The Baby Raising A Devil

The Baby Raising A Devil
Bab 39


__ADS_3

...***...


Setelah sekian lama, aku meninggalkan kastil dengan kereta kuda.


Baron dan Cattlea telah memberi tahu gereja tentang kekuatan ilahi ku, jadi kami pergi ke gereja terdekat untuk menguji kekuatan ilahi ku lagi.


Duke tidak ingin aku pergi, tapi Dubos dengan sungguh-sungguh membujuknya.


"Anak itu telah menggunakan kekuatan yang bahkan master elit Dubblede tidak mampu menahannya. Mungkin ada kelainan yang tidak diketahui dokter. Dia perlu mendapatkan diagnosa yang akurat di gereja."


Tentu saja, itu tidak hanya bujukan karena mengkhawatirkanku, tetapi juga kekhawatiran akan keluarga Dubblede.


Jika Duke tidak mengizinkanku pergi, hubungannya dengan gereja akan menjadi tidak dapat diperbaiki.


Bagaimanapun, saat Dubos menyuarakan keprihatinan tentang kesehatanku, Duke terpaksa melepaskanku.


Aku melihat keluar jendela dengan wajah cemberut.


[Nak, kamu pasti sedang bad mood.]


'Iya.'


[Kenapa?]


'Seperti yang dikatakan Cattlea, kekuatan ilahi ku telah berkembang sebanyak ini, aku mungkin akan diseret ke gereja pusat.'


[Apakah kamu ingin aku menyingkirkan gereja?]


'Kamu bisa melakukan itu?!'


[Jika aku menggunakan semua kekuatan ilahi mu, mungkin saja.]


Lebih baik mati daripada menjadi gila. Jika aku mati, setidaknya aku mungkin bisa bereinkarnasi lagi. Tapi jika aku kehilangan akal, aku tidak akan bisa mati dan akan dipindahkan sebagai alat untuk gereja.


'Tidak, mari berpikir positif.'


Air Mata Dewi ada di gereja yang kita tuju saat ini.


Aku bisa diam-diam mencurinya untuk Boone. Maka aku tidak perlu khawatir kehilangan semua keilahian ku dan menjadi gila.


'Aku harus menemukan Air Mata Dewi secepat mungkin.'


Pada saat aku berpikir tentang itu, kereta telah berhenti.


Aku melihat keluar untuk memeriksa apakah aku telah tiba, tapi disini masih pegunungan.


"Maaf, nona kecil. Kami punya masalah dengan rodanya."


Kemudian wajah para penjaga di dalam kereta menjadi berubah tajam.


"Apakah kamu memulai perjalanan tanpa memperbaiki kereta dengan benar?"


"Ke- kemarin hujan dan jalannya berlumpur, jadi lumpur menempel di roda."


Wajah penunggang kuda itu menjadi sangat pucat.


"Tidak apwa-apa."


Memang butuh waktu lama untuk mendaki gunung, jadi aku menenangkan mereka dengan alasan aku ingin istirahat sebentar.


Saat aku pergi keluar, ksatria yang tak terhitung jumlahnya berdiri pada saat yang sama.


Banyak orang mengambil langkah yang sama untuk setiap langkah yang aku ambil, dan saat aku berhenti, mereka berhenti bersamaan.


Aku menatap mereka.


"Aku akyan berada si suwatu tempwat di dekat sinih. Semwa orang istilahat." (Aku akan berada di suatu tempat dekat sini. Semua orang istirahat.)


Jika aku ketahuan mencuri Air Mata Dewi, aku harus mencari jalan keluar.


"Kurasa tidak bisa, nona kecil."


Aku berbalik dan berteriak.


"Bisa!"


"Ah, iya, nona kecil."


"Tapi nona kecil, Anda sangat berharga."


"Itu..."


Sebelum aku bisa mengatakan apapun, para pengawal sudah berdiri di sampingku.


"Bagaimana seorang wanita bisa melindungi Anda sepenuhnya?"


Aku memiringkan kepalaku.


"Apakah meleka lebih kuwat darimu, Lea?" (Apakah mereka lebih kuat darimu, Lea?)


"Tentu saja..."


"Kamu juga dari Irie."


