
Sore hari nya sila bangun dengan perasaan lebih baik walaupun perut nya masih sakit tapi sudah lebih baik.
ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tiga puluh menit berlalu
sila keluar kamar untuk mencari di mana suami nya berada, pasal nya semenjak ia bangun suaminya belum nampak.
"kok gak ada ya,,kemana sih" gumam nya.
"Hem".
"Astaghfirullah mas ngagetin deh" ucap sila.
"lagian kmu clingak-clinguk cari siapa sih? cari mas ya?" goda nya.
"hurf,, dari mana?" tanya sila.
"habis mandi terus sholat sekalian di kamar bawah kalau di atas takut ganggu kmu,,,sini duduk". Rasya menuntun sila untuk duduk di sofa ruang keluarga." gimana perut nya masih sakit banget ya?" tanya nya sambil mengelus perut rata sila.
"masih sakit tapi gak sesakit tadi, gak papa biasa kok kaya gini" ucap nya.
"Hem,,makan ya dek mau makan apa?,,cup" kecupan mendarat di kepala sila yang terbungkus jilbab.
"Siomay" jawab nya ngasal.
"Hem,, ya udah yuk kita cari kamu siap-siap dulu sana mas siapin mobil dulu" ujar nya.
"iya"
sila pun pergi ke kamar untuk bersiap.
beberapa saat kemudian.
sila menghampiri Rasya yang ada di teras rumah.
"udah siap?" Tanya nya.
"udah" jawab nya, Rasya pun membuka kan pintu mobil untuk istri nya tidak lupa ia mengunci rumah nya.
__ADS_1
"mau sekalian belanja gak buat isi kulkas?" tanya Rasya.
"boleh mas".
"tapi gak usah masak dulu ya istirahat yang cukup besok kita masih ada resepsi " tutur suami.
"iya mas".
sesampai nya di tempat yang menjual siomay.
"kang siomay nya dua ya di makan sini".
"eeh Gus rasya,,baik Gus pedas tidak?" tanya si penjual.
"pedes mang" bukan Rasya yang jawab tapi sila.
"gak usah pedes mang" ujar nya yang membuat sila manyun.
"baik den Rasya duduk dulu,,, ngomong-ngomong si Eneng istri nya ya den?" tanya si mamang.
"Alhamdulillah semoga sakinah mawadah warahmah dan yang semoga di karuniai putra putri yang solih Sholihah" doa si mamang.
"amiin ya Allah terimakasih doa nya mang".
Rasya pun membawa sila duduk.
"gak usah manyun gitu sama suami" ujar nya.
sila pun tersenyum paksa hal tersebut malah membuat Rasya gemas sendiri.
usai makan siomay mereka pun menuju supermarket untuk membeli bahan dapur lebih tepat nya mengisi kuklas ðŸ¤.
"sayang beli nya yang gampang-gampang aja ya" ucap Rasya.
"iya mas".
sila pun memilih beberapa makanan yang mudah di masak seperti nuget kornet sosis mi instan, namun ia membeli secukupnya saja.
__ADS_1
"mas sudah yuk" ujar nya sambil memegang perut.
"perut kmu sakit lagi" tanya nya yang di angguki oleh sila." ya udah duduk sana dulu mas bayar ke kasir bentar ya".
Rasya pun mengantri di kasir untuk pembayaran sedang kan sila duduk di kursi yang tidak jauh dari kasiran.
"ada tambahan mas,,kita sedang ada promo parfum barangkali mas nya minat" ujar MB kasir yang agak ganjen.
"gak mbak".
"kalau coffee mas kita ada promo beli satu dapat dua" ujar nya.
"gak mbak ini aja" ujar nya.
"sayang udah belum, kama ih" ujar sila yang mendatangi Rasya ia langsung merangkul Rasya dengan posesif.
dan ternyata sila tau bahwa suami nya itu sedang di goda oleh mbak kasir.
"sudah kok,,,MBK total nya berapa istri saya udah kecapekan" ujar Rasya.
"ouh iya total nya seratus sembilan puluh ribu rupiah mas" ujar kasir yang langsung di kasih uang oleh Rasya.
sepanjang perjalanan pulang sila terdiam dan melihat ke keluar jendela.
sesampai nya di rumah sila langsung masuk ke dalam rumah dan menuju dapur untuk memasukkan bahan makanan ke dalam freezer.
tiba-tiba sila di angkat dan di duduk kan di meja dapur.
"kenapa jadi....
.
.
.
🌱🌱🌱🌱
__ADS_1