
...***...
Yuni meletakkan kertas dan pensil di atas meja.
"Apakah anda akan mengerjakan PR nya?"
Oh benar. Aku datang ke sini dengan dalih mengerjakan PR ku.
Ketika mencoba mengambil pensil, aku menemukan bekas luka di tangan Yuni.
"Yuni, kamwu terluka." (Yuni, kamu terluka)
"Ah, aku terluka karena aku ceroboh. Bukan apa-apa, jadi jangan khawatir tentang ini."
Kemudian Seria mendatangi kami.
"Aku punya obatnya."
"Tidak apa-apa...."
"Tubuh karyawan juga berharga. Kita harus menjaganya dengan baik. "
Seria memberi obat di tangannya, Yuni menjawab dengan wajah yang sedikit malu,
"Terima kasih..."
"Tidak masalah."
Keluar dari ruangan setelah menyelesaikan PR ku, aku pergi ke kantor Duke.
'Sekarang aku tahu siapa penjahat buronannya, aku perlu menemukan bukti untuk mendapatkan hadiah itu.'
Untuk melakukan itu, aku harus membuat pejahat itu selalu berada di sebelahku. Aku berpikir untuk menjadikan orang itu sebagai guruku dengan dalih ingin pelajaran lengkap.
Aku mengetuk dan masuk ketika Duke sedang berbicara dengan salah satu pengikut. Ada sebuah kotak besar di meja Duke.
'Apa yang ada di dalam situ...?'
'Etwal!'
Itu adalah benda suci yang membuat Mina dapat mengerahkan kekuatannya.
Tapi itu berbeda dari punya Mina. Etwal Mina adalah platinum, tapi ini semua emas. Dan sudut-sudut pusat heksagonal tidak memiliki perhiasan yang melekat disana.
'Itu dia. Etwal kedua.'
Benda yang Turva inginkan dengan cara menipu Duke Dubblede.
'Bagaimana mereka mendapatkannya?'
Aku mendengar akan terjadi perang, tapi seharusnya tidak selesai secepat ini. Tiba-tiba, pengikut berkata kepada Duke.
"Warga di benua itu sangat menderita karena penindasan oleh Tiran sehingga mereka secara langsung membuka gerbang untuk pasukan kami. Berkat itu, perjalanan menjadi lebih cepat."
"Apakah kau mengirim berita ini ke Kaisar?"
"Tentu saja, Kaisar bilang dia sangat senang dengan hadiah tahun ini, dan dia akan mengirim dekrit untuk menghormati Anda."
"Orang yang sangat menyebalkan."
Viscount Dubos menatapku.
"Ini semua berkat Anda. Jika Anda tidak mengenali penipu itu, bagaimana kita bisa tahu tentang keberadaan Etwal kedua?"
Para pengikut tertawa. Aku merasa senang.
Duke Vallua pasti mengalami serangan jantung. Dia telah melakukan banyak upaya dalam hadiah tahun ini. Dia bahkan meminjam uang dari mertuanya. Dalam kehidupanku sebelumnya, karena hadiah itu, ia membeli bantuan Kaisar dan memperoleh perdagangan daun teh yang sudah diincarnya.
Dia akan habis-habisan, tapi jika dia gagal kali ini, dia akan menderita hutang.
'Yah, itu bukan masalahku.'
Hal yang mendesak sekarang adalah uangku, bukan uangnya. Sekarang aku sudah menemukan kriminal yang dicari-cari.
'Aku harus menangkapnya sendiri.'
Begitulah cara aku akan mendapatkan hadiah.
Aku merentangkan lenganku ke arah Duke yang duduk di kursinya.
"Dyuke, beri aku pelukan"
"......."
Duke menatapku.
'Aneh, biasanya dia akan segera memelukku.'
Sebelum aku mengeluarkan tatapan penasaran, Duke menempatkanku di pangkuannya.
__ADS_1
"Apa yang membawamu kesini?"
Nah, mengingat bahwa dia berusaha mendengarkan, dia pasti dalam suasana hati yang baik hari ini.
