
Mobil memasuki halaman rumah mewah dengan pagar dan tembok yang cukup tinggi.
sila pun keluar dengan kak Rasya.
"kak ini rumah siapa? kita tidak ke rumah umi?" tanya sila.
"ini rumah kita,, mulai sekarang kita tinggal di sini memang tidak satu rumah sama umi tapi rumah ini masih di kawasan pesantren jadi kalau mau ketemu umi tinggal ke depan aja, yuk masuk" sambil menggandeng tangan sila.
"kenapa tidak tinggal di rumah umi?" tanya nya saat sudah sampai di dalam rumah.
"biar kita tidak ada yang menganggu" ucapan kak Rasya sontak membuat sila agak gugup." hehehe bercanda sayang biar mandiri aja, hem" kedua tangan Rasya sukses melingkar di perut sila.
sila merasa tidak karuan jantung nya berdetak kencang ia begitu gugup, sedikit tidak nyaman karena untuk pertama kali nya ia di peluk cowok tapi mau bagaimana sila hanya perlu membiasakan diri saja karena ia sekarang sudah menikah, cepat atau lambat ia juga akan merasakan nya, mencoba untuk rileks dan menerima pelukan suami nya.
"kenapa diam Hem?" tanya nya.
"ak,,aku tidak apa kak" jawab nya.
"kmu gugup kenapa?. membalikkan badan sila agak menghadap nya.
"eem karena pertama kali di peluk sama cowok"jawab nya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan sila.
apa yang sila lakukan membuat Rasya merasa gemas sendiri,tanpa aba-aba Rasya mengangkat tubuh sila dan membawa nya ke kamar yang berada di lantai dua.
"kakak, sila bisa jalan sendiri" ujar nya yang tidak mendapat jawaban dari Rasya, sila pun mengalungkan tangan nya ke leher Rasya.
__ADS_1
sesampai nya di kamar sila di rebah kan di kasur kemudian tubuh nya di kunci oleh Rasya.
Hal itu membuat sila semakin gugup.
"kmu kok gemesin banget sih,,istri aku ini,, eeh tadi kmu bilang pertama kali nya di peluk cowok ya?" pertanyaan Rasya mendapat anggukan kecil dari sila.
"terimakasih ya cup,,,aku mandi dulu kmu ganti gih di lemari baju kmu sudah aku siapin" ujar nya sambil pergi ke kamar mandi yang berada di kamar.
setelah Rasya masuk ke kamar mandi sila merasa sedikit lega, ia pun bangun kemudian mulai membersihkan riasan nya.
tiga puluh menit berlalu Rasya keluar dari kamar mandi.
"sayang kmu mandi aku udah siapin air di bathtub". uajr Rasya.
malam hari nya.
saat sholat isya Rasya mengajak sila untuk berjamaah namun sayang nya sila sedang berhalangan baru saja tamu nya itu datang saat ia sedang membersihkan diri, alhasil Rasya pun sholat sendiri.
"sayang eem boleh gak aku buka jilbab kmu?" tanya nya yang di angguki oleh Rasya.
perlahan namun pasti Rasya membuka jilbab sila, rambut hitam panjang terurai indah wangi nya membuat candu.
"subhanallah istriku" ucap nya.
"kakak natap nya gitu aku kan malu" ujar nya.
__ADS_1
"kenapa mesti malu coba sama suami sendiri,,sini rebahan".
sila pun merebahkan diri di samping rasya dengan posesif nya rasya memeluk sila.
"sayang kamu kapan selesai nya sih?" tanya nya yang sudah menemukan posisi nyaman memeluk sila.
"Baru juga sehari kak kurang lebih satu Minggu biasa nya" jawab sila.
"eeh kok panggil nya kakak? kok lama banget sih?"tanya nya.
"terus aku harus panggil apa? emang satu Minggu normal nya" ujar sila.
"AA sayang atau mas,,, panggil sayang aja,ya sudah satu Minggu" ucap nya.
"sa,,yang,, tapi kalau lagi ramai panggil mas aja ya" nego nya.
"mas ge geliiii...."
.
.
.
ha ngapain😭
__ADS_1