
Dari rasa rindu yang akan tertahan dan memory yang terus berputar dalam ingatan.
berpisah itu mudah, tapi rasa rindu itu menyiksa.
Seperti yang sudah di rencanakan, sore ini sila akan ikut bibi nya pulang.
memulai kehidupan baru, rumah baru, lingkungan baru, sekolah baru dan orang-orang baru.
"sayang kmu sudah beresin semua nya?" tanya bibi.
"Sudah semua bi, bibi apa rumah ini akan di biarkan kosong?" tanya sila yang merasa sangat di sayangkan jikalau rumah nya kosong.
"gak dong sayang, rumah akan bibi sewakan, nanti uang sewa nya bisa kmu tabung, ya barangkali di masa depan kmu mau bikin usaha ya kan" jawab bibi.
"baik bi". rasa lega menyelimuti hati setelah mendengar jawaban bibi.
tok tok
"assalamualaikum" ucapan salam yang tak lain adalah Reva.
"wallaikumsalam,eeh nak Reva mari masuk, sila ada di kamar" ujar bibi.
"Baik bii".
"eh Reva, sini" ucap ana.
Reva pun mendekat dan memeluk sila.
__ADS_1
"Sila,reva pasti rindu, janji ya di masa depan kita ketemu lagi, Reva tu takut" Ujar nya.
"Reva jangan mulai deh,nanti kita tukeran nomer telpon ya sama bibi juga, alamat bibi juga nanti aku kasih, kmu jangan sedih okey" hibur sila.
siang ini mereka habiskan Untuk mengobrol banyak hal, sesekali bersenda gurau.
.
.
.
.
sore hari pun tiba.
setelah semua barang di masukkan ke dalam mobil dan sudah siap untuk berangkat.
"sila jaga diri di sana ya, kesehatan nya juga, semangat buat kejar cita-cita jangan lupakan Reva" ujar Reva sambil memeluk erat sila.
"Reva juga jaga kesehatan dan semangat kejar masa depan, sila pasti bakal sering telfon Reva, gak boleh sedih-sedih ya" nasihat sila pada sahabat nya, sila sekuat hati buat tidak menetes kan air mata di hari berpisah nya.
sejenak sila melihat rumah sebelum masuk ke dalam mobil, rumah yang selama ini menjadi saksi kehidupan nya, menjadi kenangan bersama almarhum kedua orang tua nya bersama Bu Dhe nya, kenangan kini hanya tinggal cerita.
embun yang sedari tadi tertahan pun, kini perlahan mulai menetes.
berat rasa nya kaki tuk melangkah, namun apalah daya.
__ADS_1
sila pun masuk ke dalam mobil seraya menyeka air mata nya, perlahan mobil pun melaju meninggalkan rumah yang nampak sepi, karena penghuni baru belum tiba.
sila melihat Reva yang masih berdiri di halaman rumah nya sampai ia tak terlihat lagi, sila selalu berdoa semoga sahabat nya itu selalu dalam lindungan Allah.
"bibi boleh gak kita mampir ke makam ayah ibu, sila mau pamit" ucap sila yang terdengar agak tercekat.
"Boleh, jangan sedih-sedih ya sila, paman jadi merasa bersalah kalau lihat sila sedih" ujar paman.
"baik paman, sila cuma butuh waktu aja" jawab sila.
"Gak papa, nanti juga terbiasa" ujar bibi
sesampainya di makam
selesai berdoa sila berpamitan.
"ayah ibu dan Bu Dhe sila pergi dulu ya, sila akan ikut paman dan bibi, Maaf kalau sila gak bisa sering-sering ke sini.
nanti sila bakal doa in kalian dari sana, sila janji bakal jadi anak yang baik yang sukses seperti harapan kalian, sila pergi ya assalamualaikum" ujar sila yang bagai belati di hati bibi.
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Bandung.
.
.
.
__ADS_1
.
...Terimakasih semua jangan lupa like komen dan πvote nya ya, biar author makin semangat πͺπ€...