Itu berarti aku tidak perlu melarikan diri sekarang atau menghindarinya untuk saat ini.
"Bwaine ingin belajar."
"Aku yakin kau sudah mempelajari huruf."
"Sekarang aku tahu semua huruf itu. Aku belajar keras dan menginginkan hal yang baru."
Duke menatapku dan kemudian membuka mulutnya lagi.
"Akan sulit menghabiskan waktu bersama Henry dan Isaac jika kamu mengambil kelas dengan serius."
"Tidak apa-apa."
"Mereka adalah favoritmu. Kau tidak ingin berpisah dengan mereka, kan?"
Kenapa kau membicarakannya di sini? Aku memiringkan kepalaku. Semua orang di ruangan itu menatapku dengan ekspresi putus asa.
Aku tidak tahu apa perasaan ini, tapi pengalaman yang aku miliki mengatakan padaku. Aku harus melakukannya dengan baik di sini.
"Tidak. Henli dan Isaak adalah yang terbwaik di dunia. Tetapi olang yang paling aku paporitkan di alam semesta adalah dyuke!" (Tidak. Henry dan Isaac adalah yang terbaik di dunia. Tetapi orang yang paling favoritku di alam semesta adalah Duke!)
"......."
Aku melihat ekspresi Duke dengan hati gugup.
"..... Siapa yang mengajarimu?"
Duke, yang tersenyum, dengan lembut melirik kepalaku. Aku melihat para pengikut dan administrator di depan meja.
Viscount Dubos menjawab dengan cepat seolah-olah ada tombol yang ditekan.
"Bagaimana seorang anak belajar mengatakan itu?"
"Betul sekali. Bayi itu pasti sangat menyukai Anda. Saya bahkan belum pernah mendengarnya dari anak-anak saya."
"Benarkah?"
Pengikut lainnya juga menggema, mengatakan, "Saya sangat iri!"
"Putriku sangat kesal setiap kali aku meminta pelukan."
"Aku selalu memohon putriku untuk memelukku."
Akhirnya, bibir Duke terlihat terangkat. Aku menyeka keringat di dahiku dengan punggung tanganku.
'Mereka sangat bagus dalam memberikan pujian.'
Sang Duke membiarkan dirinya menerima pujian dari para pengikut dengan serius.
"Aku akan memberi tahu Nos."
"Jangan!"
Aku berteriak kaget, tapi tiba-tiba aku sadar dan tertawa dengan canggung.
"Nyos punyak banyak kertas yang harus dikerjakan. Aku akan belajar dengan olang laen. "(Nos punya banyak kertas yang harus dikerjakan. Aku akan belajar dengan orang lain)
"Tapi..."
"Kakwak administwator pintar." (Kakak administrator pintar)
Aku berbicara dengan selugu mungkin. Segera, para pengikut di kantor mengangguk,
"Saya dengar dia bersenang-senang dengan para administrator, dan mereka sepertinya menyukainya."
Sang Duke mengangguk. Akhirnya, aku berhasil mengubah penjahat buronan itu menjadi guruku sesuai rencana.
...***...
Dua hari kemudian di pagi hari.
Lea dan para pelayan mengelilingiku. Ada kotak kado di tanganku.
"Itu semua adalah hadiah Hari Anak."
"Anda penasaran bukan?"
"Iya kan?"
Sarung tangan dan syal buatan tangan, pita, pulpen, sketsa. Aku sudah tahu segalanya sejak kemarin, tetapi aku berpura-pura sebaliknya.
Aku tidak lupa untuk melompat dan tersenyum lebar setiap kali hadiah dibuka satu per satu. Para pelayan berseri-seri dan memelukku.
"Nona kecil sangat imut hari ini~ "
__ADS_1
Aku benar-benar berterima kasih atas ketulusan mereka.
Aku mengeluarkan beberapa buku dan menuju ke ruang administrator. Charlie, Seria, dan Jacob ada di sana lebih dulu.
"Merupakan suatu kehormatan untuk mengajar Anda. Saya tahu saya tidak cukup baik, tetapi saya akan melakukan yang terbaik."
Seria menyapaku dan melanjutkan.
