
Hari yang di nanti pun tiba, janji suci akan di ucapkan oleh kak Brian dan gus rasya secara bergantian.
akad nikah di laksanakan di masjid agung yang tidak jauh dari rumah mereka, sedangkan resepsi akan di gelar pada malam Minggu di hotel berbintang.
sila dan juga kak Dira pun sudah siap dengan baju akad mereka.
"sayang kmu cantik sekali" ujar bunda yang menyambangi sila di kamar rias sebelum berangkat ke masjid.
"aah bunda kan jadi malu" tersenyum kecil dengan pipi merona.
"memang cantik kok putri bunda,,,yuk sekarang kita berangkat tar keburu siang" ajak nya.
sila dan bunda berangkat bersama rombongan menuju masjid, sedangkan kak Brian sudah berangkat lebih dahulu bersama ayah.
sesampai nya di masjid sila langsung di bawa ke tempat khusus untuk perempuan yang terdapat skate dengan para lelaki.
di sana juga sudah ada kak Mia yang sedang berdebar-debar.
"kak Dira cantik sekali" puji sila.
"kmu lebih cantik dek"ujar nya tersenyum manis.
"kak aku aku gugup" ucap sila.
"kakak juga,,,atur nafas dek insyaallah lebih tenang sebentar lagi juga mulai kok acara nya " ucap Dira yang di angguki oleh sila.
__ADS_1
"ya Allah semoga ini yang terbaik,,, jadikan aku istri yang Soleha ya Allah dan jadikan lah rumah tangga ini penuh dengan Rahmat mu,,amiin" ucap nya dalam hati.
Tak lama kemudian terdengar suara merdu yang dapat menggetarkan hati,, bacaan surah ar-rahman oleh ka rasya.
mendengar suara tersebut tak terasa cairan bening lolos jatuh ke pipi.
"subhanallah" ucap sila.
"Alhamdulillah,, surah Ar Rahman sebagai mahar sudah terpenuhi ya pengantin wanita sudah mendengar ya,,kalau sudah kita langsung saja ke ijab kabul" ucap pak penghulu.
ijab kabul pun berlangsung dengan hikmat, di mulai dari kak Brian kemudian Gus Rasya.
"Alhamdulillah sudah lega,,brow selamat ya uups lupa adek ipar" ucap kak Brian sedangkan kak Rasya hanya tersenyum.
sila dan kak Dira pun di Tutun menemui lelaki yang beberapa menit lalu sudah sah menjadi suami mereka masing-masing.
kak rasya membacakan doa di atas kepala sila.
"terimakasih sayang" bisikan kak Rasya yang mampu membuat sila merinding.
mereka juga melakukan sungkem dengan para orang tua secara bergantian,tak lupa mengabadikan momen tersebut.
selesai acara mereka pulang ke rumah masing-masing, kak Dira ikut kak Brian sedang kan sila langsung di boyong ke rumah Rasya.
"Adek sekarang sudah menjadi seorang istri,ingat pesan-pesan bunda ya sayang cup" pamit nya.
__ADS_1
"baik Bun sila akan selalu ingat pesan bunda".
"Nak Rasya ayah serahkan putri ayah pada mu, mulai sekarang ia menjadi tanggung jawab mu didik dia sayangi dan cintai dia dan jangan pernah sekali-kali kmu menyakiti nya, tapi ayah yakin kmu tidak akan melakukan hal seperti itu" tutur ayah.
"baik ayah insyaallah janji ku pada Allah pada ayah dan bunda akan Rasya tepati insyaallah yah" jawab nya." rasya mohon ijin untuk membawa putri ayah dan bunda" pamit nya sambil menggenggam tangan sila.
sila menangis mendengar nasihat ayah pada suami nya, andai saja orang tua nya masih hidup pasti bahagia melihat putri nya menikah.
sebelum masuk ke mobil sila memeluk bunda erat begitu dengan bunda.
sepanjang perjalanan sila hanya terdiam.
"dek,, kenapa diam?" tanya Rasya.
"eeh gak kok kak cuma masih rindu bunda aja".
"ouh itu, kan kita bisa sering-sering tengokin bunda gak usah sedih senyum dulu mana" ucap rasya.
sila pun tersenyum manis.
"massyaallah bidadari nya ku" ujar rasya sila pun menunduk malu.
.
.
__ADS_1
.
jangan nunduk dong di depan suami 😣