Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
38.Bukan malam pertama


__ADS_3

Pukul lima pagi sila terbangun dari tidur nya ia merasa tertimpa sesuatu di bagian perut nya, saat mata nya terbuka lebar begitu kaget nya ia berada dalam pelukan seorang lelaki.


sesaat sila lupa bahwa ia sudah menjadi seorang istri, begitu sadar ia tersenyum sendiri kemudian berusaha membangun kan suami nya.


"mas bangun sholat dulu" di elus nya pipi kanan nya.


"Hem baru sadar ya kalau ternyata aku ini tampan" ujar Rasya yang ternyata sudah terbangun dari tadi.


"Astaghfirullah,,mas udah bangun kenapa gak bilang" omel sila.


"kan aku pengen tau kmu yang sedang mengagumi suami mu ini" ucap nya dengan pd.


"ya kan dulu sebelum nikah gak boleh lihat lama-lama,,zina" ujar nya.


"iya maka nya sekarang bisa menatap lama-lama bisa mencium peluk juga sini" ujar Rasya seraya mengerat kan pelukan nya.


"mass sholat dulu sudah jam berapa ini" ujar nya.


"iya" Rasya pun bergegas ke kamar mandi kemudian sholat, sedang kan sila turun ke bawah ia membersihkan diri di kamar mandi bawah.


setelah selesai sila langsung masuk ke dapur ia mencari sesuatu yang bisa di masak namun nihil ia tidak mendapat kan apapun.


sebuah tangan kekar melingkar di perut sila.

__ADS_1


"astaghfirullah mas ngagetin" ucap sila.


"kmu ngapain yank?" tanya nya.


"mau bikin sarapan mas tapi gak ada apa-apa" ucap nya.


"gak usah masak ya kmu istirahat aja, bentar lagi sarapan nya datang koh,,dan urusan bersih-bersih rumah kmu gak usah khawatir akan ada yang datang khusus untuk bersih-bersih emang sengaja gak nginep sini biar gak ganggu kita aja" ujar nya memeluk sila semakin erat, sedangkan sila hanya memanyunkan bibir.


tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu.


"sayang kmu masuk kamar gih" pinta kak rasya kemudian sila langsung masuk kamar.


Rasya pun membuka kan pintu yang ternyata asisten nya Rasya membawa kan sarapan.


"makasih ya WAN sarapan nya, kmu boleh lanjut kan aktivitas mu" ucap nya.


Setelah menyajikan makanan di meja, rasya pun langsung menuju lantai atas untuk memanggil istri nya.


"sayang, maem dulu yuk " sambil membuka pintu kamar.


"iya mas".


mereka berdua duduk di meja makan sambil menikmati sarapan, sesekali Rasya menyuapi sila.

__ADS_1


sesaat sila terdiam dan memegangi perut nya, hal itu di sadari oleh Rasya.


"sayang kmu kenapa?" tanya nya."kmu telat makan ya maka nya jadi sakit" tebakan Rasya.


"gak mas,,ini wajar kok kalau datang bulan" jelas nya."aku udah maem nya,,aku ke kamar ya" berusaha bangkit dari duduk nya namun sedetik kemudian ia di gendong oleh Rasya, karena merasa lemas akhirnya sila pun pasrah sampai


ia di baringkan di ranjang.


"mas panggilkan dokter yaa" ujar nya yang di tolak oleh sila.


Rasya pun memberikan pijatan lembut di perut sila menggunakan minyak kayu putih.


awal nya sila kegelian tapi ia merasa itu lebih baik, Rasya ikut berbaring di samping sila sambil terus mengelus perut nya.


tak terasa sila pun tertidur akibat rasa nyaman yang Rasya berikan.


cup cup


usai memberikan kecupan untuk sila Rasya pun membuka lap top nya ia membuka beberapa email pekerjaan nya, walaupun tidak hadir di kantor namun ia tetap menerima laporan dari karyawan nya.


.


.

__ADS_1


.


🌱🌱🌱🌱


__ADS_2