The Baby Raising A Devil

The Baby Raising A Devil
Bab 55


__ADS_3

...***...


Ketua datang untuk menemuiku.


"Kudengar kamu mengalami mimpi buruk kemarin malam."


"Iya."


"Apakah itu karena aku?"


Mata ketua sedikit basah.


Aku meniup coklat panasku dan mendengarkan ucapan ketua lagi.


"Aku orang yang jahat. Aku yang seharusnya disalahkan, dan..."


"Akuh harus memberitahumu pelan-pelan."


Mendengar ucapanku, ketua terbatuk dan bergumam, "Ha..." Dan tatapannya tertuju padaku.


"Ada satu hal nyang bisa kamu lakwukan untukku."


"Apa hubungannya dengan itu?" Alis ketua mengkerut, "Aku sudah terlalu banyak bekerja untuk melaksanakan perintah yang kamu berikan terakhir kali."


Seolah-olah ucapanku terdengar aneh, aku memberikan senyuman manis untuknya.


Ketua berhenti dan menghela nafas.


"Katakan..."


"Dapatkan boneka dan jadikan itu identitas palsu."


"Maksudmu boneka bersendi bola?"


Boneka bersendi bola adalah alat ajaib. Bisa digunakan sebagai pengganti seseorang dengan menyuntikkan sihir atau kekuatan suci ke boneka yang terlihat seperti manusia asli.



*ilustrasi BJD (Ball Jointed Doll)


Harganya mahal ges, bisa nyampe puluhan juta


"Rakyat biasa, usia sekitar 20-an, boneka itu yang akan memimpin puncak hope."


"Ini akan menghabiskan banyak uang. Hanya ada satu jenis penyihir seperti itu di Kekaisaran, dan sulit ditemukan bahkan dengan kekuasaan Dubblede."


"Aku punyak sedikit uang tersisa yang akuh kumpulkan untuk membelot."


"Bagaimana kamu akan membelot jika kamu menggunakan uang itu?"


"Tidak lagi." Aku berdiri dan berjalan ke arah ketua, "Aku akan tinggal di sini cekarang."


"Kamu tidak akan membelot?"


Aku menyeringai dan berkata,


"Aku akan membuwat Dubbelde merdeka dari kerajaan. Di mana kami tidak akan mendapwat gangguan dari gereja dan keluwarga kerajaan."


"......!"


Wajah ketua menegang.


"Tidak mungkin. Itu tujuan yang sudah ditetapkan dari Duke pertama hingga Duke saat ini, tapi tidak ada yang bisa mencapainya. Itu hanya mimpi yang tidak berarti."


"Mengapa mulutmu gemetar saat mengatakan itu?"


Dia tertawa terbahak-bahak.


"Lucu rasanya bersemangat mendengar kata kemerdekaan bahkan di usia ini."


"Bukankyah kamu terlalu jujur?"


Mata ketua berbinar saat aku memegang gelas coklat dengan kedua tangan.


"Orang-orang yang pernah bertugas di Dubblede jujur ​​tapi mereka punya keinginan mereka sendiri. Hanya orang munafik dari kerajaan yang menyebut kami penjahat."


"Boneka itu akan menjadi penopangku sampai akuh merasa cukup kuat. Pergi dan dapatkan itu."


"Sepertinya hadiah ulang tahunku dari Louis bukanlah spinel, tapi kamu, Nona kecil."


Ketua dan aku saling memandang dan tertawa seperti penjahat ...


...***...


Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk tujuan baruku. Untungnya, ada beberapa hal yang sudah aku selesaikan selagi bersiap untuk membelot.


Mendanai puncak hope.


Seorang penolong yang punya pengaruh kuat...


'Satu-satunya yang tersisa adalah penjaga.'


Meskipun kehebatan militer Dubblede sangat bagus, Dubblede masih kekurangan kekuatan untuk melawan keluarga kerajaan atau gereja jika terjadi keadaan darurat.


Jadi aku memanggil Andy.


