Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
28.Petunjuk


__ADS_3

Masih di tempat yang sama,sila dan Ara yang sedang bermain bersama.


Tak tak tak(suara sepatu)


"Assalamualaikum" ucap nya.


"waalaikumsalam"jawab sila dan ara,.


ara yang melihat abi nya datang pun langsung mendekat dan meminta di gendong.


"Ara Abi cari kmu loh dari tadi tau nya di sini?" ujar Abi.


"iya Abi, tadi permen Ara jatuh terus di ganti deh sama Tante cantik" ujar Ara seraya menunjuk sila.


"ah terimakasih sudah menenangkan anak saya" ucap Abi."perkenal kan saya zaki Abi nya Ara" ujar nya.


"nama saya sila,,,kalau gitu saya pamit dulu, ara sudah sama Abi gak boleh nangis lagi ya" ujar sila.


"dah Tante cantik besok ketemu lagi ya"ujar Ara yang di angguki oleh sila.


"Assalamualaikum" pamit sila.


"walaikumsalam warahmatullah".


sila pun bergabung dengan bunda umi dan yang lain nya, tak lama kemudian kak Rasya pun ikut bergabung.


"loh kalian dari mana kok datang nya hampir barengan?" selidik umi.

__ADS_1


"umi aa dari aula kok, kalau dek sila gak tau dari mana" ujar aa Rasya.


"sila habis dari toilet terus ngobrol sebentar sama anak kecil yang lagi nangis" jawab sila menunduk.


"ouh ya sudah, umi cuma meningkatkan kalau mau ngobrol berdua setidak nya ajak satu orang biar kalian tidak berduaan bukan muhrim" ucap umi.


ntah sila merasa kata-kata umi mengandung sesuatu yang sila sendiri tidak faham, sedangkan kak Rasya mengiyakan ucapan umi.


"ya sudah sekarang kita makan malam dulu yuk" ajak umi.


mereka pun makan malam bersama, tanpa ada suara kecuali sendok dan garpu.


usai makan pun bunda pamit pulang karena hari sudah malam.


"Umi terimakasih atas undangan dan jamuan nya saya merasa terhormat, namun karena sudah malam kami pamit umi" ucap bunda.


"jangan sungkan dek, ya sudah pulang nya hati-hati di jalan ya" ujar umi.


"baik umi".


mereka pun menyalami umi termasuk sila dan bang riyan.


di sepanjang jalan mereka tampak ngobrol ringan.


"Bun kenapa tadi umi bicara begitu ya?" tanya sila.


"yang mana?"tanya bunda.

__ADS_1


"yang'umi cuma mengingat kan kalau kalian belum muhrim' yang itu Bun" tanya sila.


"ouh yang itu ya umi cuma mengingat kan dek" jawab bunda.


"hahaha kakak tau, adek berharap sesuatu ya" goda kak Brian.


"apa sih kak,Ade kan cuma merasa aneh aja sama kata-kata nya umi" elak sila, yang sebenar nya dalam hati senang, dan mencari kepastian melalui bunda namun sayang nya malah berakhir di ledek oleh kak Brian.


"sudah-sudah jangan berantem terus, yuk turun sudah sampai rumah, adek langsung bersih-bersih terus istirahat ya kakak juga" nasehat bunda.


"siap bum" ke dua nya kompak.


Di malam yang sunyi dan dingin nya menjelang pagi, masih di sepertiga malam. sila baru selesai melakukan sholat tahajud seperti yang ia lakukan setiap malam namun malam ini ia merasa berbeda sila sedang menanti kan sesuatu.


samar-samar sila mendengar seseorang melantunkan ayat suci Al-Quran. sila pun terdiam dan menikmati nya, kemudian seseorang itu menghampiri sila dan mengandeng tangan nya.


seperti di hipnotis sila pun mengikuti seseorang tersebut bahkan sila menunduk dan tidak bisa memastikan siapa wajah di balik seseorang tersebut.


sampai mereka berada di panggung dengan banyak karangan bunga indah.


Allahuakbar Allahuakbar.....


terdengar suara adzan subuh, perlahan sila membuka mata.


"ternyata cuma mimpi" gumam ia yang tertidur dan masih memakai mukena."tapi maksud nya apa? sudahlah sebaik nya aku sholat" sila berdialog sendiri.


kemudian ia pun melaksanakan sholat subuh.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2