
Seperti yang sudah di bicarakan dengan Bu Dhe hari ini sila akan pergi sekolah.
"pagi arsila cantik, sarapan dulu yuk Bu Dhe sudah bikin nasi goreng buat sila. ujar Bu Dhe".
"baik Bu Dhe".
"Nih bekel buat sila nanti di makan ya, sila harus semangat sekolah. ucap Bu Dhe seraya memberikan kotak bekal sila".
"Tentu, sila pasti semangat kan ada Bu Dhe yang semagatin sila. ucap nya dengan tersenyum".
sila pun berangkat sekolah bersama teman-teman nya, sekolah sila yang tidak terlalu jauh jadi mereka berangkat berjalan kaki.
seiring berjalan nya waktu, sila mulai terbiasa tanya orang tua nya, lebih tepat nya mengiklas kan yang sudah pergi.toh masih ada yang menyemangati sila.
sila berjanji untuk belajar giat menjadi orang sukses dan membahagiakan Bu Dhe. karena dia yang sila miliki saat ini.
antusias teman-teman sila melihat sila kembali semangat bersekolah.
apa lagi dua bulan ke depan mereka akan mengikuti ujian, yang artinya sebentar lagi mereka lulus dan melanjutkan sekolah SMP.
"sila kita makan di kantin yuk. ajak Reva sahabat sila".
__ADS_1
"aku makan di kelas saja ya ref, tadi Bu Dhe bawain sila bekel jadi sila bisa hemat uang jajan. ujar sila dengan senyum seolah dia sedang baik-baik sapa, padahal diri nya sedang menutupi luka".
"baik, aku akan membeli makanan sebentar ya sila aku akan makan di sini saja bersama kmu. ucap Reva sambil bergegas membeli makanan".
Tak lama kemudian Reva kembali ke kelas dan makan bersama sila, sesekali mereka bercanda dan tertawa.
setelah selesai makan mereka langsung membersihkan meja agar tidak mendapatkan teguran dari guru karena makan di kelas.
Tepat pukul dua siang mereka selesai belajar, dan bergegas untuk pulang, sepanjang perjalanan mereka mengobrol banyak hal termasuk SMP yang akan menjadi tempat belajar nanti setelah lulus.
rencana mereka akan sekolah di tempat yang sama dan sila akan berusaha untuk mendapatkan beasiswa agak tidak terlalu memberat kan Bu Dhe nya.
"assalamualaikum ibu sila pulang . salam sila saat sampai di depan pintu sesaat sila terbengong dengan ucapan nya sendiri".
"assalamualaikum Bu Dhe, iya sila baru sampai Bu Dhe".
"ya sudah yuk masuk sila pasti capek, sekarang bersih-bersih lalu makan ya terus istirahat. ujar Bu Dhe".
"Baik Bu Dhe. ucap sila".
Bu Dhe faham betul, sila masih belum terbiasa, tidak apa-apa Bu Dhe akan menyayangi sila seperti anak nya sendiri.
__ADS_1
sore itu Bu dhe menemani sila belajar, karena biasa nya sila belajar setelah mengaji dan sebelum makan malam.
" sila makan malam mau di masakin apa, bi Dhe bingung nih sila kasih solusi dong. ujar Bu Dhe yang muka nya di buat seperti remaja saat sedang galau".
"Bu Dhe lucu kaya orang galau hehehe, ya masak yang simpel aja Bu dhe lagian kan cuma makan malam. ucap sila".
"iya juga ya, ouh iya sila sudah aja rencana sekolah di mana? tanya Bu Dhe".
"sudah Bu Dhe sila rencana akan Sekolah di tempat yang sama dengan Reva, doa in sila ya Bu Dhe semoga sila di terima lewat jalur beasiswa. cerca sila dengan semangat membara".
Bu dhe terenyuh dengan ucapan sila
"sila Bu Dhe sudah bilang kalaupun kmu gak dapat beasiswa kmu akan tetap sekolah di tempat yang kmu inginkan. ucap Bu dhe dengan mengelus tangan sila memberi semangat".
"baik Bu Dhe. semangat sila".
"Ya sudah Bu Dhe masak buat makan malam dulu ya, sebentar ya sila kmu pasti sudah lapar. bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke dapur".
"Ya Allah, terimakasih engkau masih mengirimkan seseorang yang menyayangi ku di saat engkau mengambil kedua orang tua ku. ujar sila dalam hati dengan tatapan sendu mengarah ke Bu Dhe yang sedang berjalan menuju dapur".
Terimakasih yang sudah berkenan mampir
__ADS_1
jangan lupa beri dukungan author ya teman-teman 🤗