
Seminggu setelah kejutan sila dan Rasya berencana mengunjungi kota kelahiran sila, dan juga untuk berziarah ke makam orang tua sila.
sebelum mereka pergi ke tanah suci,,ya kejutan kemarin ternyata tiket umroh.
honeymoon sekalian beribadah begitu fikir Rasya, karena sampai sekarang Rasya benar-benar belum mengauli istri nya.
"pagi sayang cup" sapa nya pada sila yang meringsek di pelukan nya."bangun nanti kita kesiangan ke rumah kmu loh" ujar nya.
"iya mas" sila pun bangun kemudian ke kamar mandi sedangkan Rasya sedang cek pekerjaan nya melalui email.
selesai mandi sila langsung bersiap sebelum nya ia mengingat kan suami nya untuk segera mandi.
"mas mandi, ayooo nanti keburu siang" ujar nya.
"kmu semangat banget hem" ujar nya sambil berjalan menghampiri sila.
"kan ade udah lama gak pulang gak jengukin ayah sama ibu" lirih nya.
"ya udah mas mandi dulu ya" ujar nya.
"makasih ya mas udah ajakin nengokin tempat kelahiran juga jenguk makan ibu" ucap sila.
"iya" Rasya pun memeluk sila." jangan sedih gitu dong, senyum nya mana" sila pun tersenyum.
"nah gitu kan cantik, mas mandi dulu ya cup" sila pun mengangguk.
satu jam berlalu, kedua nya sudah selesai sarapan kini mereka akan pergi ke dalem untuk berpamitan dengan umi.
"assalamualaikum umi" salam mereka.
__ADS_1
"waalaikumsalam warahmatullah sini sarapan sayang umi habis masak" tutur nya.
"terimakasih umi tapi aa sama Ade sudah sarapan di rumah kita mau pamit mau ke kota a" ujar Rasya.
"ouh mau ziarah ya?" . tanya nya yang di anguki oleh kedua nya.
"iya umi sudah lama banget sila gak pulang" ujar nya.
"ya sudah hati-hati kalian ya dan jangan capek-capek ya A kasian sila besok kan kalian mau umroh" ucap umi.
"baik umi, ouh iya Abi ke mana?" tanya nya.
"Abi ada undangan tausiyah subuh jadi pagi banget berangkat nya" tutur umi.
"ouh ya suda umi kami pamit ya" mereka pun menyalimi tangan umi kemudian mereka berangkat menuju kota a, sedang bunda? sila pamit via telepon saja karena hari sudah semakin siang.
Tiga jam perjalanan kini mereka sudah berada di depan makam orang tua sila.
tak terasa air mata nya menetes, segera ia hapus sebelum suami nya tau.
"sayang heyy yuk" ajak nya.
mereka berdua memasuki makam, sesampai nya di dua pusara kedua orang tua sila, air mata sila sudah tak terbendung lagi.
rasya memeluk sila sembari menenangkan nya.
"sayang suud sudah ya nangis nya kita berdoa buat ayah sama ibu dulu yuk" ajak Rasya.
mereka pun diam sejenak sambil mendoakan kedua orang tua sila, tidak lupa Bu Dhe orang yang merawat sila di saat-saat orang tua sila tidak ada.
__ADS_1
"ayah ibu budhe Ade Dateng maafin Ade ya sudah lama tidak menyambangi kalian,,,ouh iya Ade ke sini sama suami ade loh, Ade sekarang sudah gede maka nya Ade sudah menikah, suami Ade orang yang baik, Sholeh sayang banget sama Ade hiks Ade rindu " celoteh nya sila.
"sayanggg Suud jangan nangis terus ya nanti mereka sedih loh,,,ayah ibu ini Rasya suami dari putri kalian maaf kan Rasya Yang baru ke sini sekarang kita pamit ya yah Bu" tutur Rasya.
"ayo dek kita pulang sudah mendung nanti keburu huja" ucapan Rasya yang di angguki oleh sila.
mereka pun melanjutkan perjalanan setelah sila tenang dan tidak menangis lagi.
sila menyempatkan manyempat kan mampir ke rumah keluarga Bu dhe tidak lupa ia membawa bingkisan yang ia beli di jalan.
sesampai nya di depan rumah.
"gak ada yang berubah" gumam nya.
tok tok tok
Assalamualaikum
.
.
.
.
.
Tidak ada yang bisa kita lakukan demi mengutarakan rasa rindu pada seseorang yang sudah berada di sisi -Nya
__ADS_1
hanya satu hal yaitu berdoa.