The Baby Raising A Devil

The Baby Raising A Devil
Bab 46


__ADS_3

...***...


"Mereka mengatakan bahwa putra Noanoke yang sudah meninggal itu gila. Dia sedang mencari lokasi untuk Spinel, dia menyentuh pohon suci, dikutuk dan mati."


"Tapi mereka bilang itu semua rumor."


"Maksudmu apa?"


"Sebenarnya, anak Noanoke itu cerdas.  Pada usia dini, ia menjadi ketua Senat.  Kenapa dia jadi gila?"


Aku mendengar rumor seperti itu dengan jelas saat menghadiri pergaulan sosial.


'Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi patut dicek.'


Tidak masalah memanggil jiwa dengan kemampuan Boone, tapi ini pemborosan jika menggunakan kemampuan iblis seperti ini.


'Dia yang paling mengenal putranya.'


Aku memutuskan untuk mempercayai ketua.


...***...


Keesokan harinya, aku meletakkan tanganku di dinding sudut koridor dan melihat sekeliling.


Pertemuan tersebut berlangsung dari kemarin dan baru saja berakhir beberapa saat yang lalu.


Aku melihat para pengikut bergegas keluar, tetapi ketua belum terlihat.


'Itu artinya dia masih di ruang rapat.'


Benar saja, ketua sedang berjalan dari ujung aula seperti yang diharapkan.


Aku berlari ke arahnya dengan ekspresi bahagia di wajahku.


"Kakek!"


".... Nona kecil, kenapa Anda datang jauh-jauh ke sini?"


"Unyuk bertwemu kakek."


"Saya?" Dia menatapku sambil mengerutkan dahinya.


"Kakek membantu Bwaine kemarin. Akuh ingin mengucapkan terima kasih."


Aku mengucapkan kata-kata itu kepadanya, berbicara kekanak-kanakan yang aku bisa.


Dia menatapku dan membuka mulutnya.


"Tidak perlu."


"Kenapah?"


Aku bertanya dengan keheranan, dan dia tertawa.


"Kaw terlihat cangat cedih, tolong ambillah ini."


Ini cokelat paling enak di ruang permen yang dibuat Duke. Aku makan banyak, dan hanya tersisa satu coklat, aku memberikannya.


"Tapi, bagi coklatnya dengan Bwaine."


"Anda tidak perlu."


"Tapwi badanmu kurus, kakek-kakek lainnya punyak perut yang besaar."


"......"


"Akuh kawatir."


Meskipun Leblaine memiliki niat licik, tpi dia memang khawatir karena Noanoke sangat kurus.


Istri ketua meninggalkan dunia lebih awal, dan putra satu-satunya juga mengikutinya tahun lalu.


Meskipun ada pelayan di mansion, tidak ada yang menjaga kesehatannya dengan perhatian yang tulus.


Mungkin itu sebabnya dia terlihat sangat kurus.


Selain itu, pengikut lainnya mengatakan dia melewatkan makan karena dia beberapa kali sibuk dengan rapat.


Aku melepas kertas pembungkus cokelat itu, memotongnya menjadi dua, dan mengulurkannya padanya.


Mata ketua melirik cokelat sejenak.


Segera, ketua menerima coklat dariku dan berucap dengan hati-hati.


"Ini manis. Sudah bertahun-tahun sejak saya memakannya. Saya sudah mencicipinya beberapa kali saat anakku masih hidup."


'Ya! Ceritakan lebih banyak tentang putramu!'


Aku segera berbicara dengannya.


"Aku tauk. Namanya Louis, kan?"


"Bagaimana Anda mengenal anak saya?"


"Dia cangat pintar. Seperti Henli dan Isaak."

__ADS_1


"Iya. Putraku masuk akademi pada usia yang sama dengan mereka."


Pembicaraannya sesuai dengan topik yang ku inginkan.


Ketua tampak senang membicarakan tentang putranya. Karena tidak akan ada yang bertanya tentang putranya.


