
Pagi yang cerah dan senyum mentari yang indah. pagi ini sila menjalani aktivitas seperti biasa.
"pagi Bu Dhe pagi bibi. sapa sila yang baru muncul di meja makan".
"pagi sayang, sarapan dulu jangan lupa bekal nya. ujar Bu dhe".
"ouh iya sila berangkat sekolah biasa nya naik apa? tanya bibi".
"sila jalan Sampai ujung desa dan nunggu angkot di sana bi. ujar sila dengan senyum tanpa beban".
"ouh gitu, jauh juga ya biar di antar sama paman ya. tawaran bibi".
"gak usah bi, sila sudah biasa kok. jawab sila di sela makan nya".
__ADS_1
"sila memang gitu dek, saya sudah menawarkan sila untuk beli motor saja buat sekolah, tapi gak mau padahal uang peninggalan almarhum masih ada, dari asuransi juga dek. timbal Bu Dhe".
"sila ini persis ibu nya sedikit keras kepada Mbak yu. ujar Bu Dhe".
"hehehe sila berangkat ya biar gak telat, assalamualaikum. ucap sila dan mencium tangan bu dhe dan bibi nya".
"waalaukumsalam sila nanti pulang jam berapa? tanya bibi".
"jam satu lebih lima belas menit bi. jawab nya dan langsung pergi keluar rumah".
"benarkah mbak yu, apa yang mbak yu cerita kan lantas seperti apa sila saat orang tua nya tiada? tanya bibi yang ingin tau keadaan sila saat itu".
"yang saya ceritakan benar ada nya dek,, saat orang tua nya meninggal sila baru saja pulang dari belajar bersama di rumah teman nya, dia begitu bingung saat di rumah nya terdapat banyak orang apalagi dia melihat dua orang yang sudah di tutup kain putih. terdengar helaan nafas Bu dhe".
__ADS_1
"sila begitu panik, kaget dan gak percaya yang terbaring adalah orang-orang yang dia cintai ayah dan ibu nya, bahkan sila tak sadarkan diri saat itu dek dan saat dia sadar jenazah sudah siap untuk di sholat kan dan di bawa ke peristirahatan terakhir, saat orang tua sila akan di masukkan ke liang lahat sila mengamuk dek. cerita Bu Dhe Sabil menagis sudah tidak sanggup untuk mengingat kembali hari naas sila".
bibi pun sudah tidak bisa membayangkan seperti apa sila saat itu, diri nya hanya bisa menangis.
"bahkan sila tidak mau di ajak pulang dek, lalu dia sesak nafas karena menangis terlalu lama dan tak sadarkan diri lagi dek, kemudian saya dan suami membawa sila pulang, selang beberapa saat sila tersadar tatapan nya kosong dia gak mau makan bahkan di ajak bicara pun tidak di respon dek, saya benar-benar merasa sakit melihat sila seperti itu, biar bagaimanapun sila kecil selalu bersama saya saat orang tua nya pergi kerja dek.
kemudian ku peluk sila ku elus rambut nya dek lama-lama sila kembali menangis dan bilang
'bu Dhe sila sudah gak punya siapa-siapa lagi sila harus apa sekarang sila gak tau bu Dhe' saya bilang kata siapa sila sendiri sila punya Bu Dhe sila punya pak Dhe punya mbak punya mas juga mbak mas itu anak saya dek, saya anggap sila anak saya paling kecil hehehe dan yah sejak hari itu pula sila tidur nya gak tenang kalau gak di peluk dek, maka nya saya selalu peluk sila setiap malam dan Alhamdulillah suami saya gak keberatan bahkan dia mensuport saya. cerita Bu Dhe yang membuat bibi merasa tak enak hati,terharu sedih juga untuk sila".
"maafkan saya mbak yu maaf dan terimakasih untuk kebaikan mbakyu sekeluarga yang sudah sangat menyayangi sila. ujar bibi".
"jangan sungkan dek, saya cerita begini supaya suatu saat nanti adek bisa jagain sila dengan baik, biar gimanapun sila pasti kembali ke keluarga kandung nya, saya hanya sebatas di titipin, umur gak ada yang tau kan. ntah karena angin apa Bu Dhe tiba-tiba bicara demikian".
__ADS_1
mereka pun melanjutkan dengan obrolan ringan ya tentang banyak hal.
...Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya, dan dukung terus author makasih semua nya lope😉...