
...***...
"Aku ingin perhiasan!" Aku menjawab dengan riang.
Dia mendengus.
Aku pikir iblis bisa memberiku banyak perhiasan.
Dengan tangan melingkari dagunya, dia menghela nafas dengan keras.
"Kami memiliki jenis kekuatan yang berbeda. Beberapa bisa menghasilkan cinta, yang lain bisa membunuh musuh. Itu mudah, tetapi aku tidak memiliki kekuatan untuk membuat perhiasan."
"Kamyu bisah mintak pada iblis yang bisa membuwat perhiyasan." (Kamu bisa meminta pada iblis yang bisa membuat perhiasan)
Boone menepuk hidungku dan berkata,
"Tapi kita tidak bisa bertemu satu sama lain tanpa media lain."
"Ahh..."
Aku mengangguk dan menatap Boone.
Mataku bersinar untuk menunjukkan bahwa aku sangat menginginkan perhiasan.
Setelah memperhatikan pria itu sebentar, aku mengangguk dan bertanya apa yang paling penting.
"Laluw, apa nyang akan kamu lakukan untukku?" (Lalu apa yang akan kamu lakukan untukku?)
Dia mengangkat sudut mulutnya.
...***...
Keesokan harinya, di rumah kaca.
Saat sarapan, aku memasukkan domba tumis yang diberikan kepadaku, ke dalam mulutku.
Ada banyak makanan di atas meja, tapi garpu ku selalu mengarah ke daging. Kemudian ke hidangan daging lainnya. Selanjutnya, berikutnya, dan juga selanjutnya tanganku menuju ke hidangan daging.
[Nak, makan makanan yang seimbang untuk memastikan kamu sehat.]
Aku bisa mendengar suara Boone di kepalaku.
Aku bertanya-tanya apa yang harus dilakukan jika dia mempertahankan bentuk manusianya dan seseorang melihatnya, tapi untungnya, tubuhnya bisa menghilang.
'Berisik.'
Saat aku menjawab singkat, aku bisa mendengar Boone mendesah.
Tapi aku juga merasa depresi.
Saat memanggil Iblis, kekuatan Ilahi sangat sangat sangat dibutuhkan, membuatku sulit untuk mempertahankan pikiran orang dewasa karena kelelahan.
Aku perlu makan dan tidur tiga atau empat kali sehari karena itu.
Aku belajar banyak tentang pemanggilan iblis dari sesi tanya jawab yang aku lakukan dengan Boone kemarin.
Iblis harus memiliki batu khusus (atau permata) untuk digunakan sebagai perantara. Kamu tidak bisa begitu saja memilih iblis yang kamu inginkan lalu memanggil mereka.
Saat iblis dipanggil, batu (atau permata) yang menjadi medianya akan kehilangan fungsinya.
Hanya satu iblis yang dapat dipanggil pada satu waktu, dan jika keinginan seseorang menjadi kenyataan, iblis akan menghilang.
Selama periode pemanggilan, aku dapat menggunakan kekuatan iblis melalui kekuatan ilahi ku. Namun, karena memanggil dan mempertahankan dirinya sendiri juga menggunakan kekuatan ilahi, aku harus membuatnya menghilang secepat mungkin.
Jika semua kekuatan ilahi ku hilang, aku akan menjadi gila.
Boone bisa 'memanggil jiwa orang mati.' Tapi dia membutuhkan media untuk mewujudkan kemampuannya, yaitu air mata Dewi.
'Aku berharap kemampuan Boone adalah teleportasi atau sesuatu yang tidak aku ketahui.'
Boone, yang mendengar pikiranku lagi, mendesah sedih.
Tapi sungguh, akulah yang benar-benar sedih!
__ADS_1
'Bagaimana aku bisa mencuri Air Mata Dewi?'
Dari semua orang, hanya gereja yang memilikinya.
"Gereja yang memilikinya lumayan dekat, haruskah aku mencurinya?"
Keahlianku sebagai pengemis di kehidupan terakhirku adalah mencuri.
Begitu aku memikirkannya, seseorang datang ke rumah kaca.
"Halo, nona kecil?"
Mataku melebar.
Itu Cattlea.
"Bagaimwana kabalmu?" (Bagaimana kabarmu?)
"Tadi malam, aku keluar dari kastil dan pingsan. Aku segera dipindahkan ke bangsal di kastil untuk menerima perawatan."
"Jadi begitu."
Aku mengangguk dan memasukkan potongan daging domba terakhir ke dalam mulutku.
Lea bertanya, "Apakah Anda ingin lebih?" Aku mengangguk, dan dia pergi.
Hanya Cattlea dan aku yang tersisa di rumah kaca.
Dia menyatukan tangannya dan berkata, "Oh, benar."
"Aku punya kabar baik."
"Kabar baik?"
"Iya. Gereja sangat senang mengetahui bahwa kamu memiliki kekuatan ilahi yang sangat besar."
".....Apa?"
"Sebuah surat telah tiba, memberitahumu untuk datang ke gereja terdekat untuk memeriksa kekuatan ilahi didalam dirimu. Dengan kekuatan ilahi itu, kamu mungkin langsung dipanggil ke gereja pusat. Selamat."
"......."
"Aku akan menjagamu dengan baik di gereja pusat."
Cattlea lalu membelai rambutku.
