Tersenyumlah Pelangi

Tersenyumlah Pelangi
44.Suapan


__ADS_3

Tidak ada seorang pun yang tidak sedih saat di ingat kan oleh kehilangan, kesepian juga memory yang di kemas menjadi kenangan dalam ingatan.


begitu dengan sila, kedatangan nya hanya mengulang saat-saat terpuruk bagi nya.


Rasya yang faham akan kesedihan istri nya pun, ia mengajak untuk pulang.


mereka pun akhirnya pamit pada pak Dhe, tidak ada obrolan serius di antara mereka, sila hanya menitipkan rumah nya pada pak Dhe nya itu walaupun rumah itu di kontrakan namun sila tetap saya ada rasa sedih.


Tidak ada pilihan lain bagi seseorang perempuan yang sudah bersuami kecuali mengikuti suami nya., begitu tutur pak Dhe.


"sayang kmu gak papa Hem?" tanya Rasya.


"Iyah mas gak papa kok" ucap nya sambil tersenyum kecil.


"kita cari makan dulu yuk, kmu pasti laper" ujar nya.


"iya sila laper hehehe".


Rasya pun menepikan mobil nya di sebuah restoran.


setelah selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan, namun karena hujan deras akhirnya Rasya memutuskan untuk bermalam di hotel dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.


setelah cek in mereka langsung menuju kamar yang sudah di pesan.


"nah sayang istirahat lah, besok kita baru pulang" ucap nya.


"iya mas" sila pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian ia berbaring di ranjang dan mulai memejamkan mata.


Lima menit sepuluh menit nyata nya tak kunjung lelap juga, akhirnya sila bangun dan menghampiri suami nya yang sedang berkutat dengan laptop nya.


tanpa aba-aba sila langsung memeluk suami nya.


"eeh sayang kmu belum tidur?" tanya nya.

__ADS_1


"gak bisa tidur mas" ujar nya.


Rasya pun memeluk sila sambil membelai lembut rambut nya.


"dah tidur, nanti mas pindah ke sana bentar lagi pekerjaan mas selesai kok" tutur nya yang di anggukki oleh sila.


Tiga puluh menit kemudian Rasya sudah selesai dengan pekerjaan nya, di tatap nya wajah istri yang tenang damai tidur dalam pelukan nya.


ia ciumi seluruh wajah nya sebelum akhir nya ia pindah kan ke ranjang.


Rasya mengangkat istri nya dan di baringkan di ranjang, Rasya pun ikut berbaring memeluk sila dan mereka sama-sama masuk ke dalam mimpi.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


pagi hari.


usai sholat subuh mereka langsung melanjutkan perjalan menuju kota.


tidak lupa mereka mampir ke warung makan yang menyediakan bubur ayam dan juga menu sarapan lain nya.


"mauu" sila pun di suapi oleh Rasya.


"enak gak?" tanya nya.


"enak banget apalagi di suapin hehehe"


"mau lagi?" tanya nya.


"udah udah kenyang mas, kita pulang yuk" ucap nya.


"yuk pulang".


selesai sarapan dan tidak lupa membayar mereka lanjut perjalanan masih satu jam lagi untuk sampai di rumah.

__ADS_1


"Alhamdulillah sampai juga" ujar sila yang di senyumi oleh Rasya.


mereka berdua pun masuk ke dalam rumah yang ternyata tidak di kunci karena sedang di bersihkan.


"assalamualaikum" ucap sila.


"waalaikumsalam, eeh neng sudah pulang?" tanya si embok.


"iya mbok harus nya si kemarin langsung pulang tapi karena terhalang hujan deras jadi kita bermalam di hotel" ujar sila.


"ouh begitu ya neng, bagaimana kalau sekarang makan dulu pasti sudah lapar" ucap si embok.


"nanti aja deh mbok saya mau bersih-bersih dulu, sila ke kamar dulu ya mbok" ujar nya.


"baik neng".


Tak lama kemudian Rasya pun masuk.


"assalamualaikum, eeh ada mbok".


"iya den waalaikumsalam".


"mbok istri saya mana?"


"ada di kamar den"


"duh pagi-pagi udah ngajak ke kamar" gumam nya.


Rasya pun berlalu dengan senyum-senyum yang membuat mbok heran.


.


.

__ADS_1


.


mohon maaf banyak salah kata maapin author yang lama gak update πŸ₯΄ lagi fokus sama yang satuπŸ™


__ADS_2