereka berdua pun duduk di tempat yang sudah di sediakan karena acara akan segera di mulai.


Acara pun di mulai banyak pengisi acara, dari sambutan kepala sekolah dan guru favorit sampai pertunjukan perwakilan adik-adik kelas, hingga pada titik puncak yaitu pengumuman kelulusan dan juga siswa siswi berprestasi.


"Dan ini yang kita tunggu - tunggu, untuk tiga siswa yang saya panggil harap naik ke atas panggung" ucap MC. "yang pertama Maulana Ardiyansyah, lalu Dwi Sivia putri dan yang terakhir Khanza Arsila sabya, silahkan langsung naik ke panggung, dan tiga siswa tersebut yang akan mendapatkan nilai paling tinggi dan juga beasiswa ke universitas favorit" ujar MC.


sila begitu terharu saat nama nya di panggil, begitu juga dengan bunda yang tak kuasa menahan air mata.


"Kepada bapak kepala sekolah untuk memberikan apresiasi nya waktu dan tempat kami persilahkan" lanjut MC.


"Terimakasih untuk rekan semua dan kepada anak-anak saya, kalian semua yang sudah mengikuti ujian dengan baik dan saya di sini mau memberikan semangat kepada tiga anak didik saya yang berada di samping saya ini mereka semangat nya sungguh luar biasa" ujar kepala sekolah yang mendapat tepuk tangan dari seluruh hadirin.


sila semakin gemetar saat juara ke tiga di berikan kepada Sivia, kini sila menunduk hingga...


"selamat arsila kmu yang memperoleh nilai tertinggi tahun ini" ucap kepala sekolah.


seketika sila mendongakkan kepala dan melakukan sujud syukur di hadapan semua orang, terharu senang sedih karena orang tua nya tidak dapat menyaksikan nya.


"ayah ibu budhe ini untuk kalian, sila akan jadi orang yang lebih baik lagi dan lebih semangat menjalani semua ini, bunda terimakasih sudah menyayangi ku".


.


.


.

__ADS_1


.


Huu, terimakasih temen-temen jangan lupa dukungan buat author ya😭 luv😘


__ADS_2