
...***...
Saat aku menatap luka itu, dia tertawa dengan canggung.
"Terlihat buruk, bukan?"
"......."
Meskipun aku tidak menangis, Lea pergi dengan gelisah, mengatakan dia akan membawa obat untukku.
"Haruskah kita melanjutkan kelasnya? Menara ini dibangun tiga ratus tahun yang lalu oleh Duke untuk menghormati leluhurnya."
Menara itu terlihat aneh.
Itu tidak dibangun untuk akomodasi ataupun untuk tujuan lain. Sepertinya dibangun untuk dijadikan simbol.
Hanya ada tangga di dalam, tidak ada kamar. Hanya ada seberkas sinar matahari tanpa satupun lampu.
"Wow!"
"Apakah Anda ingin naik?"
"Iya!"
Seria tertawa kecil ketika dia menaiki tangga.
"Ada apa?"
"Kau mengingatkanku pada adik laki-lakiku."
"Selia pasti kakak yang baek." (Seria pasti kakak yang baik.)
"Ah tidak."
"Benar kok."
Aku menaiki tangga dan menatap Seria.
"Kamu membwunuh seorang bangsawan demi dia." (Kamu membunuh seorang bangsawan demi dia)
"......."
Wajahnya menegang.
Skakmat.
...***...
'Aku berharap pelakunya bukan kamu.'
Tapi buktinya ada pada luka bakar di kakinya.
Aku melihatnya di rumah lelang budak. Semua budak punya tanda yang sama di kaki mereka.
'Tanda itu juga ada di kaki pria yang mencoba menyerangku.'
Seria juga punya aksen.
Aksen Noxstone.
'Bangsawan yang sudah mati itu sebenarnya adalah seorang pedagang budak. Seria, saudaramu dijual oleh bangsawan itu.'
Itu hal yang tidak biasa bahwa seorang bangsawan meraih uang dengan menjual orang tua dan orang lemah.
Dia adalah budak yang dibesarkan oleh bangsawan, jadi Seria bisa masuk ke mansion dengan mudah.
"Bagaimana.... bagaimana saya bisa melakukan itu.... "
Seria, yang menatapku dengan mata gemetar, kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Kurasa kau sudah mendengarnya dari Duke. Aku juga tidak berpikir bisa menyembunyikannya dalam waktu lama. Aku tertangkap lebih cepat dari yang kuduga."
Aku memutar bola mataku.
Padahal aku sudah menyiapkan alasannya.
"Itu benar. Dia pantas mati."
"......."
"Tidak ada yang tahu dia bajingan, dia bahkan menjual anak-anak sebagai budak."
Seria mengepalkan tangannya.
"Anak-anak yang tidak tahu apa-apa akan menunggu dia menyelamatkan mereka bahkan setelah mereka dijual... Seperti aku."
"......."
"Tapi aku beruntung. Aku bekerja di mansion nya. Jadi aku terjual setelah aku remaja, dan aku menyadari lebih dari anak-anak lain. Sifat sejati pria sialan itu."
__ADS_1
Seria mengatakan dia melarikan diri dengan sekuat tenaga. Dia pergi ke fasilitas itu untuk menyelamatkan anak-anak lain, tapi banyak dari mereka sudah terjual.
"Anak-anak yang tidak cocok untuk dijual hidup sengsara."
Aku tahu kamu membunuh seorang bangsawan.
'Tapi kenapa kamu harus datang ke Dubblede?'
Seria berlutut di depanku.
"Nona kecil, administrator biasa sepertiku tidak bisa menemui Duke. Tolong bantu aku bertemu dengannya!"
"Kalau dyuke tahu, kamu akan mati!" Kataku dengan kaget.
Apa kau pikir seorang pria tanpa darah atau air mata akan menyelamatkan hidupmu karena kau memiliki masa lalu yang menyedihkan?
"Aku harus menemukan saudaraku yang sudah dijual."
"Apa?"
"Aku dengar dari salah satu bawahan orang itu. Aku tidak tahu kenapa, tapi dia jelas mengatakan akan pergi ke wilayah Dubblede."
Pada saat itu, banyak hal muncul di benakku. Mata yang menatapku, kesukaan yang tidak biasa pada anak-anak. Luka sepanjang tangan.
"Jacob..."
Saat itulah aku bergumam.
"Bagaimana kamu bisa tahu?"
Sebuah suara datang dari bawah tangga. Saat itulah Seria tiba-tiba mengangkat kepalanya. Jacob melompat dalam sekejap dan meraih lehernya.
"Ugh ....!"
Kemudian, dia menjatuhkannya menuruni tangga.
Darah merah gelap berkumpul di sekitar Seria, yang mengalir menuruni tangga. Jacob menatapku.
"Hah? Bagaimana kau mengetahuinya? "
Aku menggigit bibirku.
Menara tempat aku berada sekarang jauh dari kastil utama. Menara ini hanya sebuah simbol, jadi daerah sini para ksatria tidak berpatroli.
Tidak ada orang lain. Aku perlu ruang untuk berbicara dengan Seria, dan aku yakin dia tidak akan pernah menyerangku.
Jacob mendekat perlahan. "Kamu tidak akan memberitahuku?"
"Pelangganku mengatakan untuk tidak melukai mu, tetapi untuk membawamu ke sana."
Aku memelototinya saat dia bergumam dengan nada yang sangat sedih.
