Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
21.Pesantren


__ADS_3

Sore itu senja begitu kemilau, menyambut sang malam yang telah di nanti.


"adek jangan lupa ya sehabis sholat Maghrib langsung siap-siap" ujar bunda.


"iya Bun, kakak ikut gak Bun" tanya sila.


"kakak gak bisa ikut, lagi ada tugas kita berangkat sama ayah ya" jawab bunda.


"siap Bun, adek ke kamar dulu ya" ucap sila.


"iyaaa".


.


.


.


Ribuan bintang berkilau menghiasi gelap nya malam di terangi cahaya bulan.


sila dan keluarga sedang dalam perjalanan menuju pesantren, untuk memenuhi undangan umi tempo hari.


setelah tiga puluh menit mereka kini sampai di halaman pesantren.


karena sebelum berangkat bunda sudah mengabari umi terlebih dahulu, sehingga saat sampai di halaman pesantren sudah ada yang menyambut, guna mengantarkan bunda sekeluarga ke dalem atau rumah umi.


"silahkan bapak ibu duduk dulu, sambil menunggu umu" ujar santri yang di utus umi.


"baik dek, terima kasih ya" ucap bunda".


"sama-sama buk, kalau gitu saya permisi dulu assalamualaikum" Ucap nya.


"waallakkumsalam warahmatullah" jawab umi sila dan ayah bersamaan.

__ADS_1


"nyaman ya Bun di pesantren, adem hati nya" ucap sila.


"iya dek adem, kmu mau jadi santri?" tawaran ayah.


"ayah adek kan belum selesai sekolah" ujar bunda.


"kan bisa sekalian sekolah sambil nyantri" ujar nya.


"suuuttt di bahas di rumah aja" bisik sila.


tak lama kemudian umi datang.


"assalamualaikum wr.wb" salam umi.


"walaikummsalam umi" jawab nya.


"Alhamdulillah kalian beneran sampai di gubuk Umi" ujar umi.


"umi terlalu merendah, Alhamdulillah umi, di kasih sehat sama Allah sehingga bisa memenuhi undangan umi" ujar bunda.


"Alhamdulillah kabar baik umi, umi sendiri bagaimana?" Tanya sila.


"seperti yang kmu lihat, umi sehat ouh iya maaf ya dek Abah belum bisa menemui kalian, sekarang sudah sibuk di masjid untuk acara nanti malam, maklum putra umi masih di Kairo, jadi Abah hanya bersama pengurus pesantren saja. cerca umi.


"ah tidak perlu sungkan nyai, kami dapat memenuhi undangan nyai saja sudah Alhamdulillah" ujar ayah.


"iya tidak apa umi, putra umi kabar nya bagaimana?" tanya bunda.


"Alhamdulillah kabar baik, rencana bulan depan sudah pulang ke tanah air, jadi sudah bisa bantuin Abi nya ngurus pesantren" jawab umi.


"Alhamdulillah umi".


"sekarang kita sholat isya dulu yuk, sebelum acara di mulai ayo sila" ajak umi.

__ADS_1


"baik umi".


mereka pun melakukan sholat berjamaah di kediaman umi, sedangkan ayah memilih untuk Langsung ke masjid.


usai sholat isya umi bunda dan sila menuju tempat di selenggarakan nya acara yaitu di halaman ponpes.


banyak pasang mata yang melihat ke mereka, pasal nya jarang umi mengandeng tangan seorang gadis, apa lagi ini bukan santri di sini.


sambutan - sambutan dari panitia penyelenggara pun telah usai, tinggal acara inti yaitu tausiyah dari ustadz yang di datangkan dari luar pesantren.


sila begitu menikmati setiap acara nya, bahkan saat tausiyah tentang bakti seorang istri kepada suami, dan seorang anak kepada orang tua nya.


"adek tu dengerin berbakti pada suami, buat belajar di masa depan" ujar bunda.


"iya Bun, lagian adek kan nikah nya masi lama sekolah nya belum selesai" ujar nya.


"jodoh mana ada yang tau, siapa tau lulus SMA sudah ada yang datang meminang, secara putri bunda kan cantik luar dalam" ujar bunda dengan senyum mengembang.


"bundaaa" wajah sila kini tengah memerah seperti tomat.


umi yang sekilas mendengar obrolan sila dan bunda nya pun ikut menimbrung.


"sila sudah ada yang meminta jeng? Tanya umi.


"ah umi ini lagi bercanda aja kok, belum ada la wong sila nya masih sekolah" jawab bunda nyengir.


"sila gak boleh pacaran loh ya, dosa" ujar umi.


"baik umi" jawab nya.


sampai acara pun selesai, dan kini sila sekeluarga pamit untuk pulang karena sudah tengah malam.


....

__ADS_1


...Terimakasih untuk dukungan kalian,🤗 jangan bosan-bosan ya nunggu author yang sibuk Mulu ini😪 sehat-sehat kalian jangan lupa tinggalkan jejak❤️...


__ADS_2