"Baiklah, idiot?"
'Baron dan istrinya pasti sudah menceritakan tentang ini pada gereja.'
Cattlea melanjutkan sambil memukul pipiku.
"Kamu hanya orang biasa dan yatim piatu. Hanya karena kamu memiliki kekuatan ilahi yang sangat besar, apakah menurutmu kamu dapat menghapus asal-usulmu?"
"......."
Aku telah melihat cukup banyak orang seperti Cattlea sebelumnya.
Karena dia masih anak-anak, apa yang dia lakukan tidak terlalu menyakitiku.
Tapi aku tidak terlalu sabar saat ini.
Leblaine yang baik sekarang telah hilang.
Itu terjadi ketika Cattlea memukul pipiku sekali lagi.
"Aahh—!"
Aku melebih-lebihkan. Karena itu, aku jatuh dari kursi dan berteriak.
"Nona kecil?!"
Karyawan dan petugas terdekat bergegas masuk.
Sementara itu, Henry datang dari seberang sambil memegang sebuah buku.
"Apa yang sedang terjadi?!"
Aku menunjuk kearah Cattlea.
"Diya memukulkuh." (Dia memukulku)
Cattle berubah menjadi pucat dan menggelengkan kepalanya.
"Apa, apa,....Tidak!"
Henry, yang melangkah, kemudian meraih pergelangan tangan Cattlea.
Ada minyak di telapak tangannya. Itu adalah minyak dari daging di wajahku.
"Tidak, bukan, aku, itu.....!"
Ini hanyalah salah satu dari banyak trik yang aku pelajari ketika aku masih menjadi pengemis, sayangnya aku tetap hidup dengan menggunakan banyak trik seperti teknik pemerasan dan intimidasi.
__ADS_1
'Jangan main-main dengan raja yang menggertak di daerah ini, dasar bajingan kecil.'
...***...
Tuan dan Nyonya Walston segera dipanggil.
Pasangan itu sangat terkejut melihat Cattlea di rumah kaca. Isaac dan Henry memelototi mereka dengan ekspresi galak di wajah mereka.
"Ibu!"
Begitu Cattlea melihat istri Baron, dia menangis, dan pasangan itu, memeluk putri mereka, bertanya, "Apa yang sedang terjadi?"
"Leblaine jatuh."
Mendengar kata-kata dingin Henry, mata baron menegang, dan Cattlea berteriak.
"Tidak, dia menindasku! Aku hanya mencoba menghilangkan kotoran dari wajahnya....!"
Baron tiba-tiba menatapku dan berkata,
"Nona kecil, lakukan secukupnya! Apakah Anda akan menyakiti Cattlea lagi seperti kemarin? Saya takut Cattlea-"
Plak!
Isaac menampar pipinya.
Pria yang terkena telapak tangannya yang memakai aura dengan keras jatuh di atas rumput rumah kaca.
Dia memegang pipinya karena tidak percaya.
"Ap, apa.....Ini....."
"Lihat, aku memukulmu."
Kemudian Isaac melanjutkan untuk mengambil setitik kotoran dari wajah Baron dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
"Aku mengambilnya." (Kotoran maksutnya)
"Maaf?"
Jika putrimu ingin membersihkan kotoran dari wajah anak itu, apa yang akan dia gunakan?
"Tentu saja jari-jarimu....."
Isaac meraih pergelangan tangan Cattlea, mengguncangkan bahunya, dan mengulurkannya ke baron.
"Lalu bagaimana ada minyak di telapak tangan putrimu?"
Baron menelan ludah saat melihat telapak tangannya yang berminyak.
Ketika dia tidak bisa menjawab, Isaac bergumam, "Oh, aku harus memberikan demonstrasi lagi."
Baroness memandang putrinya dengan ekspresi terkejut.
"Apakah kamu serius?"
"......."
"Cattlea!"
Menyadari bahwa dia tidak akan dimaafkan, Cattlea menggigit bibirnya dengan keras.
"Aku hanya ingin menepuk pipinya!"
"Kenapa kamu melakukan hal seperti itu?!"
Tidak sopan menyentuh orang lain sesuka hatimu, tapi lebih buruk menampar pipi mereka.
Selain itu, aku adalah seorang nona muda dari keluarga utama Dubblede.
Cattlea memelototiku dengan air mata berlinang.
"Dia yang jahat! Dia berbohong!"
"Kamu...."
"Dia hanya yatim piatu biasa! Dia jauh lebih buruk dariku, akulah yang seharusnya dijuluki nona muda! Ibuku, ayahku, dan Tuan Roman, mereka semua mengatakan Duke tidak akan punya pilihan selain menerimaku....!"
Wajah pasangan baron menjadi pucat.
Kata-kata Cattlea seperti bom.
Jika kamu menafsirkan kata-kata itu dengan jahat, itu artinya 'aku mencoba membuat rencana untuk menggulingkan Duke.' Dengan kata lain, ini menantang otoritas Duke.
Isaac dan Henry memandang Cattlea dan baron yang tak berdaya.
"Serahkan padaku. Orang yang menyakiti Leblaine akan dihukum. "
Isaac berlari keluar dari rumah kaca.
"Duke!"
Ya, beritahu ayahmu.
__ADS_1
Tidak perlu dikatakan lagi bahwa Walstons akan menemui ajal mereka.
...***...