
Sila terduduk di ayunan sebuah taman yang terbentang luas dengan berbagai macam bunga, sayup-sayup terdengar seseorang memanggil.
sila pun mencari sumber suara, mengedarkan pandangan nya dan menangkap seseorang yang teramat begitu ia rindukan.
dia terdiam terpaku menatap lurus, kaki nya bagai tak bertulang, kini di depan nya seseorang yang sangat ia rindukan.
sila berlari sekuat tenaga mencoba memeluk seseorang tersebut, namun nihil bahkan sila tak bisa menggapai nya.
tubuh nya luruh ke tanah dengan air mata yang berlinang.
"ayah ibu, sila rindu" ujar nya.
"sila, sekarang ayah sama ibu sudah tenang sayang, kmu yang kuat ya jadi anak yang Soleha belajar yang bener, kami di sini selalu mendoa kan sila supaya Allah selalu melindungi sila menempatkan sila di lingkungan orang - orang baik, kami manyayangi sila".ujar ayah dan ibu.
sila tersedu.
"eeh sila, maaf ya Bu Dhe ganggu Bu Dhe ayah dan ibu harus pergi" ujar nya yang langsung pergi.
sila menjerit saat cahaya putih terang membawa orang -orang yang telah pergi meninggalkan nya.
"ayahh ibuuu Bu dheee" jerit nya.
haaah
deru nafas nya tersengal
"ternyata mimpi". gumam sila
"hiks hiks ayah ibu sila rindu" ujar nya.
"aku harus jadi anak yang kuat, anak Soleha seperti yang ayah dan ibu harapkan dan aku harus sukses seperti doa yang selalu Bu Dhe panjatkan, semangat sila" ujar nya menyemangati diri sendiri.
__ADS_1
sila pun bangkit dari tempat tidur nya dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
.
selesai mandi dan kewajiban sholat nya sila pergi ke dapur untuk membantu bibi nya.
"bibi lagi masak apa" tanya sila.
"eeh sayang, ini bibi mau bikin puding, kalau masak biar mbak aja, kmu butuh sesuatu? tanya Bibi.
"eem gak sih bi, cuma bosen aja di kamar terus, maka nya sila ke sini siapa tau ada kegiatan" jawab nya.
"ya sudah bantuin bibi bikin puding aja gimana? ajak nya.
"sila bibi boleh minta sesuatu sama kmu" ujar bibi.
sejenak sila terdiam mencoba menebak arah pembicaraan bibi nya.
"apa itu bii? tanya sila.
"bibi mau sila panggil bibi dengan sebutan bunda dan panggil paman dengan ayah" pinta nya seraya menggenggam kedua tangan sila.
"baik bunda" jawab sila dengan senyum manis nya.
empat puluh lima menit berlalu, puding buatan sila dan bunda pun sudah siap di sajikan.
.
__ADS_1
.
.
"waah puding nya cantik siapa yang bikin nih?tanya ayah/ paman.
"tentu saja yang bikin dua wanita cantik ini dong yah" canda bunda.
"ah biasa nya bunda kalau bikin biasa aja, pasti yang biki sila ini mah" ujar ayah yang seperti mengoda bunda.
"iya bunda kan biasa nya gak kaya gini" timpal kak brian.
"ah kalian mah gitu sama bunda, jadi kesel kan" ujar bunda seraya cemberut pura-pura marah, sedangkan sila hanya tersenyum geli.
"becanda atuh bunda sayang" ujar ayah.
"gak ah bunda udah keburu ngambek, biar gak ngambek harus di ajak jalan dulu pokok nya" ucap bunda yang di tertawakan oleh kak Brian dan sila.
"dek gak usah kaget, ayah sama bunda emang gitu mending kita makan puding yuk" ajak Brian pada sila.
"ayo kak".
.
.
.
Terimakasih teman-teman yang sudah mau menunggu up author, maaf ya belakangan sibuk banget dan akun ku sedang eror jadi tak bisa up,,🙏
tapi sekarang sudah bisa up, jangan lupa tinggalkan jejak ya riders biar aku semangat up nya
__ADS_1
terimakasih ❤️