
Pagi menjelang, mentari bersinar terang, tiga hari sudah Bu Dhe berpulang. gurat kesedihan masih nampak jelas dalam keluarga duka maupun sila.
tiga hari sudah sila tidak pergi sekolah, diri nya benar-benar berduka dan kehilangan.
bibi yang faham pun memberikan semangat penuh untuk sila.
"Sila sayang kmu mau sekolah? tanya bibi yang melihat sila telah bersiap dengan seragam dan jilbab nya".
sejak kelas kecil sila memang sudah di biasa kan berjilbab.
"iya bi, sila sudah tiga hari gak sekolah takut nya ketinggalan banyak pelajaran. jawab sila".
"Alhamdulillah bibi senang lihat sila semangat lagi, kebetulan bibi bikin sarapan agak banyak bisa buat bekel sila ke sekolah. ujar bibi yang tersenyum manis".
"terimakasih ya bi, bibi sudah sayang sama sila..ujar sila".
"kmu ini bicara apa sih, bibi kan sayang sama sila, sila sudah seperti anak perempuan bibi, jadi mulai sekarang kalau ada masalah apapun itu sila bicara sama bibi atau paman ya, bisa kan? ujar bibi ".
"bisa bi, ya sudah sila berangkat dulu ya bi assalamualaikum. salam nya sambil mencium tangan bibi".
"wallaikumsalam hati-hati ya".
selepas sila berangkat sekolah bibi mulai gusar, pasal nya diri nya tidak bisa lama-lama di rumah sila, dia harus pulang ke kota nya.
jadi mau tidak mau sila harus ikut, tapi apakah sila mau ikut dengan nya? sedangkan sila tidak mungkin di tinggal karena tidak ada yang mengasuh nya.
walaupun sila sudah bisa di katakan mandiri, namun dia masih sangat membutuhkan perhatian dari orang tua, bibi rencana nya nanti Sore setelah sila pulang dia akan membicarakan ini dengan sila.
sesampainya di sekolah sila langsung masuk ke dalam kelas nya.
tak lama kemudian Reva datang.
"sila duh aku kangen banget sama kmu. ujar Reva seraya memeluk sila".
__ADS_1
"kalau kangen kenapa gak main ke rumah. cetus sila".
"ya maaf aku kan gak enak takut nya di rumah kmu lagi ada tamu keluarga bibi kmu. jawab Reva".
"ya gak papa kan kalau ada keluarga bibi, sayang banget kmu gak ke rumah ku va. ujar sila".
"emang nya ada apa? tanya reva yang mulai penasaran".
"sepupuku ganteng loh, anak nya bibi. ujar sila yang iseng, karena Reva memang hobi lihat cowok yang ganteng, ntah mungkin lagi cinta monyet".
"Ya ampun sila sayang, kenapa kmu gak kasih tau aku dari kemarin, kalau sekarang masih ada di rumah kmu? tanya Reva penuh pengharapan".
"mana sempat aku kasih tau va, sekarang sudah pulang kan Abang lagi sibuk kuliah. jelas sila".
"huwaaa sila tega amat. ujar Reva yang pura-pura menangis, sedang kan sila cekikikan".
sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk mengikuti pelajaran olahraga raga. setelah berganti pakaian sila dan Reva menuju lapangan.
"hai sila. sapa Irfan".
"perhatikan anak-anak kita lakukan pemanasan dulu biar badan rileks. ujar pak guru".
kemudian di lanjutkan dengan senam lantai.
dua jam berlalu.
"huh capek ya sil. ujar Reva".
"hem. belum sempat sila melanjutkan ucapan nya dia di beri sebotol mineral, sila pun mendongak melihat siapa yang memberi nya minum".
"eeh terimakasih Irfan. ujar sila yang ternyata Irfan yang memberi".
"iya sama-sama. ujar Irfan yang langsung pergi menghampiri teman nya".
__ADS_1
"yeah kok sila doang yang di kasih, aku gak. protes Reva ".
"hehehe ya udah kita minum bareng aja. ucapan sila".
selesai sekolah sila tak langsung pulang ke rumah, melainkan dia pergi ke makam orang tua nya dan Bu Dhe nya di istirahat kan.
"Assalamualaikum ayah ibu, Bu Dhe. sila datang, bagaimana kabar kalian? sila benar-benar rindu dengan kalian, sila kesepian ayah, sila takut kalau bibi pulang dan ninggalin sila sendirian. kemudian sila mendoakan ketiga orang yang di sayangi nya".
"sila pulang dulu ya yah, takut di cariin bibi kalian tunggu in sila di sana ya, assalamualaikum. kemudian sila berjalan pulang".
sesampainya di rumah.
"sila ya Allah kmu dari mana saja?, bibi khawatir sudah lewat jam pulang tapi baru sampai rumah, mana di luar sudah mulai gelap mau hujan. omel bibi yang terlihat sangat cemas".
"maaf kan sila ya Bi, tadi sila mampir ke rumah ayah ibu dan du Dhe dulu. ujar sila yang menyebut makam sebagai rumah ketika orang yang dia sayang".
"kenapa gak bilang bibi, kan bibi bisa temani sila, ya sudah ayo masuk sila istirahat dulu terus makan ya. cerca bibi".
"hehehe baik bi, sila ke kamar dulu".
Rintihan hujan dan dingin nya malam, menemani tidur sila dan bibi.
"sila bibi boleh bicara? tanya bibi".
"boleh bibi mau bicara apa? ujar sila".
"Bagaimana kalau sila ikut bibi ke Bandung,sila tinggal sama bibi paman dan abang Brian, biar Sila gak kesepian, bukan bibi tidak betah di sini, bibi malah suka di sini, tapi bibi punya tanggung jawab di sana sayang, bibi seorang ibu dan juga seorang istri, sila faham kan maksud bibi. ujar bibi dengan penuh ke hati-hati an".
sila terdiam beberapa saat, benar yang di takutkan terjadi bibi nya akan pulang ninggalin Sila.
bagaimana mungkin sila akan membiarkan rumah nya terbengkalai tak Ter urus, jika diri nya harus ikut dengan bibi.
"bibi sila.......
__ADS_1
jangan lupa like Komen dan vote ya🍃 temen-temen biar author up terus terimakasih 🤗