The Baby Raising A Devil

The Baby Raising A Devil
Bab 49


__ADS_3

...***...


Roman menatap anak yang berbaring di podium melingkar dan merapikan jenggot abu-abunya.


"Kerja bagus."


Mendengar kata-kata Roman, seseorang dengan jubah hitam di belakangnya membungkuk.


Letnan Viscount Roman memandang anak itu, tuannya, dan penyihir secara bergantian dengan wajah ketakutan.


"Apakah ini baik-baik saja? Untuk menculik anak takdir...!"


"Ini untuk mengirimnya kembali ke tempat asalnya. Ini bukan penculikan."


"Tapi jika Yang Mulia tahu...."


"Dia sibuk dengan masalah spinel."


Kiik-


Suara dari engsel berkarat terdengar dan seseorang masuk.


"Ketua!"


Roman berlari ke arahnya dengan wajah lega.


"Kenapa kamu memanggilku ke sini..."


Ketua memandang Leblaine, yang terbaring di podium, tidak dapat menyelesaikan kata-katanya. Wajahnya mengeras.


"Apa ini!"


"Ini adalah bukti kesetiaan saya kepada Anda."


Tidak ada bukti yang seperti ini.


Dia berani menculik anak takdir di dalam rumah Duke Dubblede.


"Tugas saya selesai jika saya menyerahkannya ke pedagang budak.  Oh, jangan khawatir. Saya memperkirakan bahwa ini akan terjadi dan merekrut para penyihir dari istana..."


"Pria gwila."


Roman, yang berbicara dengan wajah bangga, berhenti dan memutar kepalanya.


Leblaine berdiri dan duduk di meja bundar.


"Apa kau bodoh? Kamyu meremehkan dyuke?"


"Apa?"


Wajah Roman menjadi pucat.


"Beraninya kamu mengatakan hal seperti itu...!"


Dia mendekati Leblaine dan mengangkat tangannya. Tapi dia tidak berhasil memukul pipinya dan pergelangan tangannya dicekal.


Oleh ketua.


"Apa yang kamu lakukan pada Tuanku?"


".....Maaf?"


Apa yang kau maksud 'Tuanku'?


Begitu Roman bertanya kembali, di luar pintu, ada suara sesuatu yang meledak.


Frustrasi, asisten Roman berteriak kepada penyihir, penyihir mencoba membuat keputusan cepat, tetapi saat mereka mencoba membuat penghalang, mereka gagal.


Itu efek samping dari merapal mantra pada Leblaine.


Duke membuat beberapa lapisan penghalang sihir setelah Leblaine hampir diserang.


Sihir pelindung, sihir pelacak, dan banyak lagi.


Mereka yang merapal sihir pada Leblaine akan hancur.


Roman menyadari bahwa keadaan menjadi buruk.


"Ap, apa.... bagaimana..."


Leblaine, yang turun dari podium, memandang Roman dan berkata kepada ketua,


"Twutup pintunya."


"Maaf?"


"Dyuke akan membunuhmu saat dia datang."


Sesuai perintah Leblaine, ketua menutup pintu.


...***...


Aku menatap Viscount Roman, letnan, dan penyihir, yang terbaring di lantai.


Ketua melihat mereka dengan tatapan kosong.


"Apakah kamu benar-benar anak takdir?"

__ADS_1


"Iya."


Saat aku menjawab dengan santai dan meluruskan rok ku yang kusut dengan tangan, ketua menelan ludah.


"Aku tidak percaya ini. Aku tidak percaya... tubuh berumur empat tahun memiliki kekuatan sebesar Itu...."


"Byukan sepwerti itu."


Aku sering melihat betapa kuatnya Paus dan Mina sebelum aku hidup kembali.


Seberapa kuat kekuatan Isaac dan Henry dalam kehidupan kali ini ya?


'Dan Duke memiliki kekuatan yang luar biasa.'


Aku merinding mengingat Duke menghancurkan penghalang Boone saat kekuatan suciku menjadi liar. Padahal Boone memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


Kemudian, pintunya terbang.


Itu duke. Kemudian datanglah Henry, Isaac, penyihir, bersama para prajurit.


"Siapa brengsek yang menculik—"


Isaac yang berteriak membuka lebar matanya.


"—Loh udah mati?"


Orang-orang terlihat bingung seolah-olah mereka tidak memperkirakan situasi ini.


Henry mengerutkan kening dan menatap ke arah kami.


"Apa yang terjadi?"


Tatapannya mencapai ketua.


Ketua melirik ke arahku, dan segera mata orang-orang Dubblede tertuju padaku.


"Jadi, gini...."


Aku menunjuk ke arah ketua.


"Kakwek menyelamatkanku!"


"Dia menyelamatkanmu?"


Mata Henry dipenuhi dengan keraguan.  Hal yang sama juga terjadi pada Isaac, Duke dan para prajurit.


Viscount Roman yang pingsan disana adalah seorang tetua. Itu sebabnya ketua Senat, mengalahkannya dan menyelamatkanku.


