Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
29.Takut yang kesekian kali


__ADS_3

Hari berganti hari bulan pun telah berganti, perjalanan sila masih panjang.


kini ia sudah menjadi mahasiswi tengah semester, kesibukan sila pun bertambah.


siang hari sila sedang asik membaca buku di taman kampus nya.


saking asik nya ia sampai tidak menyadari panggilan telepon dari kakak nya.


"astaghfirullah Abang kenapa telfon sampai banyak gini ada apa ya? duh perasaan kok jadi gak enak" gumam sila.


"halo assalamualaikum kak" sapa sila dalam panggilan kakak nya.


"waalaukumsalam adek buruan keluar kakak sudah ada di parkiran" ucap kakak.


"baik kak" jawab sila kemudian ia buru-buru ke parkiran, rasa nya sudah semakin tidak karuan.


sesampai nya di parkiran, sila celingak-celinguk mencari keberadaan kakak nya.


"dek, ayo ikut kakak" ajak kak Brian.


"kita mau ke mana kak?" tanya sila.


"udah nanti juga tau, kmu kenapa kakak telfon dari tadi gak di angkat bukan nya sekarang jam makan siang" tanya kak brian.


"Ade tadi lagi belajar di taman dan lupa hp nya masi ke silent kak, maaf" jelas sila.


"ya sudah gak papa" ujar kak brian.


kemudian menjalankan mobil nya menuju suatu tempat.

__ADS_1


Empat puluh menit berlalu, mereka sampai di tujuan.


"kak kita kok ke sini?" tanya sila.


bukan menjawab kak brian malah mengandeng sila memasuki rumah sakit, sontak membuat sila semakin di rundung kebingungan.


sampai mereka berdiri di depan ruang ICU.


sila terdiam untuk beberapa saat sampai suara seseorang menyadarkan nya.


"kak gimana keadaan bunda?" tanya ayah.


"bunda" ucap sila lirih."Bun bunda kenapa yah kak bunda kenapa?" tanya sila,di lirik nya pintu yang memperlihatkan sesosok yang berbaring lemah tak lama kemudian sila merasa sangat pusing sampai semua terasa gelap.


"dek astaghfirullah" ucap kak Gilang langsung menangkap tubuh sila.


"baik yah" kak Brian pun membawa sila ke ruang pemeriksaan, ia sangat khawatir pada sila yang pingsan karena syok.


Tiga puluh menit


perlahan sila membuka mata, ia meneliti ke penjuru ruangan namun sesaat tersadar ia langsung bangun dan berjalan keluar


berbarengan dengan kak Brian yang akan masuk.


"dek kmu sudah bangun?hey mau ke mana?" tanya kak Gilang sambil mencekal tangan sila.


"Bunda adek mau bunda kak, bunda hik hik" ucap sila sambil menangis.


"ya sudah Keta ke sana tapi janji ya jangan nangis kaya gini nanti bunda sedih lihat kmu menangis" ucap kak Brian sambil menghapus air mata sila.ia hanya mengangguk kan kepala.

__ADS_1


sila telah sampai di depan ruang bunda.


"kak adek pengen masuk, adek mau bunda" ucap nya.


"boleh tapi gak boleh nangis ya" ucap kak Brian lalu membawa sila masuk ke dalam.


"yah kami masuk dulu" pamit kak Brian pada ayah yang sedang duduk di depan ruangan.


"ya sudah sana siapa tau kedatangan kalian bisa membuat bunda sadar"ucap nya.


Kedua nya pun masuk setelah memakai pakaian yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit.


"hiks,,,Bun bangun bun...adek gak mau lihat bunda kaya gini hiks,,,"ucap sila sambil memegang tangan bunda.


"jangan nangis ya nanti bunda ikut nangis dek" ujar kak Brian.


"kak adek sudah pernah merasakan kehilangan jadi adek gak bisa kehilangan lagi hiks,,, hiks,,,, bunda bangun Bun" gumam sila.


pandangan sila berkabut....


.


.


.


Terimakasih untuk yang masih suport author jangan lupa dukung terus ya ❤️


🌱🌱🌱🌱

__ADS_1


__ADS_2