
Ntah Waktu begitu cepat berlalu, saat kemarin aku baru merasakan kehilangan tapi sekarang aku harus berjuang, untuk masa depan ku, sekuat mungkin ku jalani takdir Tuhan ini.
dan berharap pelangi benar-benar ada di suatu saat nanti.
"selamat pagi Bu hde nya sila yang cantik. ucap sila pada Bu Dhe yang sedang menyiapkan sarapan."
"pagi kesayangan Bu Dhe sudah siap menghadapi ujian yah, semangat yah hari terakhir semoga hasil nya memuaskan semua. doa Bu Dhe buat sila".
"amin terimakasih Bu Dhe".
setelah selesai sarapan sila segera berpamitan dengan Bu Dhe dan mencium punggung tangan nya.
Hari demi hari sila lewati tanpa banyak mengeluh hanya terkadang diri nya masih terasa kesepian.
setelah selesai mengerjakan ujian, sila sempat kan untuk mengontrol dengan wali kelas mereka banyak berbicara, dan ibu guru banyak memberikan masukan pada sila tentang sekolah selanjut nya.
setelah di rasa cukup sila pun berpamitan untuk pulang bersama Reva.
"assalamualaikum Bu Dhe. ucap sila Setelah mengetuk pintu rumah namun tak kunjung Bu Dhe nya buka".
"Biasa nya kalau di kunci Bu Dhe pasti lagi pergi, ya udah deh aku tungguin di teras aja. gumam sila".
saat melihat halaman rumah sila terlintas memory saat masi ada ayah ibu nya.
__ADS_1
flash back
si kecil sila yang begitu bersemangat belajar bersepeda.
"ayo sila di kayuh sepeda nya sampai di depan sini sama ayah. ujar ayah memberi semangat pada sila".
"ayo sayang pelan-pelan ya. ujar ibu".
mereka tampak bersemangat, sampai sila mengayuh sepeda nya dan gak sila sadari, ban sepeda nya menginjak batu sehingga membuat sila oleng dan terjatuh.
sontak membuat kedua orang tua sila berlari menghampiri sila.
"sila gak papa kan sayang, apa ada yang sakit? tanya ibu".
" ah pintar nya putri ayah. ayah pun menggendong sila dan menciumi wajah sila, sampai sila tertawa kencang saking geli nya".
flash on
tanpa di sadari mata itu kini telah mengembum, jika boleh sila meminta waktu di putar kembali ia ingin memilih ikut pergi bersama orang tua nya pada saat itu, agar dia tidak merasa kehilangan.
begitu sesak dada sila mengingat semua nya.
"ya Allah, sila maafkan Bu dhe tadi mbak datang jadi Bu Dhe pulang dulu. ujar Bu dhe sambil membuka pintu.mbak yang di maksud Bu Dhe adalah anak Bu Dhe".
__ADS_1
"gak papa bu Dhe sila aja yang pulang nya terlalu awal. ucap sila dan mencium punggung tangan Bu Dhe".
mereka pun masuk ke dalam rumah.
"sila kmu bersih-bersih sholat terus makan nya habis itu istirahat. ucap bu Dhe".
"baik Bu Dhe. sila pun melaksanakan semua nya, selama Tinggal bersama Bu Dhe nya sila masih tidur dengan pelukan Bu Dhe, meski di rasa lucu tapi sila menikmati nya".
sila pun mengistirahatkan badan nya, rasa lelah letih ntan kenapa tidak mau hilang padahal sudah istirahat, begitu pikir sila.
menjelang sore pun sila terbangun dari tidur nya segera bersih-bersih lalu sholat mengaji dan belajar.
selesai belajar sila berjalan menuju dapur menghampiri Bu Dhe yang sedang memasak.
" Bu Dhe masak apa? tanya sila".
"masak capcay, sila harus banyak makan sayur, dan daging biar sehat Jagan lupa makan buah juga ya, yuk ini sudah matang kita makan, sila kita makan bertiga ya sama pak Dhe gak papa kan. tanya Bu Dhe".
"asik sila malah seneng Bu Dhe, kenapa gak setiap hari saja? semangat sila pasal nya dengan begitu diri nya akan merasakan seperti bersama ke dua orang tua nya".
mereka menikmati makanan bersama-sama sambil bercanda gurau.
jangan lupa dukungan untuk author ya terimakasih 🤗
__ADS_1