Ketua sama menakutkannya dengan Duke Dubblede. Tidak ada yang mau mengobrol santai dengannya. Aku berbicara dengannya dengan dalih mengantar Ketua dan bertanya padanya tentang putranya secara detail.


"Henli pandai matematika, Isaak pandai berpedang. Kalau Louis?"


"Anak saya melakukan penelitian geologi di perguruan tinggi. Untuk memeriksa sifat tanah."


"Begitu."


"Dia tidak tertarik pada urusan keluarga atau politik. Aku tidak menyukainya. Jadi aku sering memaksanya..."


Mata ketua berair.


Sebagian besar orang tua yang menyekolahkan anaknya, menyesalinya seperti ini.


"Dia akan hidup lebih bahagia jika aku tidak memaksanya."


Aku memegang tangannya sedikit karena aku merasa kasihan padanya.


"Tidyak. Louis menyayangi ayahnya."


"Bagaimana nona kecil tahu itu?"


"Karena Bwaine tidak punyak ibu dan ayah, jadi Bwaine tauk."


Aku menjawab dengan santai.


"Jika seorang anak yang masi punyak ibu dan ayah terjatuh, mereka masi bisa memanggil orangtua mereka. Anak-anak yang tidak punya orangtua tidak bisa melakukannya. Itu sangat menyedihkan."


"......."


"Bwaine tidak punyak siapapun untuk dirindukan. Tapi Louis punyak. Lebih baek punyak ibu dan ayah daripada tidak."


Aku melihat ke arah ketua.


"Kakek sangat menyayangi Louis, jadi Louis juga sangat menyayangimu."


Tangan ketua yang dipegang tanganku tegang.


'Oh, tidak, ini bukan waktunya.'


Aku harus bertanya tentang spinel.


Aku melambaikan tangan ke ketua, yang menatapku dengan tatapan kosong.


"Iya. Dia bilang dia menemukan tempat penguburan spinel. Itu karena dia mengalami kecelakaan kereta saat dalam perjalanan untuk memeriksanya. Jika bukan karena itu, dia akan menemukannya."


"Ngomong-ngomong, orang bilang Louis boong...."


Saat aku bertanya dengan hati-hati, mata ketua berubah.


"Kecelakaan kereta menghancurkan semua data yang dia miliki, dan saya tidak bisa membuktikannya."


"Jadi begitu."


"Ya, saya masih tidak bisa melupakan ekspresi anakku yang senang menemukan tempat penguburan Spinel."


Ketua adalah orang yang menempatkan alasan di atas emosi.


Jika orang seperti itu dapat menjawab dengan tegas, dia harus yakin bahwa Louis Noanoke benar-benar menemukan tempat pembuatan tersebut.


'Maka yang harus aku lakukan adalah mendengarnya sendiri dari orangnya.'


...***...


Malam itu.


Aku berbaring di tempat tidur berpura-pura tidur, dan setelah Lea meninggalkan kamar, aku menyelinap keluar dari tempat tidur.


Aku memeriksa sekelilingku.


'Baiklah, tidak ada siapa-siapa.'


Aku memegang Etwal dan berkata pada diriku sendiri,


'Boone, muncullah sebagai manusia.'


Kemudian secercah cahaya berkumpul di sekitar Etwal dalam beberapa lengkungan, dan sebuah karangan bunga muncul di depan mataku.


Aku tersenyum cerah saat aku melihat dengan mata penuh antisipasi.


"Apwakah kamu telah menunggu lama untuk permata ini?"


"Menunggu itu menyenangkan."


Dia menepuk lembut pipiku dengan ujung jarinya....


Aku mengeluarkan permata air mata dewi yang aku sembunyikan di sakuku dan memberikannya padanya.


Boone melihat permata itu di tanganku. Kemudian dia meletakkan tangan yang memegang permata air mata dewi di dahinya dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


"Akhirnya, tuanku..."


'Tuan?'


