Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
5.Garis takdir


__ADS_3

Tak terasa empat bulan sudah sila menjalani peran baru nya sebagai siswa SMP. setelah berhasil masuk melalui jalur beasiswa, tak hanya itu selama tiga bulan ini sila selalu membawa kue ke sekolah untuk di titip kan ke kantin.


untung saja ibu kantin nya begitu baik pada sila, dan mengijinkan sila mengintip kan kue yang dia buat bersama Bu dhe nya.


"Bu Dhe ini hasil jualan hari ini, nanti kita bikin lagi ya Bu Dhe. ujar sila yang baru saja pulang sekolah".


"iya sayang, kmu bersih-bersih dulu ya langsung makan terus istirahat. ujar Bu Dhe".


"baik Bu Dhe. sila berbaring di tempat tidur nya yang selama ini ia pakai bersama Bu Dhe nya bahkan sampai sekarang.


tanpa sila sadari air mata mengenang dan perlahan menetes di pipi sila.


"sila kangen ayah ibu. ujar sila dalam hati".


setelah istirahat cukup sila melakukan aktivitas seperti biasa tidak lupa sholat dan belajar.


pagi itu sila bangun pagi-pagi sekali untuk membantu Bu Dhe nya membuat kue yang akan dia titipkan di kantin sekolah nya.


setelah kue siap ana langsung mandi dan duduk di meja makan.


"pagi kesayangan Bu dhe, sarapan dulu bekel nya juga di bawa ya,tapi kalau sila mau jajan jangan di tahan ya sayang kmu jajan aja.ujar Bu Dhe".


sila pun tersenyum dan mengangguk kan kepala lalu segera menghabiskan sarapan nya lalu berangkat sekolah.

__ADS_1


setelah pamit pada bu Dhe nya, sila pun berangkat ke sekolah.


sila sudah biasa berangkat sekolah pagi-pagi sekali dengan alasan dia masih bisa belajar di sekolah sebelum bel masuk berbunyi.


sila selalu rajin belajar diri nya bertekad untuk menjadi orang sukses dan membahagiakan orang-orang yang selama ini menyayangi nya.


"pagi sila. sapa Irfan teman sekelas sila".


"pagi juga irfan.".


"sila nanti pulang sekolah kita nonton yuk, aku yang bayarin kmu. ajak Irfan pada sila".


"Terimakasih Irfan sudah ajak sila , tapi maaf sila gak bisa sila harus langsung pulang takut Bu Dhe cariin sila. jawab sila yang memenang tidak pernah main ke mana pun kecuali toko buku, jika diri nya membutuhkan buku".


saat istirahat pun sila hanya di kelas kadang di taman untuk makan siang sambil belajar, dia bahkan bisa di bilang gak pernah jajan.


dia selalu menawa bekal dari rumah.


Reva sebagai sahabat kadang merasa kasian dengan sila dia sering mengajak sila untuk jajan di luar tapi sila selalu menolak, sila selalu bilang diri nya selalu di kasih uang sama Bu Dhe nya tapi tidak pernah ia jajan kan, ia hanya mengunakan saat penting saja.


sila selalu bersyukur dengan apa yang diri nya miliki saat ini, bahkan ia tak pernah mengeluh kan keadaan hanya saja diri nya selalu merindukan orang tua nya.


sepulang sekolah sila mengabil keranjang dan hasil jualan kue nya di kantin.

__ADS_1


terkadang bersama sahabat nya tapi sila lebih sering sendiri dan berjalan kaki dari tempat pemberhentian angkot.


karena angkot tidak bisa sampai depan rumah.


"assalamualaikum Bu Dhe, sila pulang. salam sila setelah sampi di rumah".


"walaikumsalam eeh sila sudah pulang? tanya pak Dhe yang kebetulan ada di rumah sila, akhir-akhir ini pak Dhe sering ke rumah sila dan meminta untuk tidur bersama Bu Dhe, akhirnya sila pun mengalah dan memutuskan tidur sendiri, mungkin pak Dhe kangen dengan Bu Dhe pikir sila".


"eh iya pak dhe.ujar sila".


"sila nanti kita ziarah ke makam orang tua kmu yuk sama Bu Dhe juga. ajak pak Dhe".


"baik pak Dhe sila istirahat dulu ya.ujar nya".


sore itu mereka pergi ke makan orang tua sila yang tak jauh dari desa, mereka di kejutkan dengan dua orang yang sedang duduk bersimpuh di samping makam orang tua sila.


"Kalian siapa? kenapa di makam orang tua sila? tanya sila".


mereka pun menoleh dan


grep.....


jangan lupa dukungan dan tinggalkan jejak ya rider biar author semangat 😉

__ADS_1


__ADS_2