Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
34.Pertemuan dua keluarga


__ADS_3

Seminggu setelah pertunangan kak Brian dan kak Dira kini gantian sila yang akan bertunangan dengan rasya.


persiapan pun sudah di lakukan jauh-jauh hari termasuk diri sila sendiri.


"Bun" panggil sila.


"ada apa sayang" jawab nya.


"bunda jangan capek-capek yaa" ujar nya.


"gak, bunda kan cuma melihat saja" ucap bunda.


"adek mending istirahat aja sana di kamar" ujar nya.


"adek gak bisa bobok Bun" ucap sila.


"kenapa? gugup ya? Ade gak usah khawatir bunda jamin adek akan bahagia bersama Rasya" tutur bunda.


"sedikit gugup,,, padahal ini baru mau pertemuan keluarga, bagaimana besok saat mau nikah" tutur sila."dulu bunda pas nikah sama ayah apakah rasa nya sangat gugup?" tanya sila.


"iya bunda gugup sampai bunda haru ambil nafas berkali-kali supaya lebih tenang,,,tapi ada yang lebih gugup daripada perempuan yang akan menikah, yaitu seorang lelaki, kenapa? karena lelaki yang akan mengucapkan janji suci di hadapan semua orang dan di hadapan allah" jelas bunda.


"ijab kabul ya Bun" tanya sila.


"betul adek,,,nanti saat adek sudah menikah jangan lupa kewajiban Ade sama suami belajar lah jadi istri yang baik kalau ada masalah di bicarakan baik-baik,, restu dan doa Bunda selalu menyertai mu putri ku" ujar bunda dengan berkaca-kaca.


"aaa bunda kan Ade jadi sedih nanti gak bisa lihat bunda tiiap hari gak bisa peluk bunda kaya gini" ujar nya sambil peluk erat sang bunda.


"Kan udah ada aa Rasya, ya peluk AA Rasya dong" goda kak Brian.


"astaghfirullah kakakkkk"Ujar sila.


sedangkan bunda tersenyum melihat mereka yang sering jahil,saat-saat seperti ini yang akan ia rindukan setelah kedua nya menikah dan menjalani kehidupan masing-masing.

__ADS_1


🌱🌱🌱


Malam pun tiba.


pukul delapan keluarga Rasya sudah sampai di kediaman keluarga sila.


setelah di persilahkan masuk dalam rumah.


mereka berkumpul di ruang keluarga, karena acara hanya keluarga inti saja yang hadir.


"gimana keadaan nya sekarang dek" tanya umi pada bunda.


"Alhamdulillah umi,ini sudah jauh lebih baik apalagi sebentar lagi anak-anak mau nikah terus saya di kasih cucu,,, rasanya sudah tidak sabar umi" ujar bunda.


"hehehe Ade bisa saja,,,itu yang bikin bahagia melihat mereka bahagia dengan keluarga kecil nya" tutur nya.


"calon mantu umi" ucap umi saat sila menyalami umi.


"waalaikumsalam, sila apa kabar?" tanya umi.


"Alhamdulillah sila baik umi, umi sendiri bagaimana?" tanya nya.


"seperti yang kmu lihat, bahkan umi jauh lebih baik saat,,,Rasya bilang ingin menikah" tutur nya.


sila pun tersipu malu, kemudian ia kembali duduk di dekat bunda sejenak ia melihat ke arah Rasya.


tatapan mereka bertemu,sedetik kemudian mereka sama-sama menunjukkan pandangan.


belum muhrim aa🤭.


Setelah satu jam pembahasan pernikahan secara keseluruhan hanya tinggal menentukan tanggal saja


pernikahan akan di laksanakan tiga bulan mendatang.

__ADS_1


"bagaimana kalau acara nya barengan aja


kakak biar sekalian bikin acara nya" usul kak Brian.


semua tampak memikir kan ide dari Brian.


"kalau Abah sih gak papa bagaimana dengan yang lain" tutur Abah.


"ibu sama ayah juga gak masalah kalau kita bikin acara nya bareng, berarti pertemuan berikut nya ada tiga keluarga yang ikut serta" ujar ayah.


"Rasya juga gak keberatan kalau acara nya bareng malahan,,,bakal seru" ujar Rasya.


"adek gimana?" tanya kak Brian pada sila yang sedari tadi hanya diam dan menduduk hanya sesekali mengangkat kepala.


"hahh,,eem gak papa Ade ikut aja" ujar nya.


"baiklah karena tidak ada yang keberatan nanti rencana ini akan ku sampai kan pada calon istri ku" ujar kak Brian.


setelah dirasa cukup untuk malam ini, keluarga Rasya pun mamit pulang.


sila ikut mengantarkan sampai teras rumah.


"Ade mau minta mahar apa?" tanya apa Rasya.


.


.


.


aduh Ade minta apa yaaa,,,🤭


dukung terus author jangan lupa tinggalkan jejak kalian,😘

__ADS_1


__ADS_2