*Irie : Ksatria elit Dubblede


"Apa?!"


Mata mereka membelalak karena terkejut seolah-olah mereka tidak tahu bahwa dia juga dari Irie.


"......!"

__ADS_1


Ketika kami akhirnya tiba, pegunungan gereja sehijau taman Dubblede, meski saat ini musim dingin.


'Sepertinya mereka menjaga suhu disini dengan spinel. Tempat ini pasti mendapatkan banyak sumbangan.'


Aku melihat sekeliling saat aku berjalan.  Sedikit redup karena matahari tertutup awan, tapi tidak terlalu sulit untuk melihat sekeliling.


Lea berjalan di sisi kanan sehingga dia tidak akan menggangguku.


Saat itulah aku menemukan sebatang pohon dengan daun yang sangat indah. Mataku melebar.


'Luar biasa! Itu adalah pohon Elsa!'


Itu adalah pohon yang sangat berharga.


Karena itu adalah pohon yang tumbuh dengan menggunakan kekuatan ilahi, daunnya memiliki efek misterius.


'Jika aku mengeringkan daun dan menjualnya, aku bisa menjualnya dengan harga 50 franc per gram!'


Aku berteriak tanpa suara dan berlari menuju pohon Elsa yang berkilau.


Saat aku meraih batang pohon dan mengangkat tangan untuk memetik daun, aku mendengar suara rumput bergemerisik.


Tiba-tiba, awan menjadi cerah dan matahari muncul.


Saat area sekelilingku menjadi cerah, seorang anak laki-laki pirang dengan penampilan cantik muncul.


"Kamu..."


Rambut pirang yang bersinar cemerlang, dan mata merah delima yang cerah. Dia terlihat sangat familiar.


'Aku tahu anak tampan yang bisa menyaingi para Dubblede.'


Dia mampu berdiri bahu membahu dengan ketiga putra Dubblede. Penampilannya yang cantik, kemampuan fisik yang hebat, Mana, dan bahkan silsilah keluarganya adalah yang pertama di negara ini—


'Adrian Louerg.'


'Apa mungkin bertemu pangeran sambil berjalan-jalan...?'


Aku menelan ludah dalam diam.


Jantungku berdegup kencang hingga hampir meledak dari tubuhku.


Aku tidak akan begitu terkejut jika itu adalah pangeran lain. Tapi itu Adrian.


Dan dia seharusnya tidak berada di sini sekarang.


'Dia akan digulingkan pada musim dingin ini dan diusir dari istana!'


Itu pasti terjadi tahun ini.


Marquis Chatele, kakek dari pihak ibu Adrian dan ayah dari permaisuri, memberontak untuk membawa cucunya ke tahta.


Dan baru pada usia 15 tahun, dia diangkat kembali sebagai kardinal termuda.


'Masa depan telah berubah...'


Tapi kenapa?


Hanya ada satu hal yang dapat mengubah masa depan...


'Saat aku melakukan sesuatu yang berbeda...'


Tapi apa yang bisa aku lakukan pada Adrian yang mengubah masa depan?


Mengapa Marquis Chatele tidak memulai pemberontakannya?


Kenapa dia disini?


Ketika aku berdiri di sana dengan bingung, sesuatu mengenai hidungku.


Aku melihat ke atas, dan melihat dua ikan kecil yang terbuat dari air mengambang di udara.


[Kekuatan anak laki-laki itu luar biasa. Dia memberikan kesadaran pada hal-hal yang diciptakan oleh kekuatan ilahi.]


Aku mendengar kata-kata Boone dan berterima kasih padanya.


Dia sangat kuat. Oleh karena itu, pada usia 15 tahun, ia diangkat sebagai kardinal meskipun ia adalah pangeran yang digulingkan.


"Amy, Amand. Kembali kesini."


Atas perkataan Adrian, ikan kecil itu langsung kembali, tapi ikan besar yang satunya terus kembali menatapku dan kembali dengan ekor terkulai. Seperti tidak ingin kembali.


'Itu seperti anak anjing... dan bukan ikan.'


Saat aku memikirkannya, tatapan kami bertemu.


"Siapa ini? Bagaimana kamu bisa masuk ke penghalangku?"


"Hah?"


