Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
12. Keputusan


__ADS_3

Semilir angin menerpa pepohonan, menyapu wajah yang sedang bergelut dengan pikiran.


setelah makan siang sila duduk di bangku taman sekolah nya, di bawah pohon rindang.


sesekali pikiran nya jauh ntah ke mana?.


"dor...hayo lagi mikirin apa?.tanya Reva yang baru saja tiba dan melihat sila melamun".


"astaghfirullah, Reva kmu ngagetin deh, gak mikirin apa-apa. jawab sila".


"hehehe maaf sila,kmu sih melamun. sini cerita sama reva ada masalah apa? kita kan sudah sama-sama dari kecil, jadi sila harus berbagi sama Reva apa lagi tentang kesedihan. ujar nya".


"Bibi ku mau pulang ke Bandung, dan aku harus ikut rev. ujar sila dengan penuh penekanan".


"Sila,,,sila mau ninggalin Reva, Reva gak bisa jauh dari sila.ujar Reva yang mata nya sudah mengeluarkan cairan bening".


"Sila gak tau Rev, tahu sendiri kan sila udah gak punya siapa-siapa lagi, cuma bibi keluarga sila satu-satu nya,sila harus bagaimana?.sila memeluk Reva, menyalurkan rasa gundah nya".


mereka berdua pun saling memeluk, seolah enggan untuk berpindah. bagaimana mungkin persahabatan sejak kecil harus terpisah kan oleh jarak karena takdir.


pikiran Reva pun mendadak kacau, bahkan jika ia menahan sila di sini, itu tidak akan mengubah keputusan bahwa sila akan tetap ikut bersama keluarga nya.


pelukan reva semakin kuat, membayangkan bagaimana hari-hari nya yang harus jauh dari sahabat kecil nya.


"Reva gak boleh sedih ya, sila pasti kembali kok, kita sama-sama kejar mimpi kita, walaupun kita tidak berada di tempat yang sama, nanti Reva pasti punya sahabat baru, jangan lupain sila ya, kalau sila pulang sila bakal cari Reva. ujar sila dengan senyuman namun mata nya menangis".


"Sila Reva gak mau jauh. Reva memeluk kembali".


"Reva jangan memberatkan langkah sila ya, sila udah berat harus ninggalin rumah yang penuh kenangan ayah ibu bahkan Bu Dhe, sila ninggalin makam mereka dan sila masih harus jauh dari Reva, rasa nya berat banget tapi sila harus lakuin hik..hik..suara tangis sila yang Makin pilu".

__ADS_1


"iya maafin Reva ya sila, Reva gak bisa ngerti perasaan sila, okey mulai sekarang sila harus makin kuat harus kejar mimpi,nanti kita bisa video call kan? kalau soal makam Reva bisa nengokin mereka sesekali buat bersihin. hibur reva, sila benar dia butuh suport sekarang pasti gak mudah hari-hari yang di lalui".


kemudian mereka pun saling menghibur, ntah hari ini atau besok akan menjadi hari terakhir sila bersekolah.


gak terasa perjuangan nya untuk mendapatkan beasiswa hanya sampai di sini. gumam sila dalam hati


mata yang sembat dari dua sahabat ini tak luput dari pandangan Irfan.


"Hay kalian kenapa kok mata nya sembab merah gitu?. tanya Irfan".


"Sila mau pindah ke Bandung. bukan sila yang menjawab melain kan Reva".


"Aaapa,, kmu serius Rev? rasa kaget Irfan tidak bisa di tutupi lagi.".


"Iya aku serius. jawab nya".


"Irfan nanti jagain Reva ya, kalau bandel si jewer aja hehehe. gurau sila".


Belum sempat sila menjawab, tiba-tiba di kejutkan dengan kehadiran bibi sila.


"assalamualaikum. sapa bibi yang sudah berdiri tepat di depan sila Reva dan Irfan".


"waalaikumsalam. jawab mereka".


"sila bibi ke sini mau jemput kmu, sekalian kita urus kepindahan kmu ya. ujar bibi".


"Bibi, maaf kalau saya lancang, apa secepat ini sila pindah, kenapa harus pindah? tanya Irfan".


"Karena bibi gak tega ninggalin sila sendirian di sini dan bibi juga gak bisa terlalu lama di sini, karena bibi ada tanggung jawab di rumah bibi, di Bandung. jelas bibi dengan tersenyum".

__ADS_1


"yuk sayang, bibi duluan ya. ujar bibi sambil menggandeng sila".


"Bibi bagaimana saya bisa menghubungi sila? tanya Irfan kembali yang membuat langkah sila dan bibi terhenti".


"Kalian tenang aja, rumah sila gak pindah kok di masa depan mungkin sila bakal tinggal di sini lagi, lebih baik kalian belajar yang rajin dan kejar cita-cita kalian. jawab bibi kemudian melanjutkan langkah".


"Bibi apa benar nanti sila tinggal di sini lagi? tanya sila".


"Hehehe kenapa tanya ke bibi, kan sila yang mau menjalani, eeem tapi sila kan perempuan bagaimana kalau sila,,,,ikut suami. terdengar tawa kecil dari bibi".


sila yang mendengar terdiam beberapa saat.


"Bibi suami sila siapa? pertanyaan muncul di benak sila".


"Rahasia dong,biar suprise.jawaban bibi yang membuat sila semakin penasaran, Bahakan sila kurang faham dengan kata 'suami'".


setelah mengurus keperluan pindahan sila mereka memutuskan untuk pulang, namun sebelum itu sila sempat berpamitan dengan semua guru, termasuk dengan wali kelas nya.


Huh,, benar-benar pergi dari sekolah tercinta ini terimakasih untuk kenangan nya dan terimakasih sudah Sudi menampung sila.gumam sila dalam hati.


.


.


.


.


...Terimakasih semuanya yang sudah berkenan mampir ke karya ku, jangan lupa like komen dan vote ya riders, biar author semangat 🥴🙂...

__ADS_1


...🍃...


__ADS_2