Saat memasuki ruangan, bocah itu membuka mulutnya dengan ekspresi tercengang.


"Ruangan macam apa ini..."


Aku memberikan sekeranjang kue padanya, yang bergumam dengan kegirangan.


"Makan ini."

__ADS_1


Andy, yang mengambil kue, menatapku.


"Tapi untuk apa kamu memanggilku..."


"Andy, apakah kamyu ingin tinggal di sini?"


Saat aku bertanya, Andy menjatuhkan kue.


Andy, dengan telapak tangan terulur, menelan ludahnya beberapa kali.


"Tu, tu, tunggu."


"Hah?"


"Sejak kapan?"


"Sejak kapan kamu menyukaiku? Apakah sejak kamu memberiku roti waktu itu?"


"Apa?"


"Aku, aku dalam masalah. Dia memang manis sih, tapi dia empat tahun dan aku tiga belas tahun. Terlalu banyak perbedaan usia. Aku akan dicap pedofil yang menganggap seorang anak kecil sebagai seorang wanita."


"......"


"Kamu benar-benar imut, dan sejujurnya, aku belum pernah melihat anak yang seimut dirimu, tapi aku bukan orang cabul–"


... Apa yang dia bicarakan.


"Kamu harus menjadi ksatriaku."


Saat aku menatapnya, Andy, yang wajahnya semerah tomat, bertanya balik, "Hah?"


Aku tidak membatalkan rencana untuk menemukan Zachary. Namun, ini adalah rencana terbaik kedua.


'Bahkan jika aku menemukan Zachary, dia mungkin tidak akan setia padaku.'


Tapi Andy jelas memiliki perasaan yang baik untukku...


Meskipun lebih lemah dari Zachary, kemampuannya cukup bagus...


Dia memimpin kelompok yang berusia empat atau lima tahun, dan berhasil mendorong sejumlah pria dewasa yang jauh lebih kuat.


Strategi yang dia gunakan saat itu.


Kepercayaan diri.


Keberanian untuk memimpin.


Aku memberinya skor yang sangat tinggi untuk semua itu.


"Aku tidak punya uang untuk membeli kuda dan senjata. Siapa yang akan menerimaku sebagai murid?"


Untuk menjadi seorang ksatria, kamu harus lebih dari sekadar menjadi kuat.


Itu pasti mimpi yang sulit bagi Andy.


"Aku punyak banyak uwang!"


Aku menunjukkan padanya permata seperti amber dan berlian yang diberikan Isaac padaku terakhir kali dengan kedua tangan.


"Apakah kamu benar-benar akan menggunakanku sebagai kesatria?"


"Ya, Dubblede akyan membesarkanmu jika kau menjadi ksatriaku."


"Nona."


Dia langsung mengubah sikapnya.


'Yah, ini hal yang bagus. Sikap piciknya cocok dengan Dubblede.'


Aku mengangguk puas, dan Andy berkata dengan ekspresi tegas....


"Ini saatnya untuk bersumpah setia, kan? Aku tahu caranya."


Ini akan menjadi ketiga kalinya seseorang berjanji setia kepadaku, yang pada awalnya memberatkan.


"Andy menyapa tuan—"


Dia tiba-tiba berhenti dan mengerutkan kening. Lalu dia bergumam, "Bukankah itu nama yang terlalu umum untuk seorang ksatria?"


"Oke, aku akan mengubah namaku seperti seorang ksatria mulai hari ini."


Dia meletakkan lututnya di lantai dan menatapku....


"Ksatria Zachary menyapa tuan."


"...Apa?"


Aku menatapnya...


"Apa itu tadi?"


"Zachary, bukankah nama itu seperti seorang ksatria?"


Aku memandang Andy, atau sekarang Zachary, dengan ekspresi bingung di wajahku...


'Benarkah?'


Dia benar-benar Zachary?


Tapi Andy sangat lemah! Jika Andy benar-benar Zachary, mengapa dia tidak bisa melawan sama sekali?


"Kenapa kamu tidak melawan balik saat pelayanku menyerangmu terakhir kali?"

