Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
30.Permintaan


__ADS_3

Seminggu sudah bunda tidak sadarkan diri,setiap hari nya adalah rasa takut yang sila rasakan takut kehilangan.


kesedihan juga di rasakan oleh umi, hampir setiap hari umi datang walau hanya untuk sekedar menyapa.


"sayang kmu jangan terlalu lelah ya jangan lupa makan di jaga kesehatan kmu biar bunda gak sedih ya" nasehat umi saat sedang berada di kamar bunda.


"Baik umi" ucap nya.


"Ya sudah umi pulang dulu ya besok umi datang lagi, assalamualaikum" ujar umi.


"waalaikumsalam warahmatullah hati-hati umi" ujar sila.


saat ini sila sedang berada di kamar bunda ia selalu membacakan doa untuk bunda nya.


"Bun sila kangen bunda cepet bangun ya apa bunda gak lelah tidur terus? sila kesepian Bun gak ada teman masak" ucap sila saat memegang tangan bunda sesekali ia menyeka air mata nya.


tak terasa ia tertidur dengan posisi duduk dan kepala nya berada di dekat tangan bunda.


Perlahan mata sila terbuka saat ia merasakan belaian halus di kepala yang tertutup hijab.


"bunda" lirih nya." bunda sudah bangun hiks hiks" ucap sila sambil menangis kemudian ia segera menekan tombol yang berada di samping ranjang pasien, dan tak lama kemudian dokter pun datang bersama suster.


"Bagaimana dok keadaan bunda saya?" tanya sila.


"Alhamdulillah mbak ibu sudah jauh lebih baik namun harus banyak istirahat ya, kalau gitu saya permisi dulu mbak nanti malam akan saya periksa lagi" jelas dokter setelah memeriksa keadaan bunda.


"Alhamdulillah terimakasih dok " ucap sila kemudian sila langsung memberi kabar pada kakak dan ayah nya .

__ADS_1


"sila" panggil bunda dengan lirih.


"iya Bun ini sila" ucap sila sambil menciumi tangan bunda."bunda istirahat aja ya sila tunggu bunda di sini" ujar sila.


"sila bunda ngantuk" ucap nya dengan tersenyum."sila kmu menikah sama Rasya ya bunda punya cucu" ucap nya sambil perlahan memejamkan mata.


sedang kan sila hanya terbengong mendengar apa yang di ucapkan bunda.


"apa sila gak salah dengar" lirih nya.


tak lama kemudian kakak pun datang.


"adek, bunda kata nya bunda sudah sadar" ujar kak Brian dengan terengah-engah karena berlarian.


"assalamualaikum kakak" sindir sila pasal nya kak brian masuk tanpa ucap salam.


"iya Alhamdulillah tadi bunda udah bangun sekarang lagi istirahat bang habis di periksa dokter"jelas sila.


"Alhamdulillah "ujar nya."cepat sehat ya Bun cup"kak Brian mencium kening bunda.


"dek sudah makan siang belum?"tanya nya.


"belum kak Ade gak mau ninggalin bunda sendiri " jelas nya.


"ya sudah kakak beli makan dulu sebentar ya" pamit nya yang di anguki oleh sila.


belum ada tiga menit kakak kembali ke kamar rawat bunda.

__ADS_1


"cepet banget kak" tanya ana sambil melihat ke arah pintu dan ternyata...


"eh umi" ujar sila.


"assalamualaikum dek" salam umi.


"waalaikumsalam umi silahkan duduk mi" ucap sila.


"kakak gak jadi beli maem soal nya di larang sama umi dek" ucap kak Brian.


"umi bawain makan buat kalian jadi gak usah beli ini lebih sehat masakan rumahan pasti kalian kangen kan sama makanan rumah" ujar umi sambil menyajikan makanan di meja yang ada di kamar.


"umi bawain makan terus Ade jadi gak enak" ujar sila.


"di makan biar enak ayo, ayo kak makan dulu" ujar umi.


mereka pun makan siang bersama.


sampai suara menghentikan makan mereka.


umi nikahkan Ade sama Rasya....


.


.


.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2