Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
22.Pertemuan


__ADS_3

Siang itu mentari begitu terik, namun tak menyurut kan semangat sila untuk datang ke pesantren atas permintaan umi.


ntah, semenjak undangan saat pengajian malam itu, Umi dan keluarga sila semakin dekat, bahkan tak jarang umi singgah di kediaman sila hanya untuk bertemu sila.


sesampai nya di halaman pesantren, sila langsung ke dalem, guna mencari umi.


"assalamualaikum umi".salam sila saat diri nya bertemu umi.


"waalaikumsalam warahmatullah sila sudah sampai sayang". tanya umi.


"Baru saja umi, ouh iya ada apa umi memanggil sila ada yang bisa sila bantu umi". tawar nya.


"Hari ini sila temenin umi ke bandara ya" ujar umi.


"baik umi" tanpa banyak tanya sila pun mengikuti umi.


selama perjalanan, yang mereka bicarakan hanya seputar memasak dan sekolah nya sila, tentang rencana sila kedepan setelah lulus SMA.


"sila umi mau tanya seandai nya usai lulus SMA, terus ada yang meminang sila apa yang akan sila pilih pinangan atau pendidikan?


seandai nya lelaki tersebut bisa membimbing sila, punya akhlak yang baik dan tanggung jawab yang besar". tanya umi


sila terdiam untuk beberapa saat.


"Boleh tidak umi, kalau sila egois sila memilih kedua nya,tapi sila benar-benar belum kepikiran tentang pernikahan " jawab sila.

__ADS_1


"tidak apa, umi hanya pengen tau jawaban sila . kalau menikah muda menurut sila bagaimana? tanya umi kembali.


"Menurut sila tidak masalah umi, Jodoh kan tidak ada yang tahu datang nya" jawab sila dengan tersenyum.


umi pun bagai mendapat angin sepoi-sepoi.


tak terasa mereka kini sudah memasuki kawasan bandara.


sila masih mengikuti langkah kaki umi tanya banyak bertanya, meski sebenarnya banyak pertanyaan sila, salah satu nya tujuan mereka di bandara.


"Assalamualaikum umi... panggil seorang pemuda yang baru saja keluar dari dalam pesawat dengan membawa beberapa koper.


saat sedang berperang dengan pikiran nya sila di kaget kan dengan suara seorang lelaki yang memanggil umi.


"Waallaikumsalam masyallah putra umi, yang selalu umi rindukan" ujar umi dengan memeluk putra nya.


"ya sudah kangen nya di lanjut di rumah, maaf ya Abi gak bisa ikut kmu tau sendiri lah Abi mu sibuk" ujar umi.


" tidak apa umi, nanti juga bertemu di rumah " jawab nya.


"ouh iya sampai lupa umi, kenalin ini sila dan sila ini putra umi yang pernah umi cerita kan" ujar umi.


"iya umi, saya sila kak". ujar nya sila hanya melihat sekilas kemudian menunduk kembali.


Rasya tidak menjawab namun ia tersenyum lucu, dan itu tak lepas dari pandangan umi.

__ADS_1


"dah Yuk kita pulang" ajak umi.


mereka pun ngobrol banyak hal, namun lebih banyak cerita Rasya saat di Kairo, dan sesekali sila ikut menimpali saat umi mengajak nya berbicara.


"Ouh jadi sila masih sekolah". tanya kak Rasya.


"iya kak sila masih sekolah, tinggal nunggu beberapa bulan lagi ujian nya" jawab Sila.


untuk beberapa saat Rasya mengamati sila, yang lebih banyak menunduk bahkan saat berbicara pada nya.


umi yang faham pun hanya tersenyum.


sesampai nya di dalem sila di ajak umi untuk memasak makan siang, bahkan dengan sengaja umi meminta sila memasak ayam rendang.


dengan cekatan sila pun memasak ayam rendang, sedangkan umi memasak menu yang lain.


satu jam berlalu, makanan sudah terhidang di meja makan.


Rasya pun keluar dari kamar untuk makan siang.


.


.


.

__ADS_1


makan siang sama calonšŸ¤”


...terimakasih supot nya jangan marah sama author ya 😭 author lagi agak riweh. pokok nya jangan lupa tinggalkan jejak biar aku gak malesan makasih ā¤ļø sehat-sehat kalianšŸ¤—...


__ADS_2