Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
6.Pertemuan


__ADS_3

Suara tangis pilu begitu menyayat hati, diam bingung tiba-tiba di peluk seorang perempuan dan menangis banyak pertanyaan berkecamuk di fikiran sila.


setelah beberapa saat berlalu.


"Arsila. panggil perempuan yang menangis tersedu dengan memeluk sila".


"iya. jawab sila masih dengan kebingungan nya".


"ini bibi sila bi mirna. ujar perempuan sambil memegang ke dua ke dua pipi sila".


"Bibi siapa? tanya sila dengan bingung".


"Bibi ini adek nya ayah sila, maafkan bibi baru bisa menemukan sila,maafkan bibi sila. ujar nya kembali sambil memeluk sila".


sila masih terdiam bingung harus percaya atau tidak karena selama ini diri nya memang tidak tahu tentang keluarga nya.


di satu sisi diri nya sangat senang, karena dia tidak sebatang kara, walaupun ada Bu Dhe tapi sekarang dia bertemu seseorang yang sedarah diri nya bertemu keluarga nya.


"sila marah sama bibi kah? maafkan bibi sila yang baru bisa menemukan sila, bibi menyesal karena terlambat datang bibi tidak bisa bertemu orang tua sila,,kakak bibi. ujar nya seraya membelai pipi sila".


lama sila berfikir sila pun memeluk bibi nya


"bibi. suara lirih sila".

__ADS_1


"Maaf sila maaf. ujar nya kembali memeluk sila".


Bu dhe dan pak Dhe meminta paman dan bibi sila untuk berbicara di rumah sila, pasti banyak yang harus mereka bicarakan.


hari menjelang gelap setelah sila berdoa untuk kedua orang tua nya mereka pun pulang ke rumah sila.


setelah sholat isya' mereka makan malam bersama, dengan masakan yang di masak bibi dan Bu dhe.


sesekali mereka bersenda gurau, sila benar-benar menikmati kebersamaan yang langka ini.


selesai makan malam mereka berbicara serius.


"sila bibi dan paman seneng akhir nya bisa menemukan kalian tapi bibi kurang cepat, maaf sila. ujar bibi dengan sesal".


"mbak yu terimakasih sudah mau menemani sila,menjaga sila, merawat sia saya berhutang Budi sama mabkyu. ujar bibi dengan tatapan sendu".


"Dek Mirna saya menyayangi sila seperti anak sendiri,saya memang dari kecil sering main dengan sila, jadi jangan sungkan ya dek".


"bener dek tidak udah sungkan, dengan begini kita bisa menjadi keluarga. ujar pak Dhe yang ikut menimpali".


"terimakasih mas saya benar-bener beruntung bertemu orang-orang baik seperti mabk yu dan mas. ujar paman".


akhirnya mereka pun bercerita banyak hal termasuk saat sila kecil.

__ADS_1


"wah sila Waktu kecil pasti lucu banget, pas baru bisa jalan. cerca bibi sambil melihat foto-foto sila sewaktu kecil".


"iya dek, sila Waktu kecil mengemaskan sekali kadang pengen gigit pipi nya dek hehehe. Bu Dhe terkekeh sambil ingat saat sila kecil".


"jadi Bu Dhe suka gigit pipi sila? tanya sila".


"hehehe pipi kmu tu kaya moci gemes Bu Dhe. ujar Bu Dhe sambil memeluk sila".


Bibi pun tersenyum melihat cara Bu Dhe memperlakukan sila,diri nya yakin Bu Dhe pasti sangat menyayangi sila.


"Bibi punya foto sila waktu bayi. ujar bibi langsung mencari foto tersebut yang berada di dalam handphone nya".


"bibi ini sila waktu bayi? tanya sila yang semakin yakin kalau bibi nya benar-benar keluarga nya".


"iya ini sila baru lahir ini bibi,paman dan orang tua sila yang ini putra bibi sekarang di rumah gak bisa ikut, kalau yang ini nenek sila tapi sudah meninggal. jelas Bibi".


setelah selesai melihat-lihat foto bayi sila mereka pun beristirahat, karena sudah semakin malam.


bibi yang masih begitu merindukan sila diri nya meminta ijin untuk tidur bersama sila.


malam ini sila tidur di peluk bibi nya, raya nyaman pun membuat sila langsung terlelap dalam tidur nya.


...*Selamat membaca riders jangan lupa tinggalkan jejak ya dukung terus author terimakasih 🤗*...

__ADS_1


__ADS_2