"Jika kau kembali dari sini, mereka mungkin akan membunuhmu terlebih dahulu."
Apa cara terbaik untuk menghindari kematian yang menyakitkan?
Jatuh dari menara? Menggigit lidah?
'Tuan, kau harus mati sebelum tertangkap.'
Jelas bahwa 'pelanggan' Jacob adalah orang yang gila, jadi sangat berbahaya baginya untuk tertangkap.
'Akan lebih baik kalau dia jatuh dan mati.'
Aku bergegas ke jendela tetapi Jacob lebih cepat. Dia mencengkeram kerah bajuku dan berkata,
"Menyenangkan bermain denganmu."
Lalu kemudian.
Suara yang akrab terdengar.
'Lea!'
Ada juga Yuni di belakangnya. Aku berteriak dengan tergesa-gesa,
"Jangan kesini!"
Kedua wanita itu tidak bisa mengalahkan pria dewasa. Yang paling utama, Jacob berpengalaman, menilai dari cara dia menangani Seria.
Lebih buruk jika keduanya mati bersama untuk melindungiku. Tapi mereka tidak bergerak. Begitu aku hendak berteriak lagi, Lea mempersempit jarak dengan Jacob. Lalu melompat dan meraih bahunya.
Dia meraih lehernya dengan cepat dan mengencangkan cengkeramannya.
'Bagaimana bisa!'
Wajah Jacob merah padam seakan tidak bisa bernapas. Saat dia perlahan kehilangan kekuatannya, Lea melemparkannya ke dinding dan dia jatuh ke lantai.
Aku sangat terkejut sehingga kepala ku terbentur ke dinding dan jatuh.
__ADS_1
"Nona kecil!"
Lea berlari ke arahku.
"Apakah Anda baik-baik saja? Maaf, sudah begitu lama sejak saya melakukan kesalahan."
Aku menatapnya dengan keterkejutan.
"Oh tidak, dahimu merah."
Yuni berlari ke tempat Jacob jatuh dan bertanya kepadanya.
"Dari organisasi mana kamu berasal? Apakah kamu dari Malta? Orca dari Brown Wolf? Kalau tidak, Karutano?"
Yuni yang biasanya ceria dan cantik sangat berbeda hari ini.
Nama-nama geng narkoba, organisasi perdagangan manusia, dan pembunuh muncul berturut-turut, bersama dengan dialek yang unik. Kemudian dia menjambak rambutnya dan menghantam kepalanya ke lantai, dan sepertinya aku mendengar kepalanya retak.
"Oh, ya, mari keluarkan ususmu."
Melihat Jacob dipukuli seperti anjing, tiba-tiba aku tersadar.
".... Lea, kamu byukan pelayan?"
Lea dengan cepat menggenggam tangannya yang bergetar.
"Saya seorang pelayan! Saya hanya terjebak dalam suatu pekerjaan saat itu."
"Apa?"
"Ksatria elit Dubblede, untuk sementara waktu.... "
Ksatria elit Dubblede menggunakan aura saat bertempur. Rumor mengatakan bahwa lebih dari 100.000 orang telah dikerahkan untuk menyelesaikan pertempuran hanya dalam 15 hari. Maksudnya Lea adalah ksatria terbaik Dubblede?
Aku menelan ludah ketika mulutku mengering dan bertanya.
"Yuni juga?"
"Tidak. Yuni punya sejarah singkat berada di suatu organisasi sebelum dia memasuki kastil.... "
Kemudian Yuni membuat alasan karena malu.
"Aku baru saja melakukan bisnis kecil di bidang keuangan!"
Jika itu adalah bisnis keuangan, apakah itu bisnis peminjaman uang? Tapi bukan.
Yuni menjelaskan kepadaku dengan tangan bergetar saat dia membuat alasan, dan membuang Jacob yang bingung kepinggir.
"Tapi bukan aku saja yang memiliki pekerjaan gelap di antara para pelayan yang melayanimu!"
.... Jadi Dahlia dan Linda juga penjahat?
Aku menyadari bahwa aku mengabaikan satu hal.
Keluarga Dubblede mengabaikan identitas dan asal-usul karyawan mereka.
Dengan kata lain, penjahat mungkin sudah tercampur aduk disini.
'Oh, ini pasti mengapa wilayah Dubblede disebut sarang para penjahat.'
Aku mengangguk kosong.
"Aku baru saja mengkhotbahkan ajaran Tuhan. Ada orang-orang di dunia ini yang membutuhkan bimbingan Tuhan."
Ujar Dahlia yang seorang pembunuh berantai, yang telah membunuh sekitar seratus pemerkosa.
"Keluargaku miskin sejak aku masih muda, dan kami belum pernah makan makanan enak."
Itu adalah kata-kata Linda, yang telah beberapa kali menggelapkan anggaran tahunan para pemilik tanah.
"Jangan kecewa, nona kecil!"
"Sekarang, kami hidup dalam penyesalan!"
Aku mengangguk dengan mata redup.
"Tidak apa-apa."
Tetapi para pelayan menangis karena mereka pikir perkataanku adalah omong kosong.
'Sungguh tidak apa-apa'
Secara teknis, aku juga seorang pembunuh sebelum aku reinkarnasi. Meskipun itu adalah tuduhan palsu.
'Itu tidak penting sekarang.'
Lea masuk ke ruangan dengan wajah kaku.
"Tuan sedang mencarimu."
__ADS_1
...***...