Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
14. keluarga baru


__ADS_3

Setelah menempuh beberapa jam, dan beberapa kali berhenti di rest area untuk sekedar beristirahat dan makan. kini mereka tiba di Bandung.


sampai di rumah bibi tepat pukul sepuluh malam.


"nah sila selamat datang di rumah bibi, yuk masuk, kak Brian pasti di dalem". ajak nya.


sila tersenyum sembari membaya barang nya dan masuk ke dalam, yang langsung di sambut kak Brian.


"hai sila, selamat datang di Bandung". Ujak kak brian, seraya memeluk sila.


tak ada rasa canggung di kedua nya, bahkan sila Pun membalas pelukan kak Brian.


hal ini membuat bibi dan paman tersenyum.


"Biar kakak bantu bawain barang sampai kamar. ucap kak Brian".


"baik kak, terimakasih" jawab nya.


"nah ini kamar kmu, semoga suka ya kalau butuh sesuatu panggil mbak aja atau panggil kakak" ujar nya.


"suka kok, makasih" jawab sila.


sila pun masuk ke dalam kamar baru nya, setelah kak Brian kembali ke kamar nya.


"mulai kehidupan baru". gumam sila.


sila pun merebahkan diri, dan mulai terbuai dalam mimpi.


.


.


.

__ADS_1


.


Pagi pun tiba,usai mandi dan sholat subuh sila turun ke bawah, menuju dapur.


ya kamar sila berada di lantai dua sama dengan kamar kak Brian.


"pagi mbak, lagi masak ya?"sapa sila pada dua mbak yang sedang sibuk di dapur.


"eeh neng pasti keponakan ibu ya? iya neng kita lagi mau masak" jawab nya.


"iya nama ku sila, mbak masak apa, mau di bantuin gak". sila yang memang terbiasa bangun pagi dan membantu di dapur.


"eeh gak usah neng sila mending istirahat lagi aja,nanti kalau sudah matang mbak panggil ke kamar". ujar mbak dengan tersenyum.


"ouh iya, sila mau beresin barang-barang sila deh, semalam langsung tidur hehehe" ujar sila sambil nyengir.


"neng sila kalau masih capek istirahat aja, nanti mbak bantuin beberes nya" tawaran mbak.


"gak usah mbak, sila bisa kok, sila ke atas dulu ya" pamit nya.


"hem, kalau udah punya handphone sendiri pasti bisa telfon sama Reva" gumam sila.


Di usia sila sekarang, banyak teman-teman sila yang rata-rata sudah memiliki handphone sendiri.


lain hal nya dengan sila, yang memang lebih memilih laptop untuk memudahkan nya dalam belajar.


tok,,tok,,tok


sila tersadar dari lamunan nya, karena ketokan pintu.


"dek sudah bangun belum?" suara dari luar yang lain adalah kak Brian.


"sudah kak" jawab sila seraya berjalan membuka pintu.

__ADS_1


"yuk sarapan sudah di tunggu ayah bunda" ujar nya.


kedua nya pun menuju ruang makan untuk sarapan bersama.


"seneng ya kak, sekarang punya ade". ucap bibi.


"hehehe iya Bun, gak sepi lagi" jawab nya.


"sila tau gak dari dulu kakak tu pengen banget punya Ade cewek, kata nya biar bisa di sayang-sayang, kmu siap-siap aja bakal di posesif in sama kakak" gurau bibi.


"ah benar kah?" tanya sila dengan wajah polos nya.


"Bunda mulai deh, bun" ujar kakak.


"sudah ayo sarapan,ouh ya sila kmu nanti mulai cari sekolah ya biar di bantu sama kakak " ujar paman.


"Baik paman" jawab nya.


"gimana kalau sila Sekolah di SMA nya kakak aja, gak jauh juga dari kampus kakak berangkat kan bisa bareng" cakap kakak.


"gak papa kalau sila mau, tapi mending di lihat dulu aja ya, nanti sila pilih mana yang paling suka, kalau sudah baru deh nanti masuk di sana" ujar bibi.


"baik bi".sila senang karena keluarga bibi nya benar-benar menerima sila dengan baik, bahkan juga peduli dengan pendidikan sila.


hari ini di lalui sila dengan melihat beberapa sekolah SMP di kota tempat tinggal baru nya.


yang nantinya akan menjadi tempat sila belajar dan mempunyai banyak teman.


.


.


.

__ADS_1


.


...*Terimakasih riders yang sudah berkenan mampir, jangan lupa like komen dan vote ya**🍃🤗*...


__ADS_2