Ketua dan Duke pasti sangat penasaran padaku, bahkan memiliki hubungan yang buruk.


"Paman-paman jahat menindas bwaine! Kakek menghukum meleka. Terima acih kakwek!"


Ketua menatapku dan mengangguk


Dengan dukungan ketua, aku berlari ke duke, menggantung di kakinya dan memasang tatapan menangis di wajahku.


"Aku atut."


Henry dan Isaac berlari ke arahku dengan cepat.


"Leblaine. Maafkan aku. Seharusnya aku datang lebih awal."


"Aku akan membunuh semua bajingan itu!"


Mereka sudah sekarat, tapi aku tetap mengangguk keras, "Ya."


Tapi Duke tidak bereaksi seperti saudara-saudara itu. Dia memelukku.


'Jika ini sudah terjadi, maka aku harus melakukan hal itu.'


Aku menempel di lehernya.


"Papa... aku mauk ke rumah."


Baru kemudian Duke berpaling kepadaku.  Aku memasang ekspresi paling menyedihkan di wajahku.


"Ya. Ayo kembali."


Duke memelukku dan menyandarkan badanku padanya.


Aku membenamkan wajahku di lehernya.


'Untuk beberapa alasan, aku merasa lega.'


Dia sepertinya sedikit terkejut.


Duke berbalik tanpa sepatah kata pun. Tanpa suara aku berkata kepada ketua, "Jangan. Bukak. Mulutmu."


Ketua mengangguk.


Pada malam itu, mereka menunjukkan kemampuan mereka


Henry dan Isaac, yang pergi untuk menggorok leher Roman tanpa diketahui orang-orang, berjalan pulang ke rumah.


Tiga orang yang menyaksikan kekuatanku meninggalkan dunia secara berdampingan.7


...***...

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan ketua di rumah kaca.


'Orang yang menakutkan.'


Aku melirik ke arah ketua.


"Akuh tidyak memintamu unyuk membunuh meleka."


"Viscount Roman melakukan segala macam perbuatan buruk. Para penyihir juga menculik seorang tetua dan bereksperimen pada manusia."


"....... Yah meleka pantas mati."


Aku minum jus jeruk dengan sedotan dan bertanya.


"Bagaimana dengan Spinel?"


Saat ditanya, ketua meletakkan kotak kecil di atas meja.


"Seperti yang kau katakan, aku bisa menambang spinel dalam tiga hari."


"Berapa hari lagi kamyu bisa memenuhi jumlah yang dibutuhkan unyuk Perang Kruger?"


"Setengah bulan sudah cukup."


Aku meminta pada ketua untuk beberapa hal lagi.


Untuk memberikan status kepada Seria dan beberapa pekerja pintar.


"Dan, segera pwindahkan spinel yang ditambang kali ini ke twempat yang akuh katakan."


"Apa yang akan kamu lakukan dengan itu?"


"Pak, 20 persen Spinel bwerasal dari metamorfosis."


"Aku adalah ketua Senat Dubblede, kekaisaran nomor satu. Aku tidak kekurangan kekayaan."


"Hmm..."


"Kau yang lebih tahu apa yang kuinginkan."


"....."


Aku mengerutkan bibirku.


"Apa kau tahu berapa banyak bangsawan yang menginginkanku? Mereka tidak sabar untuk mengambil sumpah setia dariku."


"Jadi?"


"Siapa yang tahu aku akan menjalankan tugas dari anak sekecil ini di tahun-tahun terakhirku..."


Itu sebabnya ketua terlihat sedih.


Aku menepuk pundaknya.


"Bwaiklah. Cekarang ketuwa milikku. Apa itu cukup?"


Itu membuat ketua terlihat semakin murung.


"Aku bahkan tersentuh dengan kata-kata seperti itu."


Orang lain sangat takut padanya, dan aku juga sedikit takut padanya pada awalnya, tapi sekarang aku melihatnya sebagai kakek yang imut.


"Ayok pergih."


"Kemana?"


Aku tertawa dan berkata,


"Unyuk mengacaukan gereja."


Kemudian aku menuju ke kantor Duke.


Sekelompok pengikut, termasuk Dubos, sedang mendiskusikan masalah Spinel.


"Nona kecil, Anda di sini?"


Aku biasa masuk dan keluar ruangan dengan mudah bahkan saat Duke sedang rapat.


Saat aku disambut dan mendekati meja, dia mendudukkan aku di pangkuannya.


"Jika ini terjadi, kita tidak punya pilihan selain menyerah."


"Keluarga kerajaan tidak punya pilihan selain memaklumi."


Lalu aku melihat spinel berguling di tangan Duke dan berteriak, "Batu!"


Meskipun dalam suasana yang serius, Nos tersenyum dan memberitahuku.


"Namanya Spinel bukan batu. Ini adalah mineral yang berharga."


"Inih batu."


"Apa?"


"Ada buanyak disana."


Kemudian perhatian para pengikut tertuju padaku.

__ADS_1


...***...


__ADS_2