"Jacob dan Charlie akan mengajari anda bahasa Kekaisaran, dan saya akan mengajari Anda sejarah."
"Mari kita pelajari bahasa kekaisaran dari Jacob dan Charlie terlebih dahulu, lalu mari kita berkeliling kastil bersamaku dan berbicara tentang sejarah Dubblede!"
Seria sangat bersemangat. Kelas dimulai ketika aku mengangguk. Sementara itu, mata Jacob terlihat sangat tidak biasa hari ini.
"Saya dengar Anda menghafal huruf-huruf itu dalam dua hari. Sekarang, mari gabungkan huruf itu dan buat kata."
"Mari kita belajar bahasa asing terlebih dahulu."
Charlie tiba-tiba masuk dan memukul kepala Jacob dengan buku tebal.
"Bagaimana dia bisa berbicara bahasa asing ketika dia belum fasih berbahasa kekaisaran?"
"Kecuali kamu tidak bodoh, kamu akan mempelajarinya secara alami."
Lalu dia mendorong Jacob ke samping dan menatapku.
"Anak-anak Dubblede lain tahu bagaimana cara menghafal Alkitab ketika mereka seusia dengannya. Aku yakin dia bisa belajar bahasa Kekaisaran, kan? "
Ups.
Sayangnya, aku bukan asli orang Dubblede, untuk dapat menghafal Alkitab pada usia itu. Bahkan setelah dia dipermalukan kemarin, sikapnya tetap tidak berubah.
Sebaliknya, dia tampaknya menjadi lebih mengintimidasi.
"Aku tidak tahu dari mana kau mendengar rumor itu, tapi itu pilihan bagus untuk memilihku menjadi gurumu."
"Sejujurnya, aku pikir aku harus bertanggung jawab atas segala hal dalam pendidikanmu. Ya, baiklah, anggap ini sebagai latihan, aku menantikan masa depan."
Itu benar-benar berbeda dari kelas Nos, yang berfokus pada poin-poin penting dan masih memungkinkanku untuk berpartisipasi aktif.
Itu adalah kelas di mana dia hanya membual tentang pengetahuannya. Jika aku benar-benar hanya seorang anak kecil, aku tidak akan mengerti apa-apa.
Setelah kelas pertama, aku berangkat ke kelas Seria.
Aku mendengar pelayan yang mengobrol ketika aku berjalan.
"Administrator baru benar-benar membuatku merinding kecuali Seria."
"Aku setuju dengan Charlie, tapi mengapa Jacob?"
"Aku tidak suka dia melihat bayi itu dan mengatakan dia kecil dan imut setiap saat."
"Tapi memang benar bahwa bayi kita kecil dan imut."
"... Pandangannya seperti tatapan binatang."
"Kamu terlalu sensitif."
Ketika semua pelayan pergi kecuali Lea, Seria berlari,
"Nona kecil!"
Dia membawa setumpuk data tebal di tangannya. Dahinya penuh keringat.
"Saya seharusnya berada di sini lebih cepat. Maafkan saya. Saya telah mampir ke perpustakaan untuk pemeriksaan terakhir saya."
"Tidak apa-apa."
"Anda sangat baik ..."
Seria, sambil tersenyum, berjalan dekat denganku. Secara alami, Lea mundur ke belakang. Aku merasa bahwa Seria adalah guru yang sangat baik.
'Dia pasti terbiasa mengajar anak-anak.'
Penjelasannya tidak sulit sama sekali. Ditambah lagi, dia pandai menangani anak-anak.
"Agh!"
Ketika aku jatuh sambil berkonsentrasi pada penjelasannya, Lea berlari dengan terkejut.
"Nona Kecil, apakah Anda baik-baik saja? Lututmu merah."
Tidak seperti Lea, yang sangat khawatir, Seria memperbaiki rokku dan berkata dengan tenang.
"Apakah Anda baik-baik saja?"
Seria, yang memperbaiki rokku, bangkit. Kemudian ujung roknya terangkat dan kakinya terlihat.
Ada bekas luka bakar di kakinya.
__ADS_1
...***...