
Setelah kelulusan sekolah sila di sibuk kan mencari kampus dan sesekali ia akan datang ke toko untuk membantu bunda.
"pagi bunda nya sila" sapa sila sambil mencium pipi bunda yang sedang membuat kan kopi ayah.
"Bunda ku juga" ujar kak Brian sambil memeluk bunda ia juga tidak mau kalah dari sila.
"udah pagi-pagi udah mau rebutan bunda tuh masih ada ayah juga" ujar bunda."Ade udah rapi mau ke mana sih?" tanya bunda.
"gak mau sama ayah". jawab mereka barengan."Ade mau jalan sama Tika Bun mau beli buku" ujar nya.
"kenapa gak mau sama ayah?" tanya bunda.
"ayah sibuk" jawab kak Brian yang cukup mewakili sila,sebenar nya sila cukup mengerti dan sebagai anak angkat tidak seharus nya ia banyak menuntut jadi sudah di terima di keluarga ini saja sudah membuat sila bersyukur.
jawaban dari kak Gilang membuat bunda tertawa kecil.
"ya sudah kalau Ade mau pergi jangan lupa sarapan dulu, sebelum asar harus sudah pulang ya kita mau ke pesantren"ujar bunda.
"memang nya di pesantren ada acara apa bun?" tanya sila.
"ada ustadz Rasya lah"goda bunda.
"ya kan emang rumah nya Bun, ya sudah Ade berangkat ya" ujar sila sambil mencium punggung tangan bunda beralih ke kak Brian dan ayah."assalamualaikum" salam nya.
"hati-hati dek ingat pesan bunda jangan kesorean" ujar ayah.
"baik yah" jawab nya.
__ADS_1
.
.
.
sore hari nya.
"ayo dek berangkat sekarang aja" ajak bunda.
"iya Bun Ade sudah siap" jawab nya.
"kakak juga udah siap kok" timpal kak Brian.
mereka berangkat ke pesantren untuk memenuhi undangan umi, buka puasa bersama para santri banyak santri yang sedang berpuasa sunah, walaupun mereka sedang tidak puasa tapi untuk menghormati umi mereka pun datang.
usai buka puasa bersama mereka melakukan sholat berjamaah di masjid.
saat sila selesai dari kamar mandi dan akan kembali ke rumah umi. ia di kejutkan oleh suara anak kecil yang sedang menangis, kemudian sila pun mendekati nya.
"adek kmu kenapa?" tanya sila, tanya sila duga anak kecil tersebut langsung memeluk nya."hey kenapa menangis" tanya nya kembali seraya menenangkan anak tersebut.
"Tante permen Ara jatuh, Ara sudah tidak punya permen lagi" ujar nya sambil sesenggukan.
"wah benar kah, apa kah permen itu sangat enak sampai gadis cantik ini menangis Hem" ujar sila.
"sangat manis Tante, Ara suka" ujar nya sambil tersenyum namun setelah itu terlihat kesedihan di wajah manis nya.
__ADS_1
"ada apa Hem" tanya sila.
"Ara sudah tidak punya uang lagi" ujar anak tersebut, ntah kenapa sila merasakan kesedihan tersebut namun ia tidak ingin terlalu mencari tau.
"ya sudah nanti Tante kasih uang mau gak? Tante kaya nya punya permen Ara mau? Tanya sila.
"wah benarkah Ara mau Tante" ujar nya dengan mata berbinar.
"baiklah sekarang tutup mata dulu" pinta sila, yang di turuti oleh anak kecil tersebut."inj untuk gadis kecil yang cantik " ujar sila.
"wah besar permen nya Ara suka terimakasih Tante" ujar nya setelah membuka mata dan menerima pemberian dari sila.
"baiklah sekarang janji ya gak boleh nangis lagi"ucap sila.
"baik Tante cantik " jawab nya.
tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang mengawasi mereka, Melihat mereka berdua bercanda tertawa bersama, seperti sudah kenal lama padahal baru beberapa menit yang lalu.
.
.
.
Hayoo siapa coba?
Dukung terus author ya gais terimakasih ❤️🌻🍀🌱
__ADS_1