"Bagaimana kamu bisa melihat pohon Elsa?"


Apakah dia membuatnya tidak terlihat dengan menggunakan penghalang?


'Tapi mengapa aku bisa melihatnya?'


[Aku membuatnya terlihat!]


Tapi meski begitu, bukankah tidak mungkin untuk masuk ke penghalang?


[Aku pikir kamu ingin pergi ke pohon itu, jadi aku menerobosnya!]

__ADS_1


Kata Boone dengan riang.


'Kamu tidak bisa seenaknya melakukan apapun yang kamu mau!'


Ini adalah cara yang sangat tidak sopan untuk menerobos penghalang. Kecuali jika musuh menyerang seseorang.


Karena penghalang bukan bentuk penyerangan.


Maksudku, itu seperti memukul seseorang sambil berdiri dalam posisi diam.


Adrian pada umumnya baik pada orang, tapi dia bukan orang yang mudah didekati.


Beberapa aspek dirinya sangat dingin.  Apalagi bagi mereka yang menyerangnya.


Dia adalah tipe pria yang tidak akan pernah membiarkan setitik pun debu pergi.


"Aku bertanya, siapa kamu?"


Inilah masalahnya.


Tindakanku sepertinya menampar seorang anak yang akan segera menjadi kardinal. Jadi apa yang harus aku lakukan?


"Nama saya Isaak!" (Nama saya Isaac!)


Aku tersenyum cerah.


"Isaac?"


"Iya!"


"Hanya petugas berwenang yang diperbolehkan memasuki gunung ini, bagaimana kamu bisa masuk?"


"Uh, um.... Saya, saya adalah pembantu dari Dubblede."


Dia menatapku.


Aku pasti terlihat sangat muda sehingga dia tidak bisa mempercayainya.


[Orang itu... Dia sedang memeriksa Mana mu. Ugh—!]


Dia memeriksanya karena aku mengatakan sesuatu yang tidak bisa dipercaya.


Dan ini tidak terlalu kasar untuk hanya memeriksa jumlah Mana saja.


Boone menjadi diam.


Ngomong-ngomong, Adrian sepertinya telah mengkonfirmasi jumlah Mana ku dan mempercayaiku


Itu karena sering terjadi insiden dimana seorang anak mencuri Mana orang lain dan menggunakannya sebagai alat untuk memasuki gereja.


Lagipula, akan lebih meyakinkan karena pakaianku yang polos seperti pelayan.


"Apakah mereka menempatkan pelayan untuk melayani anak takdir?"


Adrian menatapku dan bergumam, "Ya, perjalanan ini pasti sulit bagimu... Kembali lah."


"Saya bwoleh pelgi begitu saja?" (Saya boleh pergi begitu saja?)


Meskipun aku sudah memecahkan penghalangmu?


Bahkan orang dewasa pun akan menekan alis mereka karena amarah yang membara.


"Karena ini hanya kecelakaan."


Adrian masih cukup muda untuk mengatakan itu.


Dia empat tahun lebih tua dariku, jadi dia mungkin berusia delapan tahun sekarang.  Tentu, Tahun baru sekitar 15 hari lagi, jadi bisa dihitung sebagai sembilan.


'Mari kita pergi dari sini.'


"Hey."


Aku mencoba untuk kembali, tetapi aku malah menabrak penghalang!


"Ugh...."


'Boone! Jika kamu membiarkanku masuk, kamu juga harus membiarkanku keluar!"


[Nak... Aku tidak selalu bisa bertindak seperti yang kuinginkan.]


Boone yang tidak memperhatikan berkata dengan lembut.


Kemudian.


Seberkas cahaya tipis melayang di tangan Adrian dengan sedikit getaran.


Dan segera ada pintu kecil terbentuk di penghalang.


Aku menoleh ke belakang dan berkata, "Ini juga, terima kasih."


"Bye!"


Aku melambaikan tanganku seolah tidak ada yang salah dan meninggalkan penghalang.


Di kejauhan, aku mendengar suara Lea,


"Anda dimana, Nona Kecil?"


Dia mencariku. Aku tidak menyadari perubahan yang terjadi pada saat itu karena aku fokus berlari ke arah Lea.


...***...

__ADS_1


__ADS_2