__ADS_1


"Karena aku tidak bisa memukul seorang wanita."


"Tapi kamu menangis."


"Situasinya cocok waktu itu."


Itu semua tipuan?


Sungguh menakjubkan...


Aku sangat sedih saat aku berpikir tidak bisa menemukan Zachary, tapi ternyata Andy adalah Zachary!


Namun, itu bukan salah Zachary, jadi aku menekan dahi untuk menenangkan kekesalanku.


Aku memanggil Lea.


"Lea, ajarkan Zachary pedang."


"Nama anak itu Zachary?"


"Ya, dia baru saja mengubahnya."


"Saya mengerti."


Lea, yang mengangguk, memukul Zachary dan menatapnya.


"Ikuti aku. Aku akan mengajarimu pedang."


Zachary sepertinya bertanya-tanya mengapa seorang maid mengajarkan pedang, tapi dia mengikutinya.


Dan hari itu, Zachary benar-benar menangis.


...***...


"Lebih baik mengajarkan Zachary tombak daripada pedang. Dia punya bakat."


"Oke..."


"Haha, dia anak yang lucu. Dia memiliki fantasi besar tentang bagaimana seorang ksatria harus bertindak di depan orang lain."


Lea, yang telah mengajar Zachary selama seminggu terakhir, tertawa, dan berkata,


"Setiap hari selalu ada serangkaian kejutan."


Aku memandang Zachary yang mengayunkan tombak dengan komandan.


Entah kenapa aku merasa kesal, tetapi aku mencoba untuk berpikir positif.


'Aku memiliki dua dari empat ksatria terbaik di rumahku.'


Isaac dan Zachary.


Sebagai lelucon, mereka mengatakan bahwa jika empat orang ksatria terbaik berkumpul, setengah dari kekuatan kekaisaran tidak akan berdaya.


'Aku akan bekerja keras untuk berkembang dan menggunakan Zachary.'


Aku mengambil keputusan.


Untuk menjadi ksatria terbaik, sepertinya butuh waktu bertahun-tahun untuk membesarkannya dengan benar.


Jadi aku meminta Seria untuk membuat kesepakatan dengan tentara bayaran. Danju adalah seorang tentara bayaran yang menjalankan tugas di kehidupan masa laluku sebagai pengemis.


'Pertama-tama, aku harus membesarkannya.'


Semakin banyak uang, semakin baik, dan ada kebutuhan dana yang bisa digunakan secara diam-diam.


'Dan sampai aku tumbuh dewasa, akan ada banyak waktu tersisa sebelum aku bisa mengambil alih, jadi aku harus rukun dengan keluargaku.'


Setelah memutuskan untuk tidak membangun tembok untuk orang-orang di Dubblede, ternyata Dubblede adalah ayah dan saudara biasa.


Hanya keluarga biasa yang ingin menghabiskan waktu bersama putri mereka dan berusaha merawatnya dengan baik.


'Aku akhirnya punya keluarga yang tidak membenciku.'


Jantungku berdebar-debar kegirangan saat aku berpikir begitu.


Aku sedang memegang pipiku saat aku mendengar ketukan.


"Tuan sedang mencari anda."


'Ayah?'


Aku mengangguk dan mengikuti pelayan itu.


Saat aku sampai di ruangan, aku melihat Isaac yang sedang duduk di sofa, dan Henry yang sedang membaca buku.


Henry tersenyum padaku dan berkata, "Selamat pagi."


Isaac juga melambai. "Apakah kamu tidur dengan nyenyak?"


Aku juga berkata, "Hai," dan duduk di antara Henry dan Isaac.


"Apakah dyuke memanggilmu juga?"


Isaac mengangguk. "Iya."


Saat itu, Ayah masuk ke ruang tamu bersama dengan Nos. Nos membawa tiga kotak kecil di tangannya.


Saat Ayah duduk, Nos meletakkan tiga kotak di atas meja.


"Bukalah."


Kami bertiga membuka kotak itu dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


...***...


__ADS_2