Aku berkedip kebingungan tapi Boone membungkuk dan berkata,


"Kamu telah mengabulkan keinginanku, jadi aku akan mengabulkan keinginanmu juga. Sekarang, apa keinginanmu?"


"Panggil putra Noanoke."


Mata Boone menatapku dengan lembut.


Dia menciumku dengan lembut di sekitar mata. Saat ini, kepalaku pusing dan rasanya sakit.


Cahaya bulan putih yang masuk melalui jendela terhalangi seiring dengan garis besar Boone. Segera dia menghilang.


[Suatu saat nanti, Nona kecil... Saat dibutuhkan... Mari bertemu lagi.]


Suara ramah terdengar di seluruh ruangan.


Dan apa yang aku lihat di depanku—


"Nona kecil, saya di sini."


Itu adalah pria gemuk dengan kepala botak.


'Huuuhh?'


Aku berkedip dengan heran.


Aku menatapnya, bertanya-tanya apakah dia benar-benar putra Noanoke. Lalu, dia berkata sambil menggaruk kepalanya.


"Saya Louis Noanoke. Aku berada di bawah perintahmu."


"Boone, baru saja pergih...?"


"Ada aliran waktu yang sangat berbeda antara tempat itu dan tempat ini. Ini mungkin waktu yang sangat lama bagiku, tapi mungkin ini hanya sekejap mata untukmu."


Saat dia berkata begitu, dia bertanya dengan ekspresi malu.


"Apakah Anda kecewa? Kebanyakan orang memiliki pandangan seperti itu saat pertama kali bertemu dengan saya."


"Tidak, aku tidak kecewa. Akuh hanya terkejut."


Ketua adalah seorang pria tampan yang memiliki penampilan yang rapi dan suasana yang elegan.


Tapi Louis Noanoke memiliki aura beruang yang lemah lembut.


"Kamu terlihat sedwikit berbeda, tapi terlihat mirip jika akuh lebih melihatmu."


Louis Noanoke tersenyum mendengar kata-kataku.


"Terima kasih. Tapi kenapa anda memanggilku?"


"Louis, kamu tauk betul tentang Spinel, bukan?"


Lalu matanya langsung berbinar.


"Iya! Spinel di benua ini istimewa. Tidak seperti Spinel di tempat lain, Spinel di benua ini bisa mengandung kekuatan suci. Saya melakukan beberapa penelitian untuk melihat apakah itu karena perbedaan lingkungan. Pertama, saya membandingkan kepadatan tanah, dan ini sangat menarik!"


Dia kemudian menyusun serangkaian penjelasan yang sulit. Aku mendengarkan ceritanya selama hampir beberapa menit, dan aku tidak tahu apa yang dia bicarakan.


"Langsung saja!"


"Ah.... Kebiasaan yang dibenci ayahku muncul lagi."


Dia tersenyum dan menggaruk kepalanya.


"Kesimpulannya adalah ada tambang Spinel tapi bukan tempat penguburan."


"Apa?"


Aku membuka mataku dengan takjub.


"Tidak ada tempat di dunia di mana spinel itu sendiri dikuburkan. Itu hanya metamorfosis alami."


Dia berkata dengan tiga jarinya terangkat


"Ada tiga syarat: gunung berapi, habitat pohon Elsa, dan kekuatan suci."


"......"


"Di tempat yang cocok dengan ketiganya, batu itu berubah menjadi spinel dengan kemungkinan tertentu."


Ya Tuhan.


Jadi maksudmu jika kamu hanya mengubur batu di tanah, kamu akan dapat menghasilkan Spinel tanpa batas waktu?


Apakah seperti ini rasanya menemukan tambang yang tidak akan kehabisan berlian?


Louis Noanoke berkata kepadaku dengan ekspresi gembira.


"Saat ini hanya ada satu lokasi yang dirahasiakan yang memenuhi syarat. Di Dubblede."


'Aku mendapat jackpot.'

__ADS_1


...***...


__ADS_2