Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
23. 99,9%


__ADS_3

Seterik matahari yang berada di atas kepala kumandang adzan yang mengema.


panggilan Allah untuk hamba nya.


usai sholat zuhur,sila umi Abah dan juga Rasya sudah berkumpul di meja makan.


"Wah umi masak ayam rendang" ucap Rasya.


"iya spesial buat kmu,Ayo makan sila juga jangan malu-malu anggap rumah sendiri". ujar umi.


"iya sila jangan sungkan, ayo di makan" ujar Abah.


"baik umi Abah " jawab nya.


"umi mau ayam rendang boleh" ujar Rasya.


"boleh dong ini kan spesial buat aa Rasya". ujar umi.


umi memang memangil Rasya dengan embel-embel aa rasya.


"heem, masakan umi selalu lezat, bisa-bisa aa makin gendut nih" canda rasya.


"aa bisa aja, ngomong-ngomong ayam nya rasa nya gimana a? kalau dari satu sampai sepuluh". tanya umi


"sembilan puluh sembilan koma sembilan persen untuk nilai nya umi" ujar nya.


umi tertawa kecil sedangkan sila pipi nya sudah merah merona.


"umi kenapa? Tanya Rasya.


"gak papa aa, ouh iya a yang masak ayam rendang sila loh bukan umi, tapi sama-sama enak kan"ujar umi masih dengan senyum jail nya.


"ouh yang masak sila, iya enak kok mi" ujar Rasya.


sila tersenyum mendengar penuturan Rasya.

__ADS_1


selesai nya makan siang, sila membantu membersihkan meja makan.


usai itu rencana sila akan pulang ke rumah karena hari akan semakin sore.


"umi, hari sudah mau sore, sila ijin pulang ya takut di cari bunda" ujar sila.


"ya sudah sila pulang di antar aa ya, atau sama pak supir aja" ujar umi.


"sama pak supir aja mi". ucap nya.


"Ya sudah, umi panggilkan dulu ya". umi pun memanggil supir untuk mengantarkan sila pulang.


.


.


.


Di sebuah kamar yang lumayan luas berbaring lah seorang pemuda yang baru saja kembali dari negeri Kairo.


"Arsila nama yang bagus, manis seperti yang punya,, eeh astaghfirullah". gumam nya.


tidak ingin membayangkan yang tidak seharusnya, Rasya pun bangkit dari ranjang nya kemudian memasuki kamar mandi untuk bersih-bersih.


Di sisi lain


Sesampai nya di rumah, sila langsung membersihkan diri lalu istirahat sebentar.


sore hari nya, sila mencari keberadaan Bunda nya.


"sore Bun" ucap sila.


"halo sayang, tadi jadi ke rumah umi? tanya bunda.


"jadi Bun, ouh iya umi nitip oleh-oleh buat bunda nih" ujar sila seraya menyerahkan paper bag pada bunda.

__ADS_1


"oleh-oleh memang nya Umi dari mana?" tanya bunda.


"Bukan umi bun, tapi putra nya umi pulang dari Kairo" jelas sila.


"ouh Rasya sudah pulang, kenapa tadi gak di ajak ke sini sih dek, bunda kan pengen lihat sekarang Rasya seperti apa, dulu pas kecil aja sudah terlihat ganteng nya" cerca bunda.


"kak Rasya baru sampai Bun pasti capek, jadi lagi istirahat, kak Rasya ya seperti itu" ujar sila.


"ganteng kan dek, Ade ikut jemput ke Bandara? " goda bunda sontak membuat sila melotot.


"iya bun, umi ngajak, jadi Ade gak enak kalau nolak" ucap sila.


"Ade mau gak jadi istrinya " goda bunda.


"bunda jangan aneh-aneh deh" ucap sila.


"gak aneh-aneh kok" ujar nya sambil nyengir.


tak lama kemudian kak Brian datang.


"ada apa sih Bun, kok ada yang merah merona?" tanya kak Brian.


"gak ada apa-apa kak, cuma adek kakak ini baru saja ikut jemput Gus Rasya di bandara " jelas bunda.


"wow, Ade gimana sama Rasya?.......


.


.


.


.


ya gak gimana -gimana bang😭

__ADS_1


makasih semua nya jangan lupa dukungan nya dan suport